Di Ende, Sebelum Jadi Pelaku Bunuh Diri, Jordi Tulis Surat Wasiat

Ende, Ekorantt.com– Kesedihan menyelimuti keluarga Bapak Blasius Sindu dan Mama Felisitas Sang Surya, warga Lorong SMA 1 Ende, RT 27/RW 07, Kelurahan Onekore, Kecamatan Ende Tengah,  setelah tahu bahwa putra mereka, Jordi Sindu, menjadi pelaku bunuh diri.

Jordi mereka temukan tidak bernyawa di kamar rumahnya dalam keadaan tergantung pada seutas tali di leher, Rabu dini hari (19/06/2019) pukul 05.00 WITA.

Warga Onekore yang kaget pun segera berjubel ke rumah pelaku karena sebelumnya tidak ada tanda-tanda khusus pada yang bersangkutan.

Sebas Wae, keluarga korban kepada Ekora NTT menjelaskan, keluarga sendiri  kaget setelah mengetahui bahwa Jordi sudah tidak bernyawa dan meninggal dalam posisi gantung diri. Lebih tepatnya, setelah ibu kandung dia Mama Felisitas masuk kamar dan berniat membangunkan pelaku.

Sebas mengatakan, setelah mengetahui pelaku tidak bernyawa, pihaknya lantas mendatangi aparat Polres Ende untuk melaporkan kejadian dimaksud. Aparat Polres Ende dari Satuan Reserse dan Kriminal kemudian datang ke rumah pelaku untuk melakukan identifikasi dan pengumpulan keterangan dari keluarga.

iklan

Dan mereka menemukan surat sebanyak 2 lembar pada sebuah buku.

Pada surat itu, Jordi menuliskan kalimat,Bapa,mama maafkan saya, saya tidak kemana mana. saya tetap ada disini. Tolong liat Putri, Opa tolong ongkos Putri. Putri Anakku Sayang, Putriku Cantik, dan Pintar Jangan nakal. Dengar Nasehat Opa dan Oma. Bapa akan jadi pelindung. saya Pasti jaga kalian semua. Kubur diatas Uniflor. jangan bawa saya ke rumah sakit, saya dirumah saja.

Ketika surat berupa wasiat itu ditemukan di tempat tidur pelaku dan dibacakan,  isak tangis warga dan keluarga lainnya tak terbendung.

Informasi yang dihimpun wartawan, Jordi meninggal dalam usia 38 tahun. Sebelumnya, 2 tahun lalu, istri dia Natalia Sandi Syukur telah meninggal duluan karena sakit. Mereka meninggalkan anak semata wayang yang bernama Putri.

Pelaku Jordi adalah eks karyawan PT Hino  Ende. Orangtuanya berasal dari Kampung Sita dan Padar, Manggarai, dan mereka sudah lama menetap di Ende .

Sebas menerangkan, “Selama ini almarhum tinggal di Maumere di Kampung Brai, di sini hanya orangtuanya saja.”

Kakak ipar Jordi itu pun berdoa semoga Tuhan mengampuni semua dosa  yang telah dilakukan oleh pelaku.

Faktor  bunuh diri memang tidak pernah tunggal. Bunuh diri merupakan tindakan yang salah dan tak boleh dilakukan oleh siapa saja.

TERKINI
BACA JUGA