Larantuka, Ekorantt.com – Selepas jam mengajar di SDK Kokang, Monika Idel Fonsa Lewar (40), langsung bergegas ke kebun untuk membantu suaminya, Aventinus Benediktus (38), menyiangi rumput di antara tanaman padi dan jagung yang kian subur, Jumat, 13 Maret 2026.
Monika Lewar berjalan kaki sejauh 800 meter ke kebun dari rumahnya di Desa Ojandetun, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur. Sekolah tempat ia mengajar juga berada di desa itu.
“Rutinitas saya saat pulang sekolah selalu ke kebun, di sana kami tanam padi dan jagung,” kata Monika.
Sudah 15 tahun Monika mengabdi sebagai guru di sekolah yang berdiri sejak 1 Januari 1971 itu. Statusnya masih sebagai guru honor. Sementara Aventinus mengais rejeki dengan berkebun dan pekerja serabutan.
Kesejahteraan Monika sebagai sebagai guru di pelosok selatan Flores Timur masih jauh dari harapan. Ia digaji Rp700 ribu per bulan. Upahnya bergantung penuh dari iuran komite. Bahkan ada teman gurunya yang digaji Rp350 per bulan.
Demi menyambung hidup keluarga, Monika dan Aventinus menggarap kebun milik orang tua murid. “Hasil yang kami tanam untuk makan di rumah. Pemilik kebun tidak minta bagi hasil, kami diberi kesediaan untuk garap,” kata Monika.
Warga SDK Kokang sudah bersahabat dengan ketiadaan signal. Sumber jaringan terdekat hanya lewat Kantor Desa Ojandetun. Ketika ramai pengguna, kekuatan signal redup bahkan hilang total.
Kegiatan Asesemen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) terganggu. Mereka menempuh perjalanan 3 kilometer ke Desa Hewa agar mendapat jaringan.
Monika mengaku kondisi signal berangsur membaik saat Dinas Kominfo Flores Timur membantu satu unit wifi untuk SDK Kokang. Namun kapasitasnya disebut tak cukup kuat untuk menopang perangkat android terutama 15 chromebook bantuan Pemerintah Pusat.
“Di sini letak kesulitan kami, tetapi kami punya semangat yang besar. Kami biasa ke Hewa, desa tetangga,” ceritanya.
Monika dan warga sekolah sejatinya punya impian besar terhadap peningkatan sarana prasarana untuk dinikmati 75 siswa, termasuk kesejahteraan bagi sembilan tenaga pendidik.
SDK Kokang adalah salah satu dari sekian sekolah di bawah Yayasan Persekolahan Umat Katolik Keuskupan Larantuka (Yapersuktim). Yapersuktim memberikan peran penting dalam urusan legalitas sekolah untuk perjalanan sekolah itu sendiri.
Penulis: Paul Kabelen












