Dinkes Sikka Akan Sidak Para Perawat dan Bidan ASN, Tidak Apel Pagi dan Malas Masuk Kantor

Maumere, Ekorantt.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka akan melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) terhadap Perawat, Bidan, Aparatur Sipil Negara (ASN) yang selama ini dinilai lalai dalam menjalankan tugasnya.

Hal ini disampaikan Plt. Kadis Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, di Aula Puskesmas Nita, Kamis, (10/10).

Menurutnya, selama dua hari keliling ke enam puskesmas, dirinya mendapatkan Perawat, Bidan ASN yang tidak ikut apel pagi dan terlambat masuk kantor. 

“Apa yang saya pikirkan terjawab, selama ini kinerja turun karena disiplin. Kalau semua kepala puskesmas saya tanya, apel tidak, mereka jawab, apel Pak, kemudian saya tanya lagi, apel mulai jam berapa, jam 7.30, ” tutur Petrus.

Ia mengatakan, kemarin di puskesmas Waipare hanya lima orang yang ada di puskesmas. 

iklan

“Padahal, 20 menit sebelum pukul 7.30, saya sudah ada di Puskesmas. Yang tinggal di lingkungan puskesmas Waipare saja belum ada. Bahkan ada yang belum mandi. Padahal 10 menit lagi pukul 07.30 masuk kantor,” kata Petrus.

“Bayangkan, di lingkungan itu paling banyak ASN, tetapi yang hadir duluan itu para Tenaga Kerja Sementara (TKS). ASN ada dimana?” tambahnya.

Lanjut Petrus, di puskesmas Kewapante pun sama. Ia temui banyak ASN yang tidak ikut apel pagi dan terlambat masuk kantor.

“Saya sedikit gembira, ketika tiba di puskesmas Hewokolang, Kapusnya ada, dan mereka apel pagi. Saya ke puskesmas Nita, kapusnya ada, dan mereka baru selesai apel pagi,” ujar Petrus.

Di puskesmas Watubain dan di puskesmas Waigete, ia sudah hadir 30 menit lebih awal tetapi belum ada  petugas pagi yang datang.

“Yang ada di puskesmas itu hanya yang tugas malam, bahkan ada petugas yang masih tertidur, ” ungkap Petrus.

Padahal, menurutnya, masyarakat sudah berjubel di puskesmas tersebut meminta pelayanan. 

“Berjubel masyarakat menunggu ASN yang datang untuk melayani mereka, tetapi kita datang dengan tidak ada rasa berdosa, masuk ke puskesmas, lalu ditonton oleh masyarakat. ASN model apa ini? Rasa malu sudah tidak ada. Mental ASN seperti begini, bagaimana negara Indonesia mau maju,” tandasnya.

“Untuk itu, saya berharap ini menjadi catatan penting kita semua. Apapun yang kita lakukan tanpa disiplin itu nol besar, disiplin dari aspek apapun. Saya akan mulai sisir dari puskesmas terluar. Mulai puskesmas Palue. Saya akan buktikan apa yang saya ucapkan, ” Petrus melanjutkan.

Menurut Petrus, selama ini laporan kinerja ASN luar biasa. Pukul 07.30 sudah apel pagi, pukul 14.00 siang tanda tangan pulang.

“Saya ingatkan, saya sudah datang pagi, saya akan kembali tepat pukul 14.00 siang. 
Saya mau menguji, apakah kita sudah kabur sebelum pukul 14.00 siang atau tetap bertahan sampai pukul 14.00 siang, ” tandasnya.

Petrus menegaskan, jasa setiap ASN dibayar oleh negara. 

“Untuk itu saya ingatkan kepada kepala puskesmas, apa yang telah kalian minta, saya sudah kasih 100 persen. Sekarang saya akan tagih janji kalian. Jangan pernah main-main dengan  disiplin dan pelayanan. Apalagi PKM Nita yang kunjungan pasiennya paling banyak, karena melayani 15 desa, ” tutur Petrus.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Koperasi Kredit (Kopdit) Mitan Gita ini berjanji akan menindak tegas para Bidan, Perawat, ASN di lingkup Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka yang tidak pernah ikut apel pagi, terlambat masuk kantor, atau yang pulang sebelum jam pulang kantor.

“Kami sudah menyiapkan satu ruang pembinaan bagi para perawat, dan bidan ASN yang tidak disiplin. Mereka akan dibina oleh Ibu Anas dan Ibu Ance, dekat ruangan kerja saya, supaya kita militan dalam melayani, disiplin dari diri sendiri, ” terangnya.

Ia berharap, semua profesi, apapun itu, tujuannya hanya satu, yakni pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, disiplin, kekompakan kerja, dan sikap saling menghormati harus dijaga. (yop)

TERKINI
BACA JUGA