Kupang, Ekorantt.com – Di balik deretan angka aset dan laporan keuangan yang terus menanjak, ada cerita tentang kepercayaan. Kepercayaan itulah yang membuat Simon Bhato tetap setia menjadi anggota Kopdit Pintu Air Cabang Kupang sejak tahun 2012.
Bagi Simon, yang pernah menjabat sebagai Kepala Divisi Umum dan Kredit Bank NTT, pencapaian positif koperasi bukan sekadar statistik. Ia melihatnya sebagai cerminan kepercayaan masyarakat yang kian menguat.
“Kalau anggota terus bertambah dan aset meningkat, itu artinya kepercayaan publik juga meningkat. Saya percaya pada Kopdit Pintu Air,” ujarnya dengan nada mantap saat diwawancarai Ekora NTT di sela kegiatan Pra RAT Kopdit Pintu Air Cabang Kupang di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang pada Jumat, 20 Februari 2026.
Simon bergabung lebih dari satu dekade lalu dengan Kopdit Pintu Air. Ia punya alasan khusus. Menurutnya, pelayanan koperasi ini menjangkau seluruh lapisan masyarakat, tanpa sekat apa pun.
Ia percaya, menjangkau seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur bahkan hampir seluruh Indonesia terjadi karena koperasi dibangun di atas kepercayaan. Statusnya sebagai koperasi primer nasional dinilai memberi legitimasi sekaligus rasa aman bagi anggota.
Namun bukan hanya soal jangkauan. Simon menilai, perkembangan simpanan dan tabungan di Kopdit Pintu Air terbilang progresif.
Produk dan layanan Kopdit Pintu Air juga menjadi daya tarik yang membuat orang bergabung menjadi anggota.
“Suku bunga yang kompetitif tentu harus diimbangi dengan pengelolaan kredit yang baik. Itu penting supaya biaya-biaya bisa tertutup dan koperasi tetap sehat,” kata Simon.
Kopdit Pintu Air Cabang Kupang kini membukukan a Hal set Rp311.508.199.217. ini menjadi penanda bahwa pengelolaan keuangannya berjalan baik, kata Simon.
Ia juga merasakan suasana kekeluargaan di koperasi. Tak sekadar lembaga simpan pinjam, Kopdit Pintu Air menjadi wadah solidaritas antar-anggota.
Pendidikan bulanan berupa, evaluasi baik di tingkat kelompok maupun titik kumpul, membuat komunikasi antara pengurus dan anggota tetap terjaga. Hal itu sebagai kekuatan yang tak selalu dimiliki lembaga keuangan lain.
Pelayanan pun semakin dekat dengan anggota. Pembukaan Tempat Pelayanan (TP) di sejumlah lokasi di Kota Kupang membantu pelayanan anggota menjadi lebih dekat. Bahkan, layanan yang tetap buka di hari Sabtu menjadi kemudahan tersendiri bagi anggota yang memiliki kesibukan pada hari kerja.
Kopdit Pintu Air pun rutin menggelar pendidikan dan pelatihan manajemen keuangan pribadi. Hal ini menunjukkan koperasi yang berpusat di Rotat ini tak hanya fokus pada keuangan.
Bagi Simon, langkah ini penting agar anggota tidak hanya menabung dan meminjam, tetapi juga memahami cara mengelola keuangan secara bijak.
Meski demikian, sebagai mantan praktisi perbankan, Simon tetap memberi catatan. Ia berharap koperasi semakin selektif dalam menyalurkan pinjaman guna menghindari kredit macet.
“Sumber pendapatan utama koperasi itu dari bunga pinjaman. Jadi kualitas kredit harus benar-benar dijaga,” tegasnya.
Bagi Simon, menjadi anggota koperasi bukan hanya soal keuntungan finansial. Ini tentang rasa memiliki, kebersamaan, dan keyakinan bahwa lembaga yang ia percayai terus bertumbuh bersama anggotanya.
Kopdit Pintu Air Cabang Kupang sendiri mencatat capaian menggembirakan sepanjang Tahun Buku 2025. Pertumbuhan jumlah anggota, simpanan, pinjaman hingga aset menunjukkan tren positif yang signifikan.
Hingga Desember 2025, jumlah anggota tercatat sebanyak 13.918 orang. Total saldo simpanan mencapai Rp43.068.095.389, sementara saldo non-saham sebesar Rp162.752.363.080.
Adapun saldo pinjaman tercatat Rp56.030.563.700, dengan total aset mencapai Rp311.508.199.217 dan Sisa Hasil Usaha (SHU) sebesar Rp163.090.534.
