Para Orang Muda Katolik (OMK) se-Kevikepan Borong berpose bersama dalam kegiatan jambore yang berlangsung di Paroki Salib Suci Mamba, Senin (29/7/2019) hingga Rabu (31/7/2019).

Borong, Ekorantt.com – Ratusan Orang Muda Katolik (OMK) se-Kevikepan Borong mengadakan kegiatan jambore di Paroki Salib Suci Mamba. Kegiatan jambore ini berlangsung selama tiga hari, sejak Senin (29/7/2019) hingga Rabu (31/7/2019). 

OMK yang hadir dalam kegiatan jambore ini merupakan utusan dari masing-masing paroki yang bersedia. Terdaftar, dari sembilan belas paroki di Kevikepan Borong, terdapat lima belas paroki yang bersedia mengutus  OMK-nya untuk mengikuti kegiatan jambore  tingkat Kevikepan Borong di Mamba.

Masing-masing paroki mengutus dua puluh peserta OMK. Mereka kemudian dibagi ke dalam beberapa kelas kreativitas berdasarkan minat masing-masing. Di antaranya, kelas pertanian organik, kelas musik, kelas koor, kelas teater, kelas seni tari, kelas reportase, dan kelas fotografi.

Mereka yang tergabung dalam kelas kreativitas mendapat pelatihan khusus dari fasilitator yang didatangkan dari Puspas Ruteng. Dalam kelas ini, para OMK tampak antusias berpartisipasi hingga pada puncak pementasan karya saat malam pementasan seni.

Romo Is Pangkur, Pastor di Mamba, ketika dihubungi Ekora NTT via WhatsApp, Kamis (1/8/2019), menjelaskan, kepercayaan dari Kevikepan Borong dan para imam untuk kegiatan itu tentu menjadi suatu penghargaan besar buat umat Paroki Mamba.

Kata dia, penghargaan itu tentunya dibalas dengan persiapan yang matang demi menyukseskan kegiatan jambore. Dengan adanya kegiatan ini, jelasnya, Paroki Salib Suci Mamba punya harapan bahwa kehadiran mereka memberikan rasa kedamaian dan saling memiliki di antara sesama.

“Tentu kita punya mimpi lewat kehadiran mereka. Bahwa mereka memiliki kita. Cinta mereka tumbuh lewat kehadiran dan keterlibatan mereka selama beberapa hari di tempat ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Nitha Jau, salah satu peserta OMK, menjelaskan bahwa kegiatan jambore yang dilaksanakan pada tingkat Kevikepan Borong itu menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri baginya. Kegiatan jambore ini, jelasnya, menjadi salah satu wadah pertemuan untuk semua anak muda.

“Saya sangat bersyukur sekali dengan adanya kegiatan ini. Selain dipertemukan dengan semua anak muda juga diberi pengetahuan baru melalui kegiatan dalam kelas peminatan. Ini momen yang paling berharga dari kegiatan ini,” ungkap Nitha.

Nitha menambahkan, melalui kegiatan ini dirinya sangat merasakan  keteduhan hati yang begitu mendalam. Apalagi ada kegiatan rekoleksi yang dibawakan oleh Romo Ompi Latu.

Rekoleksi  itu membuat semua anak muda temukan kedamaian di tengah masalahnya masing-masing. Yang pada satu sisi itu juga menyertai perjalanan hidup mereka agar lebih sungguh-sungguh merasakan kehadiran rahmat penyembuhan yang luar biasa.  

Mulia Donan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here