Bersama Kopdit Pintu Air, Sisilia Munur Hidup Mandiri Lewat Usaha Tenun

Ruteng, Ekorantt.com Tangannya tampak berhati-hati, memastikan susunan benangnya rapi. Tubuhnya diapiti berbagi peralatan tenun tradisional.

Sisilia Munur tampak sibuk menyelesaikan tenunan selembar kain saat dijumpai Ekora NTT pada Jumat, 20 Februari 2026.

Warga Kampung Mata Wae, Kecamatan Satarmese Utara, Kabupaten Manggarai itu memiliki keterbatasan fisik. Meski demikian, wanita berusia 52 tahun itu tetap tekun menjalani usahanya.

Untuk menyelesaikan selembar kain, Mama Sisi- sapaan karibnya, bisa menghabiskan waktu sebulan, kendati hanya bekerja seorang diri.

Mama Sisi tidak ingat persis kapan ia pertama kali tahu menenun. Seingatnya, belajar menenun sejak usia remaja.

“Saya dilatih oleh kakak saya yang sulung,” kata Sisilia.

Ia mengaku bahwa menenun sudah menjadi tradisi dalam keluarganya. Mama Sisi tidak ingin dia sendiri yang tak bisa menenun di tengah semua saudarinya sudah mahir.

“Apalagi mama kami dulu jago menenun,” ujar Mama Sisi mengenang.

Ia kemudian meminta sang kakaknya untuk melatih. Dengan keinginan belajar yang tinggi, Mama Sisi akhirnya sudah mahir menenun.

“Saya kecewa kalau hanya saya sendiri yang tidak tahu (menenun). Apalagi jika hanya duduk kosong di rumah,” katanya.

Selain alasan itu, Mama Sisi juga ingin menggantungkan hidupnya dari menenun. Alasan itulah yang meyakinkannya untuk terus berlatih menyulam benang menjadi sebuah kain.

“Kalau tidak tenun, dari mana saya bisa beli beras untuk makan?” tukasnya.

Mama Sisi bilang, pembuatan kain dengan panjang lebih dari satu meter memakan waktu sekitar satu bulan. Demikian pula selendang, harus menghabiskan waktu sebulan untuk menyelesaikan untuk dua lembar.

“Selendang agak rumit buatnya,” tuturnya.

Mama Sisi mengaku kadang-kadang fisiknya butuh istirahat. Ia sering kali melawan rasa itu karena harus mengerjakan pesanan dari pelanggannya. Ia betul-betul gigih.

“Kalau orang sudah ambil barangnya, itu berarti saya mulai kerja lagi yang baru lagi.”

Sesekali Mama Sisi menolak bila pesanannya banyak. Sebab, dia bekerja seorang diri, tanpa bantuan orang lain.

“Selendang saya jualnya Rp250 ribu per lembar. Saya memang fokusnya di tenun selendang, tapi kadang-kadang tenun sarung harganya Rp400 ribu,” ungkap dia.

Wakil Komite KSP Kopdit Pintu Air Cabang Ruteng, Alex Mersius Hendriques (Foto: Adeputra Moses/Ekora NTT)

Jadi Anggota Kopdit Pintu Air

Mama Sisi ingat persis tahun kepergian ayahnya beberapa tahun silam. Tahun itu juga ia merintis usaha tenun.

Modal awalnya kala itu hanya Rp5 juta yang diberikan oleh seorang misionaris, Suster Firgula.

“Karena dulu saya pernah tinggal di Santu Damian Cancar.”

Santu Damian yang disebut Mama Sisi adalah nama sebuah panti rehabilitasi yang beralamat di Cancar, wilayah bagian barat Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai.

Namun, modal tersebut tidak cukup untuk mengembangkan usaha tenun Mama Sisi. Ia tidak tahu apa-apa tentang Kopdit Pintu Air.

“Beruntungnya ada saudara yang satu kampung dengan saya, mengarahkan saya untuk bergabung dan meminjam modal di Pintu Air,” sebutnya.

Kopdit Pintu Air merupakan sebuah lembaga koperasi simpan pinjam yang berpusat di Rotat, Maumere, Kabupaten Sikka, NTT. 

Hingga kini, cabang lembaga ini sudah hampir menyebar di seluruh daerah di Indonesia, termasuk Manggarai.

Mama Sisi kemudian bergabung ke Kopdit Pintu Air pada 2011 lalu, kemudian mengajukan pinjaman sebesar Rp30 juta.

“Saya merasa senang sekali ketika uangnya sudah cair,” ungkapnya.

Berkat kehadiran Pintu Air, Mama Sisi merasa usaha tenun mulai bangkit hingga sekarang. Ia pun berkomitmen mengembangkan usahanya itu sembari mengangsur tepat waktu.

