Senin, 25 Mei 2020

Perempuan dan Penyandang Disabilitas Belum Diperhatikan Secara Serius

- Advertisement -

Larantuka, Ekorantt – Bupati Flores Timur, Antonius Gege Hadjon mengakui, kaum perempuan dan penyandang disabilitas belum diperhatikan secara serius.

Hal ini disampaikannya seperti yang dibacakan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Flotim, Abdur Razak Jakra saat acara Talk Show dan Pameran Gender, Disabilitas dan Inklusi Sosial dalam Adaptasi Perubahan Iklim, Rabu (30/1) di Hotel Gelekat Nara.

Menurutnya, hal ini dikarenakan beberapa faktor yakni, pertama, dari sisi penyandang disabilitas.

“Mereka masih menyembunyikan diri atau disembunyikan oleh keluarga dan lingkungan sehingga tingkat partisipasi mereka sangat minim,” jelasnya.

Kedua, adanya kesenjangan pemahaman, komunikasi dan kecurigaan dari penyandang disabilitas atau keluarganya terhadap mereka yang bukan penyandang disabilitas.

Ketiga, belum kuatnya kebijakan program untuk memastikan adanya mainstreaming gender dan inklusi sosial dalam internal lembaga pelaksana ataupun kerangka program itu sendiri.

Dan keempat, upaya inklusi sosial terkait perjuangan, pengakuan hak difabel, persepsi tentang keberadaan difabel sebagai aset, dan perluasan akses kaum terpinggirkan masih sebatas retorika.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Flores Timur berupaya untuk memastikan partisipasi kaum perempuan, penyandang disabilitas, dan inklusi sosial mulai dari tahapan perencanaan sampai pada pemanfaatannya.

Bupati Anton menjelaskan, kegiatan yang diinisiatifi oleh Yayasan Pengkajian dan Pengembangan Sosial (YPPS) Flotim ini menarik karena membantu upaya penguatan komunitas terhadap pengurangan resiko bencana dan dampak perubahan iklim.

Sedangkan tujuan yang hendak dicapai adalah membangun ketangguhan para pihak terkait di Kabupaten Flores Timur guna beradaptasi terhadap perubahan iklim, khususnya kekeringan.

Sementara itu, Ketua YPPS Kabupaten Flores Timur, Melki Koli Baran menyampaikan, kegiatan ini dibagi dalam tiga bagian.

Pertama seminar yang menghadirkan pembicara kunci, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Flores Timur, Ny. Lusia B.Gege Hadjon dengan topik “Gender dan Disabilitas dalam perspektif Flores Timur”.

Bagian kedua berupa Talk Show dan bagian ketiga diisi dengan Pameran.

Menurutnya, Talk Show dan Pameran dimaksudkan untuk membangun pemahaman bersama tentang gender, disabilitas dan inklusi sosial.

Di dalamnya akan ada sharing pembelajaran dan praktik oleh perempuan pejuang pangan serta mempromosikan berbagai hasil olahan pangan yang adaptif perubahan iklim demi memperkuat kejayaan pangan lokal Flores Timur.

“Harapan kami dalam kegiatan ini, ada kesepahaman peserta terkait gender, disabilitas dan inklusi sosial sehingga dapat diakomodir dalam pengarusutamaannya,” imbuh Melki.

“Peserta mendapatkan pembelajaran terkait ketangguhan perempuan pejuang pangan dalam menghadapi tantangan iklim dan diharapkan termotivasi dalam mendukung dan memperkuat kejayaan pangan lokal,” tambah Melki.

Hadir pada kesempatan tersebut, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah terkait, anggota Forkopimda Kabupaten Flores Timur, para camat, lurah dan kepala desa se-Kabupaten Flores Timur serta segenap perwakilan tokoh agama dan tokoh masyarakat.

