Taman Laut 17 Pulau Riung di Ngada, Flores, NTT. Foto: Jelajahpulau.com

Bajawa, Ekorantt.com – Berada di bagian utara Pulau Flores, Riung menyimpan sejumlah keindahan alam yang luar biasa.

Selain Taman 17 Pulau Riung, daerah di Kabupaten Ngada tersebut juga menyimpan sejuta keindahan laut, savana, dan permainan rakyat.

Berangkat dari potensi tersebut, Pemerintah Kabupaten Ngada akan menggelar Festival Riung dan permainan rakyat.

Tujuannya adalah mengangkat kekayaan alam dan potensi pariwisata di sana.

Kadis Pariwisata Ngada Methodius Reo Maghi

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Ngada Methodius Reo Maghi kepada kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (18/10/2019) menjelaskan, pihaknya akan menyelenggarakan kegiatan Festival Riung dan Permainan Rakyat Riung yang akan diselenggarakan di Riung pada tanggal 29 dan 30 Oktober 2019.

Menurut Methodius, kegiatan itu disebut festival rakyat karena merupakan buah ide masyarakat yang didukung oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada.

“Pada dasarnya, kami ingin mengangkat semua potensi pariwisata dan budaya yang ada di Riung. Apalagi Riung sudah dikenal dengan keindahan 17 Pulau Riung dan permainan rakyat. Kita berharap, melalui kegiatan ini, bisa memperkenalkan Riung di mata dunia,” ujarnya.

Menurut Methodius, sumber daya manusia dalam mengelola semua potensi pariwisata dapat dilakukan melalui pelatihan, sosialisasi, dan penciptaan ruang pengembangan daya kreativitas masyarakat pemilik objek wisata.

Salah satu ruang itu adalah dengan menyelenggarakan even atau festival.

“Keterlibatan masyarakat sangat penting sehingga dapat mengetahui seberapa besar minatnya dalam mengangkat potensi pariwisata yang dimilikinya serta ada sebuah program berkelanjutan. Aspek promosi menjadi poin penting. Untuk itu, perlu ada sinergisitas semua elemen,” ujarnya.

Methodus menjelaskan, masyarakat Riung memiliki budaya yang sangat heterogen.

Keberagaman budaya itu merupakan akibat asimilasi budaya yang sangat lama.

Masyarakat pendatang di Riung berasal dari Bugis, Selayar, dan Pulau Buton.

Mereka membawa budayanya sendiri antara lain seni tari angin mamiri, olahraga bela diri pencak silat, serta agama Islam.

Mereka hidup berdampingan sejak lama dan rata-rata menempati daerah pesisir.

Kelompok masyarakat yang lain juga melestarikan budaya asli Riung seperti adat istiadat dan kesenian daerah di Riung.

Methodius menjelaskan, kegiatan tersebut akan melibatkan komunitas budaya dari desa-desa di Kecamatan Riung, sekolah-sekolah mulai dari tingkat SD, SLTP, dan SLTA se-Kota Riung dan sekitarnya, para pelaku pariwisata, dan ASN se-Kecamatan Riung.

Selain itu, menurutnya, Festival Riung juga akan menampilkan kain tenun Riung.

Komunitas Tenun Ruki, Komunitas Tenun Latung, Komunitas Tenun Lengkosambi, dan komunitas tenun lainnya yang belum teridentifikasi akan tampil dalam festival ini.

“Kain Tenun Riung memiliki corak tenun yang sangat berwarna serta mudah untuk diingat. Di Kecamatan Riung sendiri terdapat beberapa area tenun ikat antara lain Komunitas Tenun Sambinasi,” ungkapnya.

Kegiatan lain yang akan digelar adalah fashion show.

Semua kelompok atau organisasi orang muda di Riung akan dilibatkan. 

Menurut Methodius, pada kesempatan tersebut, akan disediakan juga kuliner tradisional Riung.

Kaum wanita di Riung, melalui koordinator setiap komunitas, dilibatkan untuk mempromosikan makanan Riung serta menyiapkan referensi berupa resep-resep makanan Riung.

Pada puncak acara, akan digelar Mbeling, yakni sebuah atraksi seni budaya pada malam hari menjelang larik pada tanggal 30 Oktober 2019. Belmin Radho

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here