Larantuka, Ekorantt.com – Kantor Cabang Pembantu (KCP) Pintu Air Solor di Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur resmi naik status menjadi cabang pada Selasa, 6 Oktober 2026.
Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen berkata, peningkatan status ini menjadi tanda semakin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap koperasi sebagai salah satu pilar ekonomi kerakyatan.
Peningkatan status juga menjadi tonggak penting dalam pelayanan kepada masyarakat di Pulau Solor.
“Atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat Kabupaten Flores Timur saya menyampaikan selamat dan profisiat atas peningkatan status Kopdit Pintu Air dari status kantor cabang pembantu menjadi cabang Solor,” kata Antonius dalam sambutannya sebagaimana dibacakan oleh Pelaksana tugas harian Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Flores Timur, Paulus Petala Kaha.
KCP Solor mulai dirintis sejak Mei 2016. Perkembangannya dimulai dari wilayah Balauring 1 dan melebar ke Lewolei, Lewonama, Pamakayo, hingga Wulublolong, Mananga dan Tanalei.
Perjalanan pelayanan dalam usia satu dasawarsa itu dapat bertumbuh dan berkembang di atas kepercayaan, kebersamaan, kedisiplinan dan semangat gotong royong.
“Kita patut memberikan apresiasi karena Kopdit Pintu Air KCP Solor menunjukkan perkembangan yang sangat luar biasa,” kata Paulus.
Ia berharap kehadiran Kopdit Pintu Air hendaknya dapat memberikan dampak bagi pertumbuhan ekonomi warga melalui pemanfaatan potensi ekonomi di berbagai sektor, seperti pertanian, perikanan, perkebunan dan usaha mikro yang masih terbuka luas.
Potensi-potensi tersebut tentu saja membutuhkan pendampingan dan akses permodalan dan jaringan strategis.
Pemerintah Kabupaten Flores Timur berharap Kopdit Pintu Air mampu menjadi lokomotif penggerak ekonomi bagi masyarakat Pulau Solor.
Menurut Paulus, koperasi harus hadir ketika anggota membutuhkan dukungan modal usaha. Selain itu juga harus hadir ketika anggota membutuhkan pendampingan, serta akses pasar dan penguatan kapasitas usaha.
Hanya melalui jalan itu koperasi sungguh menjadi rumah bersama bagi ekonomi masyarakat. Sebab Pemerintah Kabupaten Flores Timur sungguh sadar untuk mengembangkan ekonomi di daerah tentu saja tidak bisa berjalan sendiri.
“Kita butuh kolaborasi pemerintah, koperasi, lembaga keuangan lainnya seperti pelaku usaha lainnya agar perlu berjalan bersama-sama,” ujar Paulus.
Ia berharap Kopdit Pintu Air terus membangun sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Flores Timur.
Kepada segenap anggota, Paulus berpesan agar terus membangun koperasi melalui budaya hidup hemat dan bijak dalam menggunakan pembiayaan serta taat menjalankan kewajiban demi menjaga kepercayaan.
Sebab, menurutnya, koperasi yang kuat bukan saja dibangun oleh pengurus dan manajemen, tetapi juga didukung oleh anggota yang kuat, disiplin dan mempunyai rasa memiliki.
Sementara itu, Ketua Pengurus Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano menjelaskan, misi utama Kopdit Pintu Air adalah menanamkan pilar pendidikan bagi anggota.
Anggota terus diberikan pendidikan melalui pertemuan yang rutin setiap bulan agar mereka memahami filosofi dasar berkoperasi.
Menurut Jano, melalui pendidikan itu anggota akan mengetahui “bagaimana mengelola potensi dirinya agar dapat hidup sejahtera.”
“Agar dapat hidup sejahtera seorang anggota rajin, tekun dan hemat.”
Ia juga mengingatkan makna syair mars Pintu Air, “orang kaya datang orang miskin yang bermental kaya.” Kemudian bagian lainnya “hentikan pesta pora dan budayakan budaya menabung.”
“Oleh karena itu sejak saat ini tidak lagi buat pesta yang berlebihan dan mulai menabung meskipun kecil nilainya,” tutup Jano.

