Bima, Ekorantt.com – Kopdit Pintu Air mulai memperluas pelayanan di Desa Roi, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, Provinsi NTB pada Juli 2026.
Ketua Komite Kopdit Pintu Air Cabang Dompu, Nurlely, menuturkan, pengembangan jangkauan pelayanan ini bukan karena ambisi, melainkan sebagai sebuah niat untuk mendukung pengembangan ekonomi warga setempat.
“Di sana itu merupakan daerah pertanian yang sangat potensial, sehingga kehadiran kita diterima baik oleh masyarakat khususnya di Desa Roi,” ujar Nurlely dari Dompu, Jumat, 21 Agustus 2026.
Dalam proses pelayanan tersebut, banyak orang yang merasa tertarik dan beberapa orang menyatakan diri untuk masuk menjadi anggota baru.
Hal itu terjadi bersamaan saat Tim Manajemen Kopdit Pintu Air Cabang Dompu melakukan pencairan dana pinjaman di Desa Roi pada 21 Agustus.
Nurlely menyampaikan animo masyarakat di desa itu kian hari terus bertambah. Banyak dari mereka bersedia untuk menabung dan membangun bisnis mengembangkan usaha produktif.
Nurlely menilai itu semua terjadi karena masyarakat telah melihat bukti dari tetangga yang telah lebih dahulu bergabung menjadi anggota Pintu Air.
“Awalnya kami melakukan sosialisasi di wilayah Roi berkat permintaan dari sekuriti kami yang kebetulan orang dari Roi. Setelah sosialisasi banyak orang yang bergabung,” ujar Nurlely.
Dua RT di desa itu telah mengikuti sosialisasi dan sudak cukup banyak orang yang bergabung.
Bahkan Kopdit Pintu Air telah melakukan pencairan dan sebesar Rp200 juta rupiah bagi 20 orang anggota yang mengajukan pinjaman.
Menurut Nurlely, pencairan pinjaman bagi anggota di desa itu adalah bukti bahwa Kopdit Pintu Air ikut serta mendukung anggota untuk mengembangkan usaha berdasarkan potensi lokal.
“Untuk diketahui bahwa Kopdit Pintu Air bukan menjadi lembaga keuangan yang hanya merekrut simpanan dari anggota, tetapi juga memberikan pinjaman kepada anggota, agar anggota dapat mengembangkan usahanya,” ujar Nurlely.
Ia menjelaskan Desa Roi merupakan salah satu desa dengan hamparan pertanian palawija yang sangat potensial.
Potensi itulah mendorong 20 orang anggota mandapat pinjaman untuk modal mengembagkan lombok, kol serta palawija lainnya, kata Nurlely.
