Maumere, Ekorantt.com – Perayaan misa syukur yang dipimpin oleh Uskup Maumere, Mgr. Ewaldus Martinus Sedu membuka seluruh rangkaian Rapat Anggota Tahunan (RAT) Kopdit Pintu Air Tahun Buku 2025.
Misa syukur berlangsung di Aula Kantor Pusat Kopdit Pintu Air, Dusun Rotat, Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Provinsi NTT pada Kamis, 5 Maret 2026.
Mgr. Ewaldus, dalam kotbahnya, berharap RAT Kopdit Pintu Air melahirkan keputusan yang jujur dan berbelas kasih.
“Sehingga setiap anggota pulang dengan harapan yang diperbaharui dan setiap langkah kita menjadi aliran rahmat bagi banyak orang,” ujarnya berharap.
Bagi dia, RAT bukan sekadar laporan angka melainkan altar komitmen iman yang dialiri belas kasih. Dari sinilah pembangunan ekonomi kerakyatan menjadi langkah nyata bagi pelaku usaha mikro, petani, nelayan, dan pekerja yang membutuh perubahan hidup.
Mgr. Ewaldus mendorong Kopdit Pintu Air untuk mengedepankan tata kelola yang jujur dan berpihak pada kelompok yang rentan secara ekonomi.
Ia juga mengenang kembali masa-masa awal berdirinya Kopdit Pintu Air di Dusun Rotat pada 1995. Kala itu, lahir keberanian dari realitas masyarakat akar rumput yang punya keterbatasan ekonomi dan sulit mengakses pelayanan keuangan yang layak.
“Keberanian itu menyala dalam hati orang-orang yang sederhana dan tak punya banyak harta tapi punya keberanian yang teguh. Mereka merindukan wadah saling menolong yang dapat diandalkan secara berkelanjutan,” tutur Mgr. Ewaldus.
“Benih koperasi ditanam dengan iman bahwa kesejahteraan bisa dibangun bersama melalui kejujuran dan rasa kekeluargaan yang tulus.”
Berkat keberanian dan langkah kecil itu, kata Mgr. Ewaldus, pelayanan Kopdit Pintu Air menjangkau sampai ke penjuru negeri.
Ia juga menyentil nama Kopdit Pintu Air yang lahir dari keprihatinan sosial atas ketimpangan yang dialami masyarakat di sekitar mata air Wair Pu’an.
“Mata air ini mengalir bagi banyak orang, sementara yang dekat harus menahan dahaga.”
Nama Pintu Air, lanjut Mgr. Ewaldus, menjadi seruan nurani agar keadilan sungguh mengalir sampai kepada yang paling kecil dan tersisihkan.
“Nama Pintu Air juga menjadi doa iman yang terus didaraskan agar aliran rahmat Tuhan menyegarkan batin, menumbuhkan kesejahteraan, dan memelihara keberlanjutan hidup bersama.”
Secara rohani, Kopdit Pintu Air mengingatkan kita, bahwa hidup yang berakar pada sumber yang benar akan terus mengalirkan kehidupan bagi sesama.
Karena itu setiap langkah yang diambil Kopdit Pintu air perlu ditimbang dengan iman yang kokoh agar pengelola tidak terpikat dengan kekuatan dunia yang semu, melainkan tetap mengandalkan Tuhan.
Kini Kopdit Pintu Air menjangkau banyak daerah di tanah air. Semua ini bukan kebetulan, kata Mgr Ewaldus. “Ini adalah gerakan yang tumbuh karena nafas solidaritas yang menghidupi, karena simpanan dan pinjaman yang dikelola secara akuntabel, serta pengelolaan usaha yang diikhtiarkan dengan tulus.”
Menuturnya, moto sederhana, ‘kau susah aku bantu, aku susah kau bantu’ mengalirkan spiritualitas yang mengubah budaya menutup diri menjadi budaya saling menopang.
“Kita menyaksikan aset bertambah dan jaringan meluas, namun pertumbuhan ini perlu dihayati sebagai buah dari kepercayaan kepada Tuhan yang berwajah belas kasih.”
