Maumere, Ekorantt.com – Pengelola Pondok Baca Kampung Kabor, Yohanes Kia Nunang mengaku senang dengan sumban buku dan majalah secara gratis dari Kopdit Pintu Air.
Menurutnya, sumbangan itu tentu saja akan bermanfaat bagi anak-anak yang setiap hari datang di Pondok Baca Kampung Kabor.
“Saya sampaikan terima kasih kepada pengurus Kopdit Pintu Air yang telah menyumbangkan buku dan majalah buat kami. Karena dengan buku-buku itu akan ada penambahan jumlah judul buku yang ada di sini,” kata Johanes saat Kopdit Pintu Air menyumbangkan buku dan majalah ke Pondok Baca Kampung Kabor, Kelurahan Kabor, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur pada Selasa, 24 Maret 2026.
Pondok Baca Kampung Kabor didirikan sejak 7 tahun silam, pada 2019. Pencetus ide awal adalah Yohanes Kia Nunang. Bersama teman-teman yang mempunyai keprihatinan serta visi yang sama, mereka menyulap tempat sampah yang bau busuk di bantaran kali menjadi taman baca.
Gagasan ini disambat baik oleh orang tua yang tinggal di sekitar lokasi itu. Bagai gayung bersambut, Pemerintah Kelurahan Kabor juga menyambut gembira.
Pada lahan dengan luas sekitar 5×15 meter dibangun tiga unit lopo dari bambu dan sebuah bangunan permanen untuk dijadikan tempat penyimpanan buku.
Menurut Yohanes, hingga kini rata-rata 10 sampai 15 orang anak datang membaca dan sekadar bermain. Bahkan mahasiswa datang untuk melakukan penelitian.
“Sekarang saya senang karena sudah semakin banyak judul buku dan majalah tetapi tidak menutup kemungkinan jika ada orang perorangan atau lembaga yang sumbang buku dengan senang hati kami terima. Kendala kami sekarang masih kekurangan rak untuk tempat menata buku,” ujar Yohanes.
Sekretaris Pengurus 1 Kopdit Pintu Air, Agustinus Nong berkata, literasi harus mulai bertumbuh sejak dini. Apa yang dilakukan oleh Pondok Baca Kampung Kabor mesti didukung.
“Kita menyerahkan majalah dan buku yang lebih banyak mengulas banyak hal terkait literasi keuangan,” kata Agustinus.
