Maumere, Ekorantt.com – Koperasi kredit Pintu Air mengungkapkan alasan orang kaya justru hidupnya terlihat sederhana. Menurut koperasi yang berbasis di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur itu, orang kaya membeli sesuatu karena membutuhkan saja.
Mereka justru mengatur keuangan dengan memikirkan jangka panjang.
“Mereka bukan pelit. Mereka paham prioritas. Nggak kejar validasi hari ini, tapi mikirin keamanan besok,” tulis Kopdit Pintu Air lewat akun Facebook mereka.
Kopdit Pintu Air menyebut pilihan kecil yang konsisten tentu saja menjadi fondasi hidup agar lebih stabil.
“Kalau jalur keuangan bisa dibikin lebih jelas dari sekarang, kenapa nggak dimulai?”
“Kalau mau keuangan lebih tertata dan tenang, mulai langkahmu bersama KSP Kopdit Pintu Air,” ajak koperasi itu.
Kopdit Pintu Air sendiri merupakan salah satu koperasi terbesar di Indonesia.
Hingga kini koperasi yang berbasis di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur itu memiliki aset sebesar Rp2,58 triliun.
Koperasi ini juga tercatat sudah memiliki anggota 483.321 orang yang tersebar di 78 Kantor Cabang dan Kantor Cabang Pembantu (KCP).
Kopdit Pintu Air mengklaim hadir dengan jaringan luas dan pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab.
Sebelumnya, Kopdit Pintu Air mengambil langkah baru mengawali tahun buku 2026 dengan menyesuaikan bunga simpanan dan pinjaman sesuai perintah Permenkop Nomor 8 Tahun 2023.
Permenkop ini menjelaskan ‘aturan main’ bagi koperasi yang menjalankan kegiatan simpan pinjam agar lebih aman, profesional, dan teratur, sejalan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan anggota.
General Manajer Kopdit Pintu Air, Gabriel Pito Sorowutun menegaskan, penurunan bunga simpanan mungkin memicu beragam persepsi di kalangan anggota.
Namun demikian, menurut Gabriel, kebijakan ini bukan disebabkan oleh masalah internal Kopdit Pintu Air, melainkan murni karena penyesuaian regulasi nasional dan kondisi pasar.
“Suku bunga yang diturunkan bukan karena ada apa-apa, tetapi memang regulasi menghendaki kita untuk harus ikuti itu. Ke depannya, suku bunga akan terus bergerak dinamis mengikuti fluktuasi suku bunga pasar,” katanya, Rabu, 7 Januari 2026.
Di balik perubahan suku bunga ini, Gabriel menegaskan, Kopdit Pintu Air berkomitmen untuk tetap menjadi lembaga keuangan yang sehat, transparan, dan taat asas di bawah naungan Kementerian Koperasi Indonesia.
Ia pun mengungkapkan, perubahan suku bunga yang berlaku sebelumnya rata-rata berada di angka 12 hingga 13 persen per tahun.
Namun dalam aturan baru, bunga simpanan kini dipatok secara viriasi mulai dari 8 hingga 9 persen per tahun.
Perubahan bunga ini terjadi pada produk-produk simpanan seperti; Simpanan Bunga Harian (Sibuhar), Simpanan Rencana Ibadah dan Ziarah (Sipintar), Simpanan Pendidikan (Sidandik), Simpanan Suka Rela Berjangka (Sisuka), dan (Simpanan Masa Depan (Simada).
Tak hanya bunga simpanan, suku bunga pinjaman juga disesuaikan yang sebelumnya berlaku bunga sebesar 24 persen per tahun flat (tetap) atau 2 persen per bulan tetap, menjadi 24 per tahun efektif (menurun) atau 2 persen per bulan menurun seiring berkurangnya pokok pinjaman.