“Di Pintu Air selalu mengajarkan kami untuk tidak foya-foya dan harus menekuni usaha,” ucapnya.

Pelayanan Keuangan

Wakil Komite KSP Kopdit Pintu Air Cabang Ruteng, Alex Mersius Hendriques berkata, Mama Sisi terbilang anggota yang aktif, kendati ia memiliki keterbatasan fisik.

Ia menuturkan, meningkatkan kesejahteraan anggota melalui pemberdayaan UMKM, dengan menyediakan permodalan mudah serta pendampingan intensif, sudah menjadi komitmen dari Kopdit Pintu Air.

Pengembangan usaha Sisilia juga bagian dari komitmen tersebut, kata Alex.

“Memberikan pendidikan kewirausahaan kepada anggota setiap tahun menjadi tugas pengurus dan manajemen,” jelasnya.

Menurut Alex, program jemput bola atau jempola sudah cukup membantu bagi anggota yang belum memiliki modal.

“Kita memberi pinjaman sebesar Rp5 juta. Program ini sangat membantu masyarakat kecil,” katanya.

Selain itu, pendampingan Pintu Air Cabang Ruteng juga dengan mengedukasi dan memotivasi anggota untuk mengatur keuangan maupun mengembangkan usahanya secara baik.

“Kami tidak hanya memberikan modal, tapi kami selalu mengajak mereka untuk menanam budaya menabung,” kata Alex.

Pihaknya terus mendorong para anggota untuk mengembangkan usaha produktif untuk menunjang ekonomi. Lebih baik lagi apabila usaha itu berkembang dalam skala yang lebih besar.

“Kita bisa melihat bahwa banyak orang yang niat mengembangkan usaha, tetapi mereka tidak punya modal,” ungkapnya.

Melihat peluang tersebut, kata Alex, Pintu Air Cabang Ruteng siap memberikan modal dan mendampingi anggota dalam mengembangkan usahanya.

“Pada intinya dia (anggota) punya rencana, lalu ada niat, dan ada lokasi. Lalu usaha apa yang digelutinya, itu yang kami akan dampingi,” terangnya.

Ia menerangkan, pihaknya terus berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan terhadap anggota. Lebih dari itu, akan terus melakukan sosialisasi sampai menjangkau wilayah pinggiran.

“Kami sangat mengharapkan semua masyarakat Manggarai menjadi bagian dari keluarga besar Pintu Air,” tutup Alex.

BANYAK DIBACA

Kopdit Pintu Air Tawarkan Beragam Keuntungan bagi Anggota

Maumere, Ekorantt.com- Berawal dari 50 orang yang berkumpul karena...

Kopdit Sangosay Bangun Ekonomi Anggota Melalui Pemberdayaan

Bajawa, Ekorantt.com - Resmi berdiri 28 Mei 1983, Koperasi Kredit...

Koperasi Asia Dinasty Sejahtera Lebarkan Pelayanan di Flores Lembata

Ende, Ekorantt.com - Koperasi Asia Dinasty Sejahtera melebarkan sayap pelayanannya ke...

Layanan Simpanan Non Saham dari KSP Kopdit Pintu Air yang Wajib Anda Ketahui

Maumere, Ekorantt.com - Hadir sebagai koperasi yang mengusung tagline...

Pintu Air Duduki Peringkat Pertama Koperasi Kredit Tingkat Nasional

Maumere, Ekorantt.com - Induk Koperasi kredit (Inkopdit) kembali merilis...

Kopdit Sangosay Beri Kelunakan untuk Anggota Terdampak Covid-19

Bajawa, Ekorantt.com - Koperasi Kredit (Kopdit) Sangosay mengeluarkan kebijakan relaksasi angsuran...

Aset KSP Kopdit Pintu Air Capai Rp2,4 Triliun Per 31 Desember 2024

Sejauh ini, anggota Kopdit Pintu Air tersebar di seluruh Indonesia yang terdiri dari 59 kantor cabang  dan 15 kantor cabang pembantu (KCP)

Nasi Ayam Geprek di Warung Baku Dapa Jadi Rebutan Mahasiswa Unipa

Maumere, Ekorntt.com – Universitas Nusa Nipa (Unipa) menyediakan fasilitas...

Gubernur Viktor Laiskodat Berkunjung ke Rumah Produksi Garam Milik Pintu Air

Maumere, Ekorantt.com - Dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Sikka,...

Ayo Nikmati Kuliner Babi di Depot Nabbas Ketong Pung Ruteng

Ruteng, Ekorantt.com - Sejumlah karyawan tengah sibuk menyiapkan makanan...

BACA JUGA

ARTIKEL EKORANTT LAINNYA