Larantuka, Ekorantt.com – Kepala Desa Lera Boleng, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur, Aloysius Witak Makin mengatakan, kehadiran Kopdit Pintu Air di wilayahnya menjadi alternatif layanan keuangan yang lebih sehat sekaligus memperkuat perekonomian warga.
Aloysius juga mendorong KSP Kopdit Pintu Air berperan aktif memutus mata rantai praktik rentenir yang membebani masyarakat kecil.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran pinjaman dengan proses yang terkesan mudah.
“Jangan terlena dengan rayuan pelayanan yang mudah,” tegasnya saat peresmian Kopdit Pintu Air Unit Leworook di Desa Lera Boleng, Rabu, 7 Oktober 2026.
Menurut Aloysius, kehadiran Kopdit Pintu Air harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui perluasan akses layanan keuangan, pengembangan ekonomi kerakyatan, dan pendampingan secara berkelanjutan.
Ia juga mengajak warga bergabung menjadi anggota koperasi untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarga sekaligus membangun kebiasaan menabung.
“Menjadi anggota koperasi bukan sekadar untuk memperoleh pinjaman, tetapi juga menumbuhkan budaya hidup hemat dengan cara menabung demi perbaikan masa depan. Yang dituntut dari anggota adalah memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Ketua Komite Kopdit Pintu Air Unit Leworook, Benedikta Boleng Hera menyatakan perkembangan keanggotaan unit tersebut menunjukkan tren positif.
Hingga akhir September 2026, Unit Leworook mencatat 341 anggota yang tersebar di sejumlah desa, yakni Tuakepa, Dung Tanah Lewoingu, Tenawahang, Persiapan Lewotobi, dan Lera Boleng.
Jumlah tersebut berpotensi bertambah setelah masuknya anggota mutasi dari Cabang Boru dan Cabang Pontianak.
“Sekarang ada tambahan anggota mutasi dari Cabang Boru dan Cabang Pontianak sebanyak 302 orang lagi,” kata Benedikta.
Ia meyakini penambahan anggota tersebut dapat mempercepat peningkatan status Unit Leworook menjadi Kantor Cabang Pembantu (KCP).
Benedikta menambahkan, Kopdit Pintu Air Unit Leworook, mencatat simpanan wajib sebesar Rp14.380.000 dan simpanan non-saham Rp46.422.000.
Sementara itu, pinjaman beredar mencapai Rp14.334.000. Pinjaman tersebut disalurkan kepada 53 peminjam, terdiri atas 45 pinjaman umum dan delapan pinjaman Jempola.
Selain perkembangan usaha, Benedikta mengapresiasi kesempatan kerja yang diberikan Kopdit Pintu Air kepada warga Leworook.
Saat ini, empat warga setempat telah bekerja dalam jaringan koperasi tersebut. Dua di antaranya menduduki posisi manajer, sementara dua lainnya bertugas sebagai wakil komite dan petugas lapangan.
“Kami berharap Pintu Air Rotat sebagai rumah besar tetap membuka pintu selebar-lebarnya bagi anak-anak dari daerah kami untuk bekerja di sana,” ujarnya.
