Aset KSP Kopdit Pintu Air Cabang So’e Capai Rp. 17 Miliar

So’e, Ekorantt.com – Meskipun usia keberadaan KSP Kopdit Pintu Air Cabang So’e baru empat tahun terhitung tanggal berdirinya pada 24 September 2014, hingga posisi tanggal 31 Desember 2018, total aset yang dimiliki Pintu Air Cabang So’e mencapai Rp17.590.945.781.

Sementara itu, pinjaman yang beredar ditangan anggota sebanyak Rp16.889.913.000 dan Sisa Hasil Usaha (SHU) Rp334.738.829,00.

Demikian dijelaskan Ketua Komite KSP Kopdit Pintu Air Cabang So’e, Yehunias S.A. Naat dalam sambutan pada acara pembukaan Pra Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2018, Rabu (6/3) pagi bertempat di aula SMPN 3 Soe.

Naat mengakui, jumlah anggota 7.222 orang yang terdiri atas 3.758 laki-laki dan 3.464 perempuan.

Mereka tersebar di 32 kecamatan di Kabupaten TTS.

iklan

“Wilayah ini sangat luas dan anggota kita bulan ini 68 orang. Saya berharap, kita yang sudah bergabung menjadi anggota mengajak sesama untuk masuk anggota baru,” ujar Naat.

Menurut Naat, hadirnya Kopdit Pintu Air di Kabupaten TTS sangat membantu ekonomi masyarakat, terutama masyarakat di pedesaan.

Sebab, Kopdit Pintu Air tidak membeda-bedakan masyarakat baik suku, ras, maupun agama.

Oleh karena itu, Naat berharap, kerjasama semua pihak terutama Pemerintah Daerah yang selama ini terjalin baik tetap dipertahankan untuk membangun masyarakat TTS yang sejahtera.

“Kami berterimakasih kepada pemerintah Desa, pemerintah Kecamatan, dan pemerintah Kabupaten TTS yang senantiasa bersinergi dengan Kopdit Pintu Air dalam membangun  ekonomi kerakyatan di wilayah ini,” imbuh Naat.

Yohanes Benu, salah satu anggota peserta pra RAT mengusulkan, Ketua Komite Cabang So’e segera membuat surat kerjasama dengan Pemda TTS perihal sosialisasi akbar bersama seluruh jajaran ASN.

Sebab, Bupati TTS, Eugesem Piether Tabun sangat antusias bersinergi dengan KSP Kopdit Pintu Air dalam memajukan ekonomi masyarakat TTS.

“Ini peluang yang mesti ditanggapi secara proaktif dari pengurus sehingga apa yang kita cita-citakan agar anggota kita bertumbuh cepat bisa terjawab. Kita didukung oleh pemerintah,”aku Benu.

Pemersatu Bangsa

Sementara itu, Ketua Pengurus KSP Kopdit Pintu Air Kantor Pusat Rotat Indonesia, Jakobus Jano menegaskan, Kopdit Pintu Air adalah koperasi seluruh lapisan masyarakat.

Ia menjadi alat pemersatu bangsa bersemboyankan Bhineka Tunggal Ika.

Hal ini terbukti dari keanggotaan yang berasal dari berbagai suku, ras, agama, dan antargolongan yang tersebar di pelbagai pulau di Indonesia, yakni Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, Bima, Sumbawa, NTT, Makassar, Maluku, Papua, dan Timor Leste.

“Pintu Air telah menjadi Koperasi Kredit Primer Nasional pemersatu bangsa dari Sabang sampai Merauke,” tegasnya.

Jakobus berharap, wilayah TTS dengan jumlah penduduk terpadat harus menjadi barometer pilar ekonomi kerakyatan.

Sebab, ia didukung oleh berbagai sektor baik swasta, lembaga agama maupun pemerintah setempat.

“Anggota kita dari kalangan nelayan, tani, peternak, dan buruh karena hakekat koperasi sejatinya adalah anggota,” tandas Jano.

Jano berharap, Ketua Komite Cabang So’e selalu membangun relasi dan kebersamaan dengan semua elemen.

Ia berjanji akan berkoordinasi dengan komite pasca Pemilu 17 April 2019 mendatang sehingga rencana itu terlaksana dengan baik.

“Saya bangga Pemda TTS punya kepedulian untuk masyarakat. Karena itu, jajaran pengurus kantor pusat akan bekerjasama dengan Komite Cabang So’e. Setelah Pemilu, kita akan lakukan hal itu,”ujar Jano.

Jano mengakui, setiap bulan anggota Pintu Air mengadakan pertemuan bulanan Pra RAT.

Namun, karena tuntutan Undang-Undang tentang Koperasi, maka Pintu Air wajib hukumnya menyelenggarakan rapat tahunan untuk menerima masukan dan usul saran dari anggota selaku pemilik koperasi.

Usul saran itu kemudian dikukuhkan dalam rencana kerja tahun buku berikutnya.

“Ini momen kita saling memberikan masukan agar menjadi pedoman kerja tahun buku 2019 mendatang,” kata Jano.

Jano menambahkan, meskipun sudah digelar Pra-RAT, budaya Pintu Air menggelar Pasca RAT tetap dijalankan.

Sebab, itu adalah momen syukuran atas perjalanan waktu  yang telah dilalui selama satu tahun buku berlalu.

 

TERKINI
BACA JUGA