Minggu, 5 Juli 2020

Kisah Warga ‘Kampung Usir’ di Sikka, Hidup Tanpa Listrik dan Sanitasi yang Layak

- Advertisement -

Maumere, Ekorantt.com‘Kampung Usir’, begitulah warga Urunpigang, Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat menyebutnya. Tempat ini adalah bekas perkampungan Urunpigang yang ditinggalkan penghuni puluhan tahun silam dan kini memilih tinggal di sisi kiri dan kanan jalan menuju kampung.

Kini disebut ‘Kampung Usir’ dan hanya dihuni enam kepala keluarga. Mereka menggantungkan hidup dengan menjadi kuli dan bekerja di kebun, cungkil batu, memecah batu kelikir dan juga mencari kayu bakar untuk dijual.

Dari enam kepala keluarga yang mendiami kampung tersebut, lima kepala keluarga merupakan pendatang baru. Sementara Petrus Goleng (71) dan istrinya Theresia Leksi menempati pondok reyot di kampung ini sejak tahun 1979.

Pasutri ini memilih tetap tinggal di kampung ini ketika warga lainya memilih beralih ke kampung Urunpigang yang sekarang. Sudah empat puluh satu tahun, keduanya tinggal di rumah yang lebih layak disebut sebagai gubuk tua yang reyot.

Gubuk berukuran 2 x 3 meter, sungguh  tidak layak huni. Beratapkan seng bekas dan tiang pondok dari batang reo yang sudah lapuk. Dindingnya dari pelupuh yang sudah berlubang. Gubuk ini jauh dari kesan sebuah tempat tinggal.

“Jika musim hujan ada air tiris dari seng bekas yang sudah karat. Kami terima keadaan ini apa adanya hingga usia kami sudah tua ini,” ungkap Theresia Leksi ketika disambangi Ekora NTT pada Senin, 22 Juni 2020 di pondoknya.

Thres juga mengatakan suaminya hari itu sedang berangkat ke Wuring untuk menjual kacang tanah. Hasil jualan digunakan untuk membeli beras.

Pasutri ini memiliki 8 orang anak dan 7 anaknya kini telah merantau ke luar NTT.

Ketika ditanya tentang penerangan malam, Theresia mengatakan, ia dan suaminya sudah terbiasa dengan gelap. Sumber cahaya di malam hari adalah pelita.

Rensiana Bejo, anak kedua yang hari itu berkunjung ke pondok orang tuanya mengungkapkan, sejak dulu orang tuanya belum pernah mendapatkan bantuan.

“Kalau Kartu Sikka Sehat (KSS) barusan dapat beberapa waktu lalu tetapi untuk bantuan lain sejak dulu tidak pernah dapat,” ujar Rensiana.

Rensi menambahkan, warga dari ‘Kampung Usir’ juga belum memiliki saluran pipa air. Kesulitan air ini menyebabkan sanitasi untuk warga di kampung ini masih jauh dari standar kesehatan.

Resni pun mengharapkan, ada program bedah rumah dari Pemkab Sikka untuk orang tuannya yang saat ini bekerja hanya untuk makan saja.

“Bapa dan mama tidak bisa lagi mengharapkan bantuan anak-anaknya yang merantau karena kondisi kakak dan adik-adik yang merantau juga susah sekali Pak. Jadi kalau bisa ada program bedah rumah itu, rumah orang tua saya bisa menjadi perhatian,” ujar Rensi.

Yuven Fernandez

TERKINI

‘Detusoko Rest Area’ Siap Jadi Tempat ‘Display’ Produk Wisata Desa

Ende, Ekorantt.com – Taman Nasional (TN) Kelimutu mendukung potensi agrowisata Detusoko sebagai salah satu desa penyangga Kelimutu. Kali ini, dukungan itu ditunjukkan lewat pembangunan...

Hidupkan Geliat Ekonomi, Desa-Desa Wisata Diminta Kembali Dibuka

Jakarta, Ekorantt.com – Demi menghidupkan kembali geliat ekonomi di desa, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar meminta desa-desa...

Miliki Laboratorium TCM, RSUD Tc Hillers Maumere Prioritaskan ODP dan PDP

Maumere, Ekorantt.com - Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo didampingi Wakil Bupati, Romanus Woga meresmikan laboratorium Tes Cepat Molekuler (TCM) di Rumah Sakit Umum Daerah...

Sebut Flores Bukan Wilayah Karts yang Dilindungi, Bupati Agas: Entah itu benar atau tidak, saya bukan ahli geologi

Borong, Ekorantt.com - Dalam dialog dengan mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi menolak pabrik semen dan tambang batu gamping di Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba...

BACA JUGA

Waspada Hoax Ajakan Penarikan Dana di Perbankan

Jakarta, Ekorantt.com -  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta masyarakat mewaspadai beredarnya informasi hoax di sosial media yang mengajak untuk melakukan penarikan dana di perbankan....

Sebut Flores Bukan Wilayah Karts yang Dilindungi, Bupati Agas: Entah itu benar atau tidak, saya bukan ahli geologi

Borong, Ekorantt.com - Dalam dialog dengan mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi menolak pabrik semen dan tambang batu gamping di Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba...

Miliki Laboratorium TCM, RSUD Tc Hillers Maumere Prioritaskan ODP dan PDP

Maumere, Ekorantt.com - Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo didampingi Wakil Bupati, Romanus Woga meresmikan laboratorium Tes Cepat Molekuler (TCM) di Rumah Sakit Umum Daerah...

Hari Bhayangkara Ke-74 di Sikka, Dari Baksos Hingga Penerbitan SIM Gratis

Maumere, Ekorantt.com - Menyambut Hari Bhayangkara ke-74 pada 1 Juli 2020, Polres Sikka telah menggelar serangkaian kegiatan Bakti Sosial (Baksos), diantaranya; donor darah, ziarah...

‘Detusoko Rest Area’ Siap Jadi Tempat ‘Display’ Produk Wisata Desa

Ende, Ekorantt.com – Taman Nasional (TN) Kelimutu mendukung potensi agrowisata Detusoko sebagai salah satu desa penyangga Kelimutu. Kali ini, dukungan itu ditunjukkan lewat pembangunan...

Urus Sampah Kota, Pemkab Ende Kekurangan Petugas Penyapu Jalan

Ende, Ekorantt.com – Persoalan sampah di wilayah perkotaan selalu menjadi sorotan. Demikian yang dialami juga di Kota Ende, Kabupaten Ende. Setiap harinya, Kota Pancasila menghasilkan...

Plan Indonesia Bagikan APD untuk Puskemas di Kabupaten Lembata

Lewoleba, Ekorantt.com - Untuk mendukung upaya pemerintah menghentikan penyebaran COVID-19, Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) menyumbang Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga kesehatan...

Aset Kopdit Hiro Heling Mendekati 30 Miliar Rupiah

Maumere, Ekorantt.com – Aset KSP Kopdit Hiro Heling mendekati 30 miliar rupiah. Sekarang ini, asetnya mencapai Rp28.874.189.874. Tersebar di sejumlah Kabupaten di NTT, jumlah...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here