Maumere, Ekorantt.com – Kopdit Pintu Air menegaskan filosofi di balik namanya melalui unggahan di media sosial Facebook. Lembaga keuangan koperasi itu menyebut, nama “Pintu Air” bukan sekadar identitas, melainkan mengandung makna tentang pengelolaan arus keuangan yang bijak.
Dalam unggahan tersebut, Kopdit Pintu Air mengajak publik merenungkan arti di balik namanya.
“Pernah kepikiran nggak… kenapa namanya Pintu Air? Bukan sekadar nama, tapi punya makna,” tulis Kopdit Pintu Air.
Kopdit Pintu Air menjelaskan, sebagaimana pintu air yang berfungsi mengatur aliran, lembaga itu hadir untuk membantu anggota dalam mengelola keuangan agar lebih terarah, aman, dan memberi manfaat.
“Seperti pintu air yang mengatur aliran, KSP Kopdit Pintu Air hadir untuk membantu mengatur arus keuangan—agar lebih terarah, aman, dan bermanfaat,” lanjutnya.
Menurut Kopdit Pintu Air, pengelolaan keuangan yang baik tidak ditentukan oleh besar kecilnya jumlah uang yang dimiliki, melainkan pada cara mengelolanya secara tepat.
“Karena keuangan yang baik bukan soal besar kecilnya, tapi bagaimana cara kamu mengelolanya,” tulis Kopdit Pintu Air.
Diketahui, Kopdit Pintu Air merupakan salah koperasi terbesar di Indonesia. Rapat Anggota Tahunan (RAT) Kopdit Pintu Air ke-XXX tahun buku 2025 terungkap pinjaman anggota mengalami kenaikan 14,25 persen.
Pada tahun 2024 total pinjaman anggota sebesar Rp1.920.020,226.850, naik menjadi Rp2.193.567.343.853 pada tahun 2025.
Kemudian, laba yang diperoleh pada tahun 2024 sebesar Rp3.248.519.739 dan pada tahun 2025 laba juga bertambah sebesar Rp724.719.850, naik Rp3.973.293.589 atau 22,31 persen.
Lalu, pada tahun buku 2025, Kopdit Pintu Air memiliki 59 kantor cabang, 19 kantor cabang pembantu, 47 kantor tempat pelayanan.
Kemudian pertumbuhan aset naik menjadi Rp2.622.461.171.485 dari Rp2.275.527.045.798 pada tahun 2024 lalu.
Selain itu, anggota Kopdit Pintu Air bertambah 41.606 orang atau tumbuh sebesar 10,93 persen pada tahun buku 2025. Pada tahun 2024 lalu, jumlah anggota Kopdit Pintu Air tercatat sebanyak 380.484 orang.
Kemudian modal anggota juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Pada tahun 2024 jumlah modal anggota sebesar Rp245.814.388.000. Sementara pada tahun 2025 modal anggota sebesar Rp925.283272.821, bertambah Rp679.468.884.821 atau tumbuh sebesar 236,18 persen.
