Maumere, Ekorantt.com – Yunus Sulla, perintis Kopdit Pintu Air di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur meninggal dunia pada Jumat, 13 Februari 2026
Kantor pusat Kopdit Pintu Air pun menyampaikan dukacita mendalam atas kepergian Yunus Sulla.
“Dengan penuh rasa duka cita, kami keluarga besar KSP Kopdit Pintu Air menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas berpulangnya Yunus Sulla, Perintis KSP Kopdit Pintu Air di Pulau Rote, NTT pada 13 Februari 2026,” tulis Kopdit Pintu Air lewat akun Facebook mereka.
Kopdit Pintu Air berharap agar amal ibadah Yunus almarhum Sulla diterima Allah di surga dan diampuni segala dosa-dosanya.
“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan penghiburan,” ucap Kopdit Pintu Air.
Di Kopdit Pintu Air sendiri ada program Solidaritas Dukacita (Solduta). Ini adalah program santunan bagi anggota yang meninggal dunia, berupa uang duka sebesar p3 juta – Rp11,7 juta lebih, peti jenazah, dan natura, serta pemutihan sisa pinjaman maksimal Rp300 juta.
Ini merupakan wujud kepedulian bersama dengan iuran Rp10.000/bulan, meringankan beban ahli waris.
Berikut adalah poin-poin penting mengenai solidaritas dukacita Kopdit Pintu Air, pertama, Santunan Uang Tunai. Santunan duka berkisar antara Rp3 juta hingga Rp7 juta, bahkan bisa lebih tinggi tergantung lama keanggotaan dan kebijakan.
Kedua, Bantuan Tambahan. Selain uang, ahli waris sering menerima bantuan berupa natura (bahan pokok) dan bantuan peti jenazah.
Ketiga, Pemutihan Pinjaman. Sisa pinjaman anggota yang meninggal dunia akan dihapus (diputihkan) hingga maksimal Rp300 juta.
Keempat, Syarat. Anggota wajib aktif membayar simpanan dan iuran.
Solduta bertujuan untuk memberikan perlindungan sosial dan meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.
Program ini menjadi salah satu keunggulan utama Kopdit Pintu Air sebagai koperasi yang mengutamakan nilai solidaritas dan gotong royong.
