Maumere, Ekorantt.com – Pater Frengky Gare, O. Carm, misionaris yang berkarya di Spanyol mengajak segenap pengelola Kopdit Pintu Air agar terus menjaga suasana kekeluargaan.
Ia mengaku senang kala melihat suasana keakraban dan kekeluargaan manajemen koperasi yang berbasis di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur itu.
Pater Frengky sendiri datang ke kantor pusat Kopdit Pintu Air untuk memimpin perayaan Ekaristi Jumat Pertama (Jumper). Misa berlangsung di Aula Sumur Yakob gedung lantai tiga kantor pusat Kopdit Pintu Air di Dusun Rotat, Desa Ladogahar, Kecamatan Nita Kabupaten Sikka, Jumat, 2 Oktober 2026.
“Luar biasa untuk saya, hari ini saya dapat memimpin perayaan ekaristi di sini,” ucap Pater Frengky.
Ia juga menjabarkan dua karakter dalam diri manusia, yakni homo homini deus dan homo homini lupus.
Manusia adalah Tuhan bagi manusia lain dan manusia adalah serigala bagi manusia yang lain, jelas Pater Frengky.
Dalam konteks homo homini lupus, ia mengajak untuk tidak hanya memaknainya secara negatif.
Menurutnya, ungkapan tersebut juga dapat dilihat dari sisi positif, yakni menggambarkan serigala sebagai hewan yang kuat, tangguh, dan memiliki daya juang untuk mencapai tujuan.
“Kita bukan orang-orang sembarang, kita sebagai seorang pekerja, kita adalah orang-orang pilihan sebagai pelayan dan petarung. Kita juga sebagai petarung melawan hal-hal yang tidak benar. Yang benar itu harus diperjuangkan agar dapat keluar sebagai pemenang,” ujar Pater Frengky.
Sebagai petarung, kata dia, pengelola Kopdit Pintu Air mestinya lebih giat lagi dalam bekerja dalam pelayanan kepada anggota. Hal ini tentu saja penting agar dapat mencapai tujuan sesuai target.
Sementara itu, Ketua Pengurus Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano mengatakan, jumlah anggota Kopdit Pintu Air per September 2026 telah mencapai 519.736 orang.
Dari jumlah itu, anggota yang telah meninggal dunia mencapai 50 ribu orang.
“Capaian ini tentu masih jauh dari target satu juta anggota pada akhir tahun nanti,” kata Jano.
Karena itu, Jano berpesan kepada semua manajemen dan komite mulai dari kantor pusat hingga kantor cabang, kantor cabang pembantu, kelompok, dan titik kumpul supaya lebih giat lagi bekerja untuk merekrut anggota baru.
Manajemen dan komite juga tidak boleh mengabaikan anggota yang tidak aktif.
“Kenapa saya omong tentang anggota, karena anggota itu penting. Anggota itu ibarat mata air bagi koperasi.”
“Mata air tidak mengalir lagi dan kering ibarat anggota yang sakit, yang hilang dan tersesat kita biarkan saja maka koperasi akan mati,” tutup Jano.

