Lewoleba, Ekorantt.com – Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pintu Air Kantor Cabang Pembantu (KCP) Wulandoni di Kabupaten Lembata, NTT, konsisten membantu anggota mengembangan usaha di wilayah itu.
KSP Pintu Air KCP Wulandoni, Bernard Belawa, berkata konsentrasi terhadap usaha para anggota diawali dengan mengidentifikasi jenis usaha, kebutuhan modal, termasuk analisis kelayakan usaha.
“Model pendampingan dari cabang untuk anggota yang berwirausaha sangat variatif, tergantung dari jenis usaha. Beberapa langkah strategis sudah kami terapkan,” ujarnya dari Lembata Senin, 24 Agustus 2026.
Selain analisis kelayakan, KCP Wulandoni juga setia melakukan pendampingan penggunaan modal, monitoring perkembangan usaha secara berkala, membantu anggota membuat perencanaan sederhana, misalnya modal, omzet, biaya, serta keuntungan.
Wajah KSP Kopdit Pintu Air yang dibangun tetap dengan prinsip koperasi sebagai mitra pertumbuhan anggota, tak hanya sebagai tempat atau lembaga meminjam uang.
“Kita juga mendorong anggota meningkatkan usaha secara bertahap. Membantu anggota ketika menghadapi masalah pemasaran, modal maupun manajemen usaha,” jelasnya.
Bernard berkata, jumlah anggota Kopdit Pintu Air KCP Wulandoni sebanyak 2.547 termasuk petani, nelayan, dan peternak. Mereka tersebar di 16 titik, unit, dan kelompok yang sudah dikukuhkan dan rutin mengikuti Rapat Anggota Bulanan (RAB).
Pendampingan dan konsentrasi penuh terhadap usaha anggota perlahan menunjukkan kemajuan, di antaranya pertanian hortikultura, perikanan, perdagangan, kuliner, usaha rumah tangga hingga UMKM kerajinan berbahan alam.
Komite dan manajemen juga bekerja dalam merekrut dan mendampingi anggota yang berwirausaha dengan terus menjunjung semangat gotong royong atau team work.
“Ketika berhadapan dengan kendala dalam tugas di lapangan, ada kiat yang dibangun tim kerja di cabang yakni semangat pendekatan pelayanan setiap minggu yang sudah terjadwal, dan pertemuan kelompok adalah kunci utama dalam menghidupi semangat kekeluargaan,” ujar Bernard.
Ia berkata kepuasan anggota menjadi prioritas utama pelayanan. Tim komite dan manajemen melakukan pendampingan terhadap komite atau pengurus kelompok. Jika ada masalah, langkah pertama ialah mengidentifikasi.
“Prinsipnya kita tetap berpegang pada menyelesaikan masalah tanpa menimbulkan masalah baru, sehingga kepuasan anggota menjadi prioritas pelayanan,” tuturnya.
Penulis: Paul Kabelen

