Maumere, Ekorantt.com – Koperasi kredit Pintu Air berbagi tips cara mengatur gaji tanpa “drama”. Menurut koperasi yang berbasis di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur itu, pertama, membuat rencana pengeluaran satu bulan.
Kedua, disiplin dalam mengelola keuangan. “Jangan mudah kepancing sama jalan-jalan yang nggak perlu.”
Ketiga, membuat pos-pos alokasi penghasilan. Penting bagi Anda untuk memetakan dari mana saja penghasilan yang diperoleh.
Anda bisa memberi arah yang jelas pada setiap rupiah, mencegah pengeluaran yang berlebihan, menjaga keseimbangan antara kebutuhan dan keinginan, mempermudah evaluasi keuangan, mendukung tujuan keuangan jangka pendek dan panjang, mengurangi stres dan konflik keuangan, serta membentuk disiplin dan tanggung jawab finansial.
Keempat, mengevaluasi catatan keuangan. Dari evaluasi Anda bisa mengetahui kondisi keuangan yang sebenarnya, mengontrol pengeluaran, membantu perencanaan keuangan yang lebih baik, menghindari masalah keuangan di akhir bulan, menjadi alat pengambilan keputusan, serta meningkatkan kebiasaan finansial yang sehat.
Bila Masih Punya Utang
Kopdit Pintu Air juga membuat simulasi bagaimana mengalokasikan gaji bila Anda masih punya utang.
Pertama, pos pengeluaran wajib alokasinya 50 persen. Pengeluaran ini dialokasikan untuk makan dan kebutuhan rumah, listrik, air, internet, transportasi, sewa kos, dan biaya sekolah atau keluarga.
Kedua, pos pengeluaran utang alokasinya 30 persen. Pengeluaran ini dialokasikan untuk cicilan pinjaman, kartu kredit, dan hutang konsumtif atau produktif.
Ketiga, pos pengeluaran keinginan alokasinya 20 persen. Pengeluaran ini dialokasikan untuk jajan dan hiburan secukupnya, serta tabungan kecil walau sedikit tetap jalan.
Bila Bebas Utang
Kopdit Pintu Air juga membuat simulasi bagaimana mengalokasikan gaji bila Anda bebas utang.
Pertama, pos pengeluaran wajib alokasinya 50 persen. Pengeluaran ini dialokasikan untuk makan dan kebutuhan rumah, listrik, air, internet, transportasi, sewa kos, dan biaya sekolah atau keluarga.
Kedua, pos pengeluaran tabungan alokasinya 30 persen. Pengeluaran ini dialokasikan untuk dana darurat, tabungan tujuan, serta investasi atau simpanan jangka panjang.
Ketiga, pos pengeluaran keinginan alokasinya 20 persen. Pengeluaran ini dialokasikan untuk nongkrong dan healing, hobi, dan upgrade lifestyle.
“Atur gaji tanpa drama itu bukan soal besar kecilnya penghasilan kamu, tapi soal konsistensi dan arah uang yang jelas.”
