Maumere, Ekorantt.com – Kopdit Pintu Air menyebut koperasi tetap relevan dengan prinsip kebersamaan di tengah maraknya pinjaman online.
“Di saat banyak yang terjebak pinjol dan gaya hidup instan, koperasi hadir dengan prinsip gotong royong, transparansi, dan kesejahteraan bersama,” tulis Kopdit Pintu Air lewat akun Facebook mereka.
Menurut Kopdit Pintu Air, sejak dulu koperasi sudah memakai konsep yang sekarang disebut sharing economy dan community based finance.
Sharing economy adalah sebuah model ekonomi yang didefinisikan sebagai aktivitas berbasis peer-to-peer (P2P). Sedangkan Sharing community based finance (keuangan berbasis komunitas) adalah model pembiayaan di mana anggota dalam suatu komunitas atau ekosistem mitra saling berbagi akses permodalan
Kopdit Pintu Air berkata, koperasi bukan soal kuno atau modern, tetapi soal sistem yang bikin anggota tumbuh bersama.
“Yuk, mulai kenal lagi sistem koperasi dengan cara yang lebih relate dan kekinian!” ajak koperasi yang berbasis di Maumere, Kabupaten Sikka, NTT itu.
Hingga kini Kopdit Pintu Air yang merupakan salah satu koperasi terbesar di Indonesia itu memiliki aset sebesar Rp2,58 triliun.
Koperasi ini juga tercatat sudah memiliki anggota 483.321 orang yang tersebar di 78 Kantor Cabang dan Kantor Cabang Pembantu (KCP).
Kopdit Pintu Air mengklaim hadir dengan jaringan luas dan pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab.
Kopdit Pintu Air mengklaim setiap rupiah yang disimpan di koperasi ini akan menjadi langkah pasti menuju impian masa depan para anggotanya.
“Manifesting aja nggak cukup, kalau nggak dibarengi aksi nyata!” tulis Kopdit Pintu Air.
Manifesting sendiri adalah proses mental dan spiritual untuk mewujudkan keinginan atau impian menjadi kenyataan dengan memanfaatkan kekuatan pikiran, keyakinan, energi positif, serta tindakan nyata.
