Anak-anak SDN Bungku membersihkan ruangan kelas sebelum kegiatan belajar mengajar (Foto Radio Manggarai)

Labuan Bajo, Ekorantt.com – Berada di Desa Mbakung, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bungku menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar dalam kondisi yang serba terbatas.

(Baca juga: Gedung Sekolah SD di Mabar Darurat, Lubang Menganga Ada Dimana-mana)

Gedung sekolah darurat dengan fasilitas sekolah yang memprihatinkan menjadi cerita pilu yang dialami oleh guru dan murid di sekolah tersebut.

Sebut saja, bangunan sekolah berdindingkan pelupuh bambu, berlantaikan tanah, beratapkan seng-seng karat dengan kursi-meja seadanya. Hanya ada empat ruangan kelas dan tanpa ruangan kantor guru.

Dengan kondisi demikian, guru dan peserta didik tidak putus asa. Mereka menjalankan tugas mereka masing-masing tanpa menggerutu.

“Meskipun kondisi ruangan yang tidak memungkinkan, saya senang dan bangga melihat siswa dan siswi yang semangat belajar. Dan sebagai guru, kami tetap bersemangat dalam mengabdikan diri untuk mencerdaskan putra-putri Indonesia di wilayah terpencil seperti ini,” kata  Kristiani L. Suet, salah satu Guru SDN Bungku saat diwawancara media, Selasa (5/11/2019).

Anak-anak punya semangat ’45 dalam belajar. Hal ini juga yang memacu para guru untuk terus mengabdi demi mencerdaskan anak bangsa

Ada pemandangan lumrah ketika anak-anak SDN Bungku berangkat ke sekolah pada pagi hari. Mereka menenteng jerigen berisi air.

Sesampainya di sekolah, sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, mereka membersihkan ruang kelas sekaligus menyiram debu menggunakan air yang mereka bawa dari rumah.

Hal ini merupakan tugas tambahan dan menjadi kewajiban setiap anak agar debu tidak mengganggu saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.

“Setidaknya dengan itu, kami dan para siswa sedikit merasa nyaman dalam kegiatan belajar mengajar. Tanpa kondisi ruangan yang nyaman, anak-anak pasti tidak fokus mendengarkan penjelasan guru,” cerita Kristiani.

Karena kondisi demikian, ia berharap, agar berbagai pihak yang peduli dengan kondisi sekolah bisa memberikan perhatianya.

“Terutama pada pemerintah daerah agar bisa memberikan fasilitas belajar yang memadai di sekolah kami. Sehingga anak-anak boleh menikmati kegiatan KBM dengan baik,” harapnya.

Adeputra Moses

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here