Persawahan Mautenda di Desa Mautenda, Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende (Foto Pramadhi blog)

Ende, Ekorantt.com – Kepala Bulog Sub Divre Ende, Stefanus Kurniawan menjelaskan, suplay beras Mautenda dan Ekoleta belum mampu menyokong suplay beras untuk kebutuhan masyarakat Kabupaten Ende. Masih kecil angka produksi beras, kata Stefanus, menyebabkan pihaknya masih mendatangkan beras dari luar daerah.

“Kita bisa terima 10 hingga 20 Ton, untuk membantu pemasaran, kami akan beli tunai hanya persoalan produksinya masih sedikit sehingga belum mampu diserap Bulog,” ujar Stefanus kepada Ekora NTT  di ruang kerjanya, Jum’at, (11/10/2019).

Padahal , lanjutnya,  sebelumnya Bulog telah membangun kerja sama dengan petani setempat. Hal ini dipandang baik karena memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas hidup petani lokal.

Bulog Ende sebagai penyuplai beras untuk warga Kabupaten Ende siap menerima beras lokal hasil produksi para petani di Kabupaten Ende baik dari Mautenda, Kecamatan Wewaria maupun dari Ekoleta, Kecamatan Detusoko.

Kabulog Ende, Stefanus Kurniawan

Dijelaskan Stefanus, pihaknya meminta pengelola kelompok tani yang memproduksi beras Mautenda dan Ekoleta untuk menjaga kualitas dan juga peningkatan produksi.

“Kita minta mereka jaga kualitas. Sejauh ini beras premium harganya bisa dikendalikan, setidaknya bisa mereka siapkan 2 ton supaya kita bisa beli,” kata Stefanus.

“Sebetulnya mereka tidak kesulitan menjual, hanya belum ada kelebihan produksi. Kalau kelebihan produksi kita akan ambil semuanya. Mau 10 ton atau 20 ton Bulog siap,” tambah Stefanus.

Wakil Ketua DPRD Ende Erikos Emanuel Rede saat dihubungi Ekora NTT mengakui, produksi beras Mautenda dan Ekoleta masih minim.

Hal ini, menurut Erik, disebabkan irigasi Mautenda masih dalam pembenahan oleh pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.

Menurutnya, sejauh ini produksi beras Mautenda dan Ekoleta masih untuk memenuhi kebutuhan beras warga sekitar.

“Memang produksinya masih rendah. Kita berharap pemerintah segera menuntaskan pembangunan irigasi Mautenda termasuk penyediaan alat-alat pertanian yang mendukung peningkatan produksi,” kata Erik Rede.

Untuk diketahui, Bupati Ende Almarhum Marsel Petu telah meluncurkan produk beras asal Mautenda dan Ekoleta di Desa Anaranda, Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende, Senin (20/5/2019).

Produk beras Mautenda dan Ekoleta ini dikemas dengan ukuran masing-masing 5 kilogram, 10 kilogram dan 25 kilogram.

Tujuan peluncuran jenama beras lokal ini tidak terlepas dari komitmen pemerintah untuk mengangkat produk petani lokal sehingga bisa bersaing di pasaran.

Selain itu, peluncuran jenama beras Mautenda dan beras Ekoleta ini bertujuan untuk menjaga kualitas dan mendorong peningkatan produksi bagi para petani lokal di kabupaten Ende.

Hingga kini berbagai upaya terus didorong untuk peningkatan produksi. Namun kehadirannya belum mampu menembus pasar karena produksinya masih rendah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here