Ruteng, Ekorantt.com – Komisi Hubungan Antar Kepercayaan Keuskupan Ruteng bersama Kodim 1612 Manggarai dan Gereja Betel Indonesia (GBI) Ruteng Family mengadakan seminar sehari dengan tema “Kaum Muda Lintas Agama Peduli Narkoba”.

Kegiatan tersebut berlangsung di auditorium Ranaka pada Senin (7/10/2019), diikuti oleh kalangan  muda tingkat SMP sampai perguruan tinggi se-kota Ruteng. Yerry Pattisarany dari Yayasan Roni Pattinasarany Foundation hadir sebagai salah satu pemateri dalam kegiatan tersebut.

Sr. Maria Yohana Momas, SSpS dalam sambutannya menyampaikan, spirit kebersamaan dan persaudaraan yang dibangun dalam seminar tersebut bisa menjadi daya bagi para peserta seminar untuk melakukan karya kemanusiaan yang besar.

Menurutnya, karya kemanusiaan itu nyata dalam upaya bersama memberantas narkoba. Sr. Yohana mengingatkan para peserta yang terlibat tentang status Indonesia sebagai salah satu negara darurat  narkoba.

“Ini bukan hal yang sepele. Narkoba berdampak pada hancurnya masa depan bangsa,” katanya.

Sr. Yohana menjelaskan, kesadaran ini yang menyatukan Komisi Hubungan Antar Kepercayaan Keuskupan Ruteng bersama Kodim 1612 Manggarai dan Gereja Betel Indonesia (GBI) Ruteng Family untuk membentuk sebuah tim lintas agama dan lembaga yang dapat bergandengan tangan dalam mendampingi orang muda agar terhindar dari pengaruh narkoba.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Manggarai, Dr. Deno Kamelus, S.H.,M.H membenarkan pernyataan Sr. Yohana. Menurut Bupati Deno Kamilus, Presiden Joko Widodo sendiri telah memberikan pernyataan bahwa Indonesia adalah negara darurat narkoba.

Menurutnya, status darurat adalah sesuatu yang mengindikasikan adanya bahaya sekaligus membutuhkan penanganan yang serius.

Ketua DPD PAN Manggarai itu berharap agar generasi bangsa hari ini terus konsisten untuk menjauhkan diri dari narkoba. Menurutnya merawat generasi hari ini berarti merawat masa depan bangsa.

Adeputra Moses

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here