Panorama Pantai Nanga Rawa, Desa Bamo, Manggarai Timur. (Foto: Mulia Donan/Ekorantt.com).

Borong, Ekorantt.com – Untuk mengisi waktu luang di akhir pekan, atau masa cuti dan liburan panjang, tidak ada salahnya jika anda menyempatkan diri berkunjung ke Pantai Nanga Rawa. Pantai yang kian santer terpampang di instagram, facebook dan berbagai portal media sosial ini terletak di Desa Bamo, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, NTT.

Keindahan panorama alam di pantai ini bisa menjadi pengobat lelah bagi anda yang letih dan jenuh dengan rutinitas harian. Suasana pantai ini juga memberi ketentraman dan energi positif bagi siapa saja yang berada di sekitarnya. Wisata pantai Nanga Rawa sangat direkomendasikan untuk liburan bersama keluarga atau bareng orang-orang tercinta. Tak terkecuali para jomblo, tentu.

Di sisi barat pantai ini, anda bakal dimanjakan dengan pemandangan pesisir pantai yang begitu indah dan menakjubkan. Sebagai latar, panorama gunung Poco Ndeki yang menjulang tinggi menambah kesan grande. 

Sesuai dengan tipikal pantai di daerah selatan, pantai ini memiliki hamparan pasir yang luas dan lapang. Ada berbagai macam warna pasir di sepanjang pesisir pantai ini. Ada yang berwarna putih, ada juga berwarna hitam. Beberapa berwarna merah kecoklatan, sebagai efek pecahan koral.

Pemandangan hempasan ombak pada hamparan pasir ini terkesan sangat elegan. Ombak seakan melukis di atas pasir, menyisakan kontur dan motif yang unik setiap kali hempasannya kembali ke laut. Deburan ombak yang deras menerjang bibir-bibir pantai Nanga Rawa juga memberikan efek spesial dan sangat cocok dijadikan background untuk anda yang doyan berswa foto.

Sejauh ini, pengunjung yang datang ke pantai Nanga Rawa tidak hanya berasal dari Kabupaten Manggarai Timur. Beberapa pengunjung datang dari Ruteng, Bajawa, hingga Ende. Beberapa wisatawan mancanegara kerap terlihat datang menikmati keindahan alam di pantai ini, berjemur, dan memainkan papan selancar (surfing). Beberapa wisatawan mancanegara mengaku, ombak yang cukup tinggi di pantai Nanga Rawa adalah salah satu yang terbaik di Flores dan memberi tantangan sendiri bagi para peselancar.

Perjalanan menuju pantai Nanga Rawa tidak terlalu sulit. Pantai ini berjarak 30 km dari kota terdekat, Borong. Dari Kota Borong harus anda bergerak ke arah timur melintasi jalan raya nasional Flores, menuju  Kisol. Sampai di Kisol, tepatnya di pertigaan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Sinar Harapan, sila berbelok ke kanan melewati jalan raya utama menuju pantai Nanga Rawa. Anda juga bisa mencari panduan di aplikasi google map untuk mempermudah navigasi menuju tempat ini.

Jalur transportasi menuju tempat ini sudah terbilang bagus, meski masih ada sedikit lubang-lubang kecil di beberapa bagian, sepanjang perjalanan. Ini mungkin akan membuat perjalanan anda sedikit lambat. Namun percayalah. Semua akan terbayar lunas ketika anda tiba di tempat tujuan nanti.

Yono Tahir salah seorang pengunjung yang sempat berbincang dengan Ekorantt.com mengaku bahagia sekali berada di pantai tersebut. Ia kagum dengan keindahan pantai Nanga Rawa yang menurutnya masih asli dan organik.

“Pantai ini masih sangat terjaga keasliannya. Lingkungannya masih sangat bersih. Gulungan ombak yang begitu indah dan cantik membuat saya semakin betah mengunjungi pantai ini”, ungkapnya

Dikatakannya, jika pantai ini fokus dikelola sebagai destinasi wisata, bukan tidak mungkin pengunjung yang datang ke tempat ini akan semakin bertambah. Ia mengusulkan pembangunan lopo-lopo dan saung yang bisa digunakan oleh para wisatawan untuk beristirahat.  Menurutnya itu tentu akan menarik perhatian semakin banyak pengunjung.

“Saya secara pribadi mengatakan bahwa keindahan pantai ini sungguh sangat luar biasa. Saya bahagia bisa menyaksikannya secara langsung”, ungkap Yono penuh kagum.

Yono berharap, semoga ke depan pantai ini bisa dikelola dengan baik oleh pihak pemerintah, baik pemerintah kabupaten maupun pemerintah Desa. Menurutnya ini adalah aset pariwisata yang sangat potensial. Wisata pantai Nanga Rawa bisa memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Desa dan berdampak memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar, misalnya dengan pendirian homestay, cafe, atau kios-kios yang menjual kebutuhan para wisatawan.

Mulia Donan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here