Bajawa, Ekorantt.com – Petrus Leghu Watu, pensiunan berusia 60 tahun asal Desa Malanuza, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, mengaku merasakan manfaat bergabung dengan Kopdit Pintu Air sejak tiga tahun lalu. Keputusan itu ia ambil setelah mendengar berbagai pengalaman positif dari keluarga dan warga sekitar.
“Awalnya saya dapat cerita dari bapak mantu saya bahwa Pintu Air itu bagus dan terpercaya, akhirnya saya putuskan untuk bergabung,” ujarnya kepada Ekora NTT, pekan lalu.
Mantan guru SDI Rutosoro itu tidak bergabung sendirian. Ia turut mengajak istrinya, Kristina Killa, dan ketiga anak mereka menjadi anggota Kopdit Pintu Air.
“Saya selalu beri pemahaman kepada mereka untuk menabung di koperasi yang terpercaya seperti Pintu Air, apalagi kantornya dekat dengan rumah,” katanya.
Petrus menuturkan, sebagian gaji pensiun yang diterimanya setiap bulan langsung ia sisihkan untuk ditabung di koperasi tersebut.
“Saya hanya simpan saja setiap bulan, kalau pinjam saya belum ada rencana sampai di situ,” tuturnya.
Ia bilang, kebiasaan itu mampu meningkatkan stabilitas finansial dan menjadi pegangan dalam situasi darurat.
“Manfaat menabung tidak hanya terbatas pada pengamanan finansial, tetapi juga mencakup pengembangan disiplin diri dan peningkatan stabilitas hidup,” katanya.
Petrus juga mengapresiasi pelayanan pegawai Kopdit Pintu Air yang dinilainya ramah dan konsisten memberikan edukasi bagi anggota.
“Sebagai anggota, kita berharap agar pelayanan seperti ini tetap dipertahankan,” ujarnya.
Pjs Manajer Kopdit Pintu Air Cabang Mataloko, Silvester Gado Nggadho membenarkan bahwa Petrus merupakan salah satu anggota yang sangat aktif menabung.
“Bahkan satu sampai dua kali dalam sebulan beliau datangi kantor cabang,” ujarnya.
Silvester mengaku Petrus rutin memberi edukasi kepada anggota tentang pentingnya menabung, khususnya bagi yang berpenghasilan terbatas.
“Simpan tidak saja sudah punya uang banyak, biar sedikit harus sudah mulai menabung, misalnya Rp50 ribu setiap bulan,” katanya.
