Acara pembukaan Festival Seni Budaya Sikka, Kamis (14/11/19) di PJC. Banyak kursi untuk undangan dari OPD-OPD tidak ditempati. (Foto: Yopi/Ekorntt.com).

Maumere, Ekorantt.com – Acara pembukaan Festival Seni Budaya Sikka yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sikka pada Kamis (14/11) di Pusat Jajanan dan Cinderamata (PJC) Maumere, Flores, NTT, diawali dengan karnaval budaya yang sangat meriah.

Namun, dalam pembukaan festival itu banyak kursi undangan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan undangan lainnya terlihat tidak ditempati.

“Saya memang cukup kecewa  OPD-OPD dan undangan lainnya tidak hadir pada momen seperti ini. Momen seperti ini  belum dihayati secara sungguh-sungguh,” sebut Wabup Sikka, Romanus Woga saat membuka Festival Seni Budaya Sikka di PJC.

Romanus mengatakan, Festival Seni dan Budaya Sikka ini sangat penting untuk membangkitkan kembali warisan nenek  moyang, seperti bahasa lokal, adat istiadat, ritual-ritual dan budaya lainnya, agar tidak hilang. 

“Semua ini harus kita lestarikan, seperti bahasa daerah kita, bahasa Sikka, agar bahasa ini tidak punah,” tegas Wabup Romanus.

Menurut Romanus, bahasa daerah di seluruh Indonesia ada sekitar 700 lebih. Namun, ada sekitar 13 bahasa di antaranya yang sudah punah, terutama di Indonesia Bagian Timur.

“Pertama, karena bahasa daerah ini tidak ditutur-tatarkan setiap hari. Kedua, karena perkawinan campur orangtua,” tutur Romanus.

Oleh karena itu, budayakan bertutur, jangan hanya soka toja yang kita budayakan.

“Kita harus bersyukur di Kabupaten Sikka ini ada Bapak Oscar Pareira Mandalangi yang punya perhatian besar tentang budaya Sikka,” ungkap Romanus.

Untuk itu, ia berharap di Kabupaten Sikka ini tumbuh bibit-bibit baru seperti Bapak Oscar Pareira Mandalangi agar budaya ini bisa terus dilestarikan.

“Ke depan, Dinas Pariwisata Sikka harus melibatkan orangtua dalam festival seni budaya, agar anak-anak kita bisa belajar mengenal seni budaya Sikka. Ini menjadi catatan penting bagi Dinas Pariwisata sikka agar setiap tahun harus ada peningkatan dalam menyelenggarakan festival ini,” tandas Romanus.

Ia berharap agar Dinas Pariwisata Sikka mendata kembali desa atau etnis yang belum mengikuti festival seni budaya Sikka, sehingga tahun depan mereka bisa dilibatkan.

“Ke depan, waktu kegiatan festival harus disesuaikan, jangan kegiatannya malam sehingga pengunjung bisa menyaksikan rangkaian kegiatan itu hingga selesai,” harap Wabup Romanus.

Ia menyampaikan terimakasih kepada  panitia yang telah menyelenggarakan acara festival seni budaya Sikka dan semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here