Maumere, Ekorantt.com – “Musik itu saya ibaratkan seperti hubungan asmara yang membuat seseorang terangsang dengannya. Musik juga punya kekuatan yang mempersatukan sepasang kekasih dan bahkan persatuan universal. Yang paling penting dari semuanya musik dapat menciptakan aura positif”.
Pernyataan ini keluar dari mulut dara ayu Reineldis Doa yang sebentar lagi merampungkan kuliahnya di Universitas Negeri Jakarta Program Studi (Prodi) Pendidikan Musik.
Dikatakan Neldis, demikian ia biasa disapa, bakat seninya mulai tumbuh sejak usia enam tahun, tepatnya kelas I Sekolah Dasar di Nita, Kabupaten Sikka, Flores NTT.
Saat itu, Neldis diajarkan bernyanyi oleh orang tua dan khusus untuk vokal dipoles oleh ibu guru SD saat itu yakni Eusabia Edel.
“Saya mulai tampil bernyanyi di gereja sejak umur 6 tahun. Kalau ada kegiatan tanggungan liturgi dan berkat dukungan ibu Edel, saya tampil bernyanyi dan terbawa hingga sekarang,” jelas anak kedua Pasutri Rafael Detu- Kornelia Ngao.
Bakat menyanyi kemudian dipoles lagi ketika bergabung dengan Gita Smater Choir (GSC) Paduan Suara SMAK Frateran Maumere pada tahun 2013-2014. Selepas SMA dirinya memilih kuliah di program studi Pendidikan Musik.
Pemilik zodiak Cancer ini memberi komentar terkait generasi muda yang kurang berminat kuliah pendidikan musik. Sekolah musik, tutur gadis kelahiran 24 tahun silam ini, tidak harus pandai dalam hal bermain musik. Intinya punya musikalitas dalam diri.
“Bagi yang ingin belajar dan memperdalam musik sebaiknya tetap dikembangkan. Blantika musik di NTT khususnya di Maumere lebih bergairah dan menggeliat kalau banyak yang mulai memilih kuliah musik,” kata peraih juara 2 Lomba Menyanyi Seriosa Putri Pekan Seni Mahasiswa Daerah Provinsi DKI Jakarta tahun 2018 ini.
Yuven Fernandez












