Kamis, 9 Juli 2020

Setiap Hari, Pelajar di Desa Pagomogo Jalan Kaki Sambil Pikul 5 Liter Air ke Sekolah

- Advertisement -

Pagomogo, Ekorantt.com – Puluhan pelajar Sekolah Dasar Inpres (SDI) Tuanio, Desa Pagomogo, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo terpaksa membawa jerigen air bersih lima liter ke sekolahnya setiap hari. 

Hal itu terpaksa dilakukan puluhan siswa sekolah dasar tersebut lantaran sekolah mereka tidak mempunyai jaringan air bersih.

Kepada awak media, Sabtu (12/10/2019)  Maria Nasrin Ayu, siswa kelas IV Sekolah Dasar Inpres (SDI) Tuanio menceritakan, ia harus menempuh perjalanan dari rumah ke sekolah setiap hari dengan berjalan kaki. Jarak yang ia tempuh kurang lebih 5 km. Tiap hari ia harus berjalan  sambil memikul 1 jerigen air bersih.

Ayu bercerita, setiap pagi ia harus bangun jam 04.00 WITA untuk mengambil air dari sumber mata air. Sumber mata air terletak jauh dari rumah.

Tak hanya itu, ia dan kawan-kawan  harus memikul satu jerigen air lima liter setiap hari dari rumah ke sekolah untuk kebutuhan kamar WC. Sisa air yang mereka bawa dipakai untuk menyiram bunga. 

Perjalanan dari rumah ke sekolah mereka tempuh dalam waktu satu jam. Itu dilakukan sambil terus membawa jerigen air 5 liter.

“Setiap hari saya harus jalan dari rumah ke sekolah, sekitar 5 km. Semua itu saya lakukan dengan senang hati. Semua demi cita-cita saya,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Maria Maksima Alsin Tay siswa kelas IV. Menurutnya, setiap hari ia harus menempuh jarak 3 km menuju sekolah sambil membawa jerigen air berukuran 5 liter.

“Kondisi ini sudah biasa untuk kami kakak. Yang paling penting kami bisa sekolah,” katanya ketika diwawancarai.

Ia berharap pemerintah Kabupaten Nagekeo bisa memperhatikan kondisi desa tersebut, sehingga ke depan tidak ada lagi krisis air bersih di desanya.

Kepala Sekolah SDI Tuanio Ferdinandus Koba menjelaskan kepada para wartawan, sumber air minum yang ada di Tuanio saat ini merupakan kubangan dari resapan Air Kali Tuanio. Untuk bisa mendapatkan air bersih, masyarakat harus berjalan kaki dengan jarak kurang lebih 20 km dari desa tersebut.

Desa tersebut juga tidak mempunyai  sarana air bersih seperti pipa maupun bak penampung.

Betriks Bunga warga RT. 013, desa Pagomogo mengatakan, untuk bisa mendapatkan air bersih, ia dan warga lainya harus bersaing dengan puluhan ternak yang di desa tersebut.

“Masyarakat harus antri untuk mendapatkan air bersih, menunggu berjam-jam.  Itu pun kami juga harus berebutan air dengan binatang kecil sampe besar yang berkeliaran,” ujarnya.

Belmin Radho

TERKINI

Pemkab Ende Diminta Segera Salurkan Bantuan untuk Mahasiswa di Luar Daerah

Ende, Ekorantt.com - Pemerintah Kabupaten Ende diminta segera menyalurkan bantuan dana untuk mahasiswa asal Kabupaten Ende di luar daerah yang hingga kini belum dicairkan. Permintaan...

Setwan DPRD NTT Sumbang Satu Ton Beras untuk Panti Asuhan di Kota Kupang

Kupang, Ekorantt.com - Sekretariat (Setwan) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyalurkan satu ton beras untuk empat Panti Asuhan di...

Ketua PKS Ende: Kami Ingin Wakil Bupati Berasal dari Figur Internal DPRD

Ende, Ekorantt.com - Tujuh partai pengusung paket Marsel-Djafar dalam Pilkada Ende 2018 lalu- Golkar, NasDem, PDIP, Demokrat, PKB, PKPI, dan PKS- sedang membangun komunikasi...

Ingin Jadi Kades di Kabupaten Kupang, Mantan Kadis PMD Ende Ajukan Pensiun Dini

Ende, Ekorantt.com – Mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Johanis Nislaka (54) yang sekarang menjabat Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Ende berencana maju dalam...

BACA JUGA

Miliki Laboratorium TCM, RSUD Tc Hillers Maumere Prioritaskan ODP dan PDP

Maumere, Ekorantt.com - Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo didampingi Wakil Bupati, Romanus Woga meresmikan laboratorium Tes Cepat Molekuler (TCM) di Rumah Sakit Umum Daerah...

Beradaptasi di Tengah Pandemi, 17.571 Bumdes Lakukan Registrasi Ulang

Jakarta, Ekorantt.com – Kemampuan beradaptasi masyarakat desa di tengah pandemi Covid-19 menjadi hal yang diperhatikan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah. Dalam Webinar yang digelar...

Keuskupan Ruteng Minta Bupati Agas Tak Mendukung Kelanjutan Pembangunan Pabrik Semen dan Tambang Batu Gamping

Borong, Ekorantt.com - Menyikapi rencana pembangunan pabrik semen dan tambang batu gamping di Manggarai Timur, pihak Keuskupan Ruteng melakukan dialog dengan Bupati Andreas Agas...

Sebut Flores Bukan Wilayah Karts yang Dilindungi, Bupati Agas: Entah itu benar atau tidak, saya bukan ahli geologi

Borong, Ekorantt.com - Dalam dialog dengan mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi menolak pabrik semen dan tambang batu gamping di Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba...

Kisah Perawat Charolin di Pulau Palue, Nikmatnya Mabuk Laut hingga Naik Turun Gunung

Maumere, Ekorantt.com - Mengabdi selama kurang lebih lima tahun di Pulau Palue punya kesan tersendiri bagi Maria Mahendra Charolin. Dara 28 tahun ini adalah...

Demo Mahasiswa Tolak Tambang di Matim, Begini Tanggapan Bupati Agas

Ruteng, Ekorantt.com - Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ruteng dan GMNI Cabang Manggarai menggelar aksi demonstrasi di Kantor Bupati Manggarai Timur, Kamis...

Pelayanan Sakramen dan Ibadat di Keuskupan Maumere Kembali Dibuka

Maumere, Ekorantt.com – Pelayanan Sakramen dan ibadat di Keuskupan Maumere kembali dibuka menyambut new normal. Uskup Keuskupan Maumere, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu mengatakan, pelayanan...

‘Detusoko Rest Area’ Siap Jadi Tempat ‘Display’ Produk Wisata Desa

Ende, Ekorantt.com – Taman Nasional (TN) Kelimutu mendukung potensi agrowisata Detusoko sebagai salah satu desa penyangga Kelimutu. Kali ini, dukungan itu ditunjukkan lewat pembangunan...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here