Tim Inspektorat melakukan pengukuran badan jalan di Desa Mokel, mulai dari pengukuran lebar badan jalan, ketebalan aspal serta deker, yang dananya bersumber dari dana desa

Borong, Ekorantt.com – Inspektorat dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Manggarai Timur memeriksa kondisi jalan Lapen Pedak-podol di Desa Mokel, Kecamatan Kota Komba, Manggarai Timur, Rabu (22/01/2019).

Warga setempat menyampaikan, pengerjaan jalan ini digilas menggunakan vibro kecil dan ditarik menggunakan mobil.

Salah seorang warga desa setempat, Sabinus Modo mengungkapkan, proyek tersebut bersumber dari dana desa dengan pagu dana sebesar Rp723.700.000.

Ia mendesak agar jalan tersebut dikerjakan kembali dengan memperbaiki seluruh kerusakan yang ada.

“Mereka harus bertanggung jawab dengan peroyek ini, harus dikerjakan ulang, apalagi sampai ditumbuhi keladi, seperti itu sangat miris sekali,” ungkap Modo.

Ia mengharapkan, hasil pemeriksaan harus dipublikasikan ke masyarakat agar mereka juga mengetahuinya.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Inspektorat Matim karena sudah menjawab aduan kami. Kami berharap agar hasilnya juga maksimal,” katanya.

Usai pemeriksaan jalan Pedak-Podol, tim pemeriksa menuju ke Dusun Lemo untuk memeriksa lokasi sebagaimana yang dilaporkan masyarakat di Kantor Bupati Manggarai Timur beberapa minggu yang lalu.

Salah satu toko masyarakat Dusun Lemo, Fansius Jebarus mempertanyakan material pasir di beberapa titik di kampung Lemo sejak tahun 2019. Tidak ada kejelasannya.

“Material pasir yang sudah ada ini sejak 2019 lalu, tapi tidak jelas. Pasir ini mau buat apa? Kami tanya RAB di salah satu anggota BPD di Dusun Lemo tapi dia tidak memberikannya. Pasir ini yang membuat kami merasa bingung, karena tidak ada kejelasan. Tanpa sepengetahuan, kami kontraktor langsung muat waktu itu turun di lokasi,” jelas Jebarus.

Ia juga kecewa dengan pernyataan bendahara Desa Mokel, Yulius Sariman di salah satu media saat itu.

“Ia mengatakan, bahwa kami yang melapor ke Inspektorat, ada kaitannya dengan politik. Sepertinya Ia memperovokasi kami,” tandasnya.

Sementara Sekretaris Desa mokel, Ambrosius Rapen kepada wartawan menjelaskan, belum ada pekerjaan sama sekali sejak tahun 2019, karena sudah memasuki akhir tahun.

“90 meter untuk material yang sudah muat, tetapi belum dikerjakan sama sekali,” kata Ambrosius.

Ekora NTT mencoba mengonfirmasi tim pemeriksa, Inspektorat dan DPMD Manggarai Timur. Menurut mereka, hasil pemeriksaan akan analisis terlebih dahulu sehingga nanti akan disampikan hasilnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here