Kemenkes Rencana Bangun Rumah Sakit Terpadu di Larantuka

Selain pembangunan fisik, Kementerian Kesehatan berkomitmen memberikan bantuan alat kesehatan untuk RSUD dr. Hendrikus Fernandez Larantuka yang diajukan senilai hampir Rp20 miliar. Dari total itu, pemerintah akan membantu anggaran Rp17 miliar. 

Larantuka, Ekorantt.com – Kementerian Kesehatan berencana membangun Rumah Sakit (RS) Terpadu di Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Jika disetujui Presiden Prabowo, maka akan dibangun rumah sakit terpadu. Ini menjadi tonggak penting bagi pelayanan kesehatan di Flores Timur,” kata Dirjen Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr. Azhar Jaya saat mengunjungi RSUD dr Hendrikus Fernandez Larantuka, Senin, 23 Maret 2026.

Selain pembangunan fisik, Kementerian Kesehatan berkomitmen memberikan bantuan alat kesehatan untuk RSUD dr. Hendrikus Fernandez Larantuka yang diajukan senilai hampir Rp20 miliar. Dari total itu, pemerintah akan membantu anggaran Rp17 miliar.

“Insyahlah bisa bantu Rp17 miliar sesuai permintaan yang diajukan,” tuturnya.

Azhar mengapresiasi kerja para tenaga kesehatan di daerah. Ia bilang puskesmas menjadi pusat pelayanan kesehatan masyarakat yang harus terus dijaga kualitasnya. 

Kepala Dinas Kesehatan Flores Timur, dr. Ogie Silimalar, berharap dukungan pemerintah pusat terus mengalir agar pelayanan kesehatan semakin merata. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat untuk mewujudkan Flores Timur yang sehat. 

“Dengan dukungan pusat, kita optimis pelayanan kesehatan akan semakin maju,” tuturnya.

Ogie bercerita soal perjalanan delapan tahun memimpin Dinas Kesehatan Flores Timur. Ada banyak capaian yang berhasil diwujudkan, namun masih ada pekerjaan rumah yang belum tuntas.

Ia memaparkan bahwa Flores Timur memiliki 21 puskesmas dan tersebar di 19 kecamatan. Satu puskesmas baru di Desa Aransina, Kecamatan Tanjung Bunga, rampung dibangun dan sedang menunggu peresmian. 

Jumlah rumah sakit di Flores Timur yang sebelumnya satu, kini bertambah menjadi tiga dengan hadirnya Rumah Sakit Pratama Adonara dan Rumah Sakit Pratama Solor. 

Banyak kenangan yang melekat dalam benaknya ketika pembangunan RSP Adonara. Ia dikritik keras dari Dirjen Kesehatan, namun akhirnya perjuangan itu berbuah hasil lewat hadirnya RSP Solor.

“Saya mendapat ocehan dari Dirjen, tapi akhirnya kita mendapat hadiah berupa RSP Solor. Itu menjadi motivasi besar bagi kami,” ungkapnya.

Pada 2025, Flores Timur mendapat tiga paket pembangunan di RSUD dr. Hendrikus Fernandez Larantuka, meliputi pembangunan ruang rawat jalan, ruang PICU, dan Cath Lab untuk layanan jantung. 

Dinas Kesehatan juga memperoleh pembangunan satu ruang laboratorium kesehatan daerah (Labkesda) yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas pemeriksaan kesehatan masyarakat.

Paul Kabelen

TERKINI
BACA JUGA