Berau, Ekorantt.com – Koperasi Kredit (Kopdit) Pintu Air Cabang Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur, terus berkembang.
Menurut Ketua Komite Kopdit Pintu Air Cabang Sangatta, Yulius Nong Plea, jumlah pinjaman beredar per Februari 2026 telah mencapai Rp20,37 miliar lebih.
“Itu sebagai bukti nyata bahwa Kopdit Pintu Air telah membantu menggerakan ekonomi anggota,” kata Yulius saat mengunjungi Sultan Sambaliung, Sultan Raja Muda Perkasa PYM Datu Amir di kediamannya di Jalan Garuda, Kelurahan Sambaliung, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur pada Kamis, 12 Maret 2026.
Ia menambahkan, jumlah anggota baru di Kopdit Pintu Cabang Sangatta terus bertambah setiap bulannya.
Anggota, menurut Yulius, bukan saja warga diaspora Nusa Tenggara Timur, namun ada juga penduduk asli serta para perantau dari daerah lain di Indonesia.
“Ini terbukti jumlah anggota telah mencapai 4000 lebih,” tandasnya.
Sementara Datu Amir mendukung kehadiran Kopdit Pintu Air di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur.
”Datu Amur sangat mendukung sekali hadirnya Koperasi Pintu Air di Kabupaten Berau, semoga bisa membantu masyakat dalam mengelola keuangan dan berinvestasi demi masa depan yang lebih baik,” ujar Yulius.
Yulius mengatakan, mereka menemui Sultan Sambaliung untuk melakukan bersilaturahmi sekaligus memperkenalkan, serta memohon izin dan restu dari pemangku Kesultanan Sambaliung agar Kopdit Pintu Air diterima di wilayah itu.
Kehadiran tim Kopdit Pintu Air mendapat sambutan hangat oleh Datu Amir dan keluarga. Datu Amir berharap kehadiran Kopdit Pintu Air dapat membantu masyarakat terutama untuk memnggerakan ekonomi warga.
Ketua Tempat Pelayayan (TP) Berau, Liska Yulianty Kasan menambahkan, Datu Amir berjanji untuk menghadirkan semua komponen masyarakat dalam sebuah forum pertemuan sosialisasi guna mendapat penjelasan lebih komprehensif dan mendalam tetang Kopdit Pintu Air, baik yang berkaitan dengan hak maupun kewajiban sebagai anggota.
Liska berkata, tim Pintu Air mendekati Datu Amir karena saat ini dia adalah penjaga warisan sejarah dan adat Kesultanan Sambaliung.
Kesultanan ini dikenal aktif dalam kegiatan budaya dan adat masyarakat Berau. Kesultanan Sambaliung juga disebut berpartisipasi langsung dalam menggerakan usaha ekonomi warganya terutama pengusaha kecil menengah.
Datu Amir sendiri adalah penerus simbolik dari garis keturunan kerajaan lama yang pernah memerintah wilayah Berau sebelum sistem kerajaan dihapus setelah kemerdekaan Indonesia.
