Senin, 6 Juli 2020

Tommy Boly dan Pekikan “Horo” di Panggung The Voice Indonesia 2019

- Advertisement -

Maumere, Ekorantt.com – Tommy Boly Lakawolo, 29 tahun, memekikkan horo sesaat setelah lolos di Blind Audition The Voice Indonesia 2019. Bagi orang Maumere (Sikka), teriakan horo merupakan yel pembakar semangat untuk terbang lebih tinggi.

Pemuda Maumere yang satu ini memang sudah tidak asing lagi dalam ajang pencarian bakat. Tahun 2017 ia meraih posisi runner up 1 pada  ajang I-Sing World. Dan kali ini ia kembali membuat bangga NTT, khususnya Maumere dengan penampilan super kecenya di The Voice Indonesia 2019.

Di babak blind audition yang tayang pada 20 September lalu, Tommy membawakan lagu Tompi berjudul ‘Tak Pernah Setengah Hati’. Penampilan terbaiknya mampu membalikkan kursi keempat coach. Di ujung penampilannya, Titi DJ menggenapi semua coach yang takhluk dengan merdunya suara Tommy Boly.

“Kita memang nggak janjian loh, tapi karena suara kamu memang udah matang banget,” ucap coach Isyana. 

Hal serupa juga disampaikan oleh coach Vidi dan Nino, “Suara kamu itu definisi acara ini The Voice Indonesia”.

Para coach berlomba-lomba agar Tommy masuk ke dalam tim mereka. Hal itu terlihat ketika Tommy hendak memilih coach mana yang akan membimbingnya. Para coach menunduk dengan harap-harap cemas.

Namun coach Isyana sepertinya tak menyangka. Pelantun lagu ‘Tetap dalam Jiwa’ ini berteriak histeris ketika Tommy hendak mengalungkan batik di lehernya pertanda dialah coach pilihan Tommy. Raut kecewa terlihat dari wajah keempat coach lainnya.

Tommy Boly dalam wawancara dengan Ekora NTT mengakui, dirinya melakukan persiapan untuk penampilannya malam itu.

“Persiapannya jaga kesehatan, latihan, dan tentunya berdoa kak, minta petunjuk dan bantuan Tuhan,” ucapnya.

Sehari-hari Tommy bekerja sebagai assessor batik yang menilai kelayakan sekaligus menjaga kualitas para pengrajin batik di Jogjakarta.

Ia juga freelancer singer. Pekerjaan inilah yang membuat pemilik vokal autentik seperti penilaian para juri ini terus menjaga vokalnya.

Dalam ajang sekelas The Voice Indonesia, masyarakat NTT perlu berbangga. Mengapa?  Para coach mengakui talenta vokal dari timur Indonesia termasuk Flores-NTT.

“Saya pernah membahas dengan coach Arman, coach Vidi Nino. Kalian menyadari gak sejak season satu banyak banget penyanyi bagus yang berasal dari Indonesia Timur. Salah satunya Aldo Longa juara 1 The Voice Indonesia season sebelumnya yang berasal dari Flores,” ucap Titi DJ.

Ia ingin Indonesia membuka mata dan telinga terhadap penyanyi muda dari timur Indonesia.

Saat ini NTT punya beberapa wakilnya di ajang The Voice Indonesia tentunya dukungan dan doa dari masyarakat NTT sangat membantu perjalanan mereka dalam mengharumkan nama NTT.

Aty Kartikawati

TERKINI

‘Detusoko Rest Area’ Siap Jadi Tempat ‘Display’ Produk Wisata Desa

Ende, Ekorantt.com – Taman Nasional (TN) Kelimutu mendukung potensi agrowisata Detusoko sebagai salah satu desa penyangga Kelimutu. Kali ini, dukungan itu ditunjukkan lewat pembangunan...

Hidupkan Geliat Ekonomi, Desa-Desa Wisata Diminta Kembali Dibuka

Jakarta, Ekorantt.com – Demi menghidupkan kembali geliat ekonomi di desa, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar meminta desa-desa...

Miliki Laboratorium TCM, RSUD Tc Hillers Maumere Prioritaskan ODP dan PDP

Maumere, Ekorantt.com - Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo didampingi Wakil Bupati, Romanus Woga meresmikan laboratorium Tes Cepat Molekuler (TCM) di Rumah Sakit Umum Daerah...

Sebut Flores Bukan Wilayah Karts yang Dilindungi, Bupati Agas: Entah itu benar atau tidak, saya bukan ahli geologi

Borong, Ekorantt.com - Dalam dialog dengan mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi menolak pabrik semen dan tambang batu gamping di Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba...

BACA JUGA

Tertimbun Longsor Tebing, Seorang Penambang Pasir di Manggarai Tewas

Ruteng, Ekorantt com – Longsor tebing di Penggalian Pasir Cunca Durang, Kelurahan Golo Dukal, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai membawa petaka. Pasalnya, Alexander R....

Pelayanan Sakramen dan Ibadat di Keuskupan Maumere Kembali Dibuka

Maumere, Ekorantt.com – Pelayanan Sakramen dan ibadat di Keuskupan Maumere kembali dibuka menyambut new normal. Uskup Keuskupan Maumere, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu mengatakan, pelayanan...

Hidupkan Geliat Ekonomi, Desa-Desa Wisata Diminta Kembali Dibuka

Jakarta, Ekorantt.com – Demi menghidupkan kembali geliat ekonomi di desa, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar meminta desa-desa...

Plan Indonesia Bagikan APD untuk Puskemas di Kabupaten Lembata

Lewoleba, Ekorantt.com - Untuk mendukung upaya pemerintah menghentikan penyebaran COVID-19, Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) menyumbang Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga kesehatan...

Demo di Matim, Bupati Harus Cabut Izin Lokasi Pabrik Semen

Borong, Ekorantt.com - Aliansi Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ruteng dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Manggarai menggelar aksi demonstrasi di...

Berebut Kursi Wabup Ende, PKB: Terlalu Dini Kita Bicara Nama Figur

Ende, Ekorantt.com - Tensi politik di Kabupaten Ende kembali memanas. Mengisi kekosongan kursi Wakil Bupati Ende, tujuh partai koalisi pendukung paket Marsel-Djafar belum menemukan...

‘Detusoko Rest Area’ Siap Jadi Tempat ‘Display’ Produk Wisata Desa

Ende, Ekorantt.com – Taman Nasional (TN) Kelimutu mendukung potensi agrowisata Detusoko sebagai salah satu desa penyangga Kelimutu. Kali ini, dukungan itu ditunjukkan lewat pembangunan...

Hari Bhayangkara Ke-74 di Sikka, Dari Baksos Hingga Penerbitan SIM Gratis

Maumere, Ekorantt.com - Menyambut Hari Bhayangkara ke-74 pada 1 Juli 2020, Polres Sikka telah menggelar serangkaian kegiatan Bakti Sosial (Baksos), diantaranya; donor darah, ziarah...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here