TERKINI

Tindakan Penutupan Jalan di Hikong Melawan Hukum

Maumere, Ekorantt.com - Dosen Fakultas Hukum Universitas Surabaya, Marianus Gaharpung mengatakan, tindakan sepihak penutupan jalan umum yang dilakukan oleh Kepala Desa Hikong merupakan tindakan...

Heboh Aksi Penutupan Jalan Negara Berujung Maut, Ini Penjelasan Kades Hikong

Maumere, Ekorantt.com – Aksi penutupan jalan negara Maumere-Larantuka, tepatnya di Desa Hikong, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka bikin heboh. Ekora NTT berkesempatan mewawancarai Kepala Desa (Kades)...

Hidup Berpindah-pindah, Lukas Lodan Sekeluarga Menumpang Gubuk Reyot di Urunpigang

Maumere, Ekorantt.com - Nahas memang nasib yang dialami oleh Lukas Lodan dan Marta Pewa. Pasangan suami istri dengan empat anak ini harus tinggal berpindah-pindah...

Akses Pasar Terbatas, Desa Detusoko Barat Kembangkan Inovasi ‘Dapur Kita’

Ende, Ekorantt.com - Ferdinandus Nando Watu, penggagas konsep ekowisata di Kabupaten Ende yang kini menjabat sebagai kepala desa Detusoko Barat, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende...

BACA JUGA

Pemkab Nagekeo Pesan 1.800 Unit Alat Rapid Test

Mbay, Ekorantt.com - Pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui tim gugus tugas penanganan dan pencegahan Covid-19 memesan 1.800 unit alat rapid test. Juru Bicara Tim Gugus Tugas...

AWK Desak Pemerintah Berikan Dana Stimulan untuk Koperasi

Maumere, Ekorantt.com - Senator asal Nusa Tenggara Timur, Angelo Wake Kako (AWK) mendesak pemerintah untuk memperhatikan nasib koperasi kredit di tengah pandemi Covid-19. Dalam suratnya...

Tindakan Penutupan Jalan di Hikong Melawan Hukum

Maumere, Ekorantt.com - Dosen Fakultas Hukum Universitas Surabaya, Marianus Gaharpung mengatakan, tindakan sepihak penutupan jalan umum yang dilakukan oleh Kepala Desa Hikong merupakan tindakan...

Persekutuan Ebenhaezer Jakarta Bantu APD untuk Pemkab Ende

Ende, Ekoranntt.com – Persekutuan Ebenhaezer Jakarta menunjukkan aksi kemanusiaan dengan membantu langkah Pemkab Ende dalam menangani badai Covid-19. Persekutuan Ebenhaezer Jakarta memberikan paket Bantuan berupa...

Tambah 2 Kasus Positif Covid-19, 3 Kecamatan di Ende Masuk Zona Merah

Ende, Ekorantt.com - Dua kasus baru Covid-19 di Kabupaten Ende dari klaster Magetan menambah jumlah kasus positif di Kabupaten Ende menjadi 6 kasus. Berdasarkan rilis...

Pemkab Lembata Hanya Jemput 20 Pelaku Perjalanan, Begini Alasannya

Larantuka, Ekorantt.com – Setelah dua bulan lebih terlantar di Flores Timur, pelaku perjalanan asal Kabupaten Lembata dijemput pada Jumat (22/5/ 2020). (Baca juga: Pelaku Perjalanan...

Setia Menjaga Perbatasan

Maumere, Ekorantt.com - Pandemik Covid-19 telah melanda lebih dari 200 negara di dunia termasuk Indonesia. Sejumlah upaya telah dan sedang dikerjakan untuk mengobati dan...

Desa Aewora-Ende Terapkan Karantina Terpusat bagi Warga yang Datang dari Zona Merah

Ende, Ekorantt.com - Pemerintah Desa Aewora, Kecamatan Maurole Kabupaten Ende menerapkan karantina terpusat bagi pelaku perjalanan yang datang dari wilayah zona merah penyebaran Covid-19. Penerapan...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here