Panorama dari atas bukit Tuamese, TTU. (Foto: Santos/Ekorantt.com)

Kefamenanu, Ekorantt.com – Bukit Tuamese yang berada di Desa Tuamese, Kecamatan Biboki Anleu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki panorama alam yang indah. Jika dilihat secara sepintas, Bukit Tuamese mirip dengan Taman Laut Raja Ampat.

Dibutuhkan sekitar dua jam untuk mencapai Bukit Tuamese dari Pusat Kota Kefamenanu. Jika dari Kota Atambua, Kabupaten Belu, perjalanan akan memakan waktu lebih singkat, kira-kira 1 jam.

Di sepanjang perjalanan dari Atambua, anda juga harus berhati-hati dan waspada karena masih banyak hewan peliharaan warga seperti babi, anjing, dan sapi yang bebas berkeliaran melintasi jalanan.

Meski demikian, perjalanan yang mungkin lama dan penuh kewaspadaan tersebut akan terbayar sesudah anda mencapai puncak Bukit Tuamese.

Sampai di puncak Bukit Tuamese, anda akan menikmati panorama alam yang sungguh indah. Hamparan laut, dihiasi bentangan tambak garam, dan hijau pohon-pohon, terutama saat musim hujan tiba. Dari puncak ini, selain pemandangan pepohonan dan tambak garam, pada sisi barat bukit tersebut juga terlihat laut Timor yang seakan menambah kesan bebas dan romantis.

Pendakian menuju puncak bukit Tuamese hanya berjarak 200 meter ke atas bukit. Namun, saat mendaki, kita perlu berhati-hati, karena belum ada infrastruktur yang mempermudah pengunjung naik ke atas puncaknya.

Bukit Tuamese termasuk destinasi yang masih alami. Di lokasi ini belum tersedia infrastruktur yang memadai, seperti tangga-tangga untuk mencapai puncak tersebut dan belum adanya masyarakat yang menjual kuliner untuk dinikmati pengunjung Bukit Tuamese.

Saking indahnya, bukit Tuamese membuat sutradara Ari Sihasale menjadikannya sebagai lokasi pembuatan film dengan bintang muda seperti Pevita Pearce.

Pengunjung dapat menikmati secara gratis pemandangan dari atasĀ  bukit Tuamese. Tempat ini juga sangat cocok untuk keperluan pembuatan foto atau video pre-wedding bagi setiap pasangan

Salah seorang penduduk sekitar bukit Tuamese, Frid Oky saat ditemui di atas puncak bukit Tuamese mengatakan, pengunjung datang dari berbagai kalangan baik itu dari dalam negeri maupun mancanegara. Dia mengatakan, pengunjung terbanyak berasal dari kalangan anak muda yang datang dari Kabupaten TTU maupun kabupaten Belu.

“Biasanya setiap hari ada ratusan pengunjung yang mendatangi tempat ini. Paling banyak dari kalangan anak muda, entah datang dengan pasangannya, maupun sendiri-sendiri. Puncak pengunjung terbanyak terjadi di hari Minggu. Mungkin karena hari Minggu adalah waktu luang bagi yang sibuk,” ujarnya.

Santos

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here