Jumat, 29 Mei 2020

29-30 Oktober, Festival Riung dan Permainan Rakyat Digelar di Riung

- Advertisement -

Bajawa, Ekorantt.com – Berada di bagian utara Pulau Flores, Riung menyimpan sejumlah keindahan alam yang luar biasa.

Selain Taman 17 Pulau Riung, daerah di Kabupaten Ngada tersebut juga menyimpan sejuta keindahan laut, savana, dan permainan rakyat.

Berangkat dari potensi tersebut, Pemerintah Kabupaten Ngada akan menggelar Festival Riung dan permainan rakyat.

Tujuannya adalah mengangkat kekayaan alam dan potensi pariwisata di sana.

Kadis Pariwisata Ngada Methodius Reo Maghi

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Ngada Methodius Reo Maghi kepada kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (18/10/2019) menjelaskan, pihaknya akan menyelenggarakan kegiatan Festival Riung dan Permainan Rakyat Riung yang akan diselenggarakan di Riung pada tanggal 29 dan 30 Oktober 2019.

Menurut Methodius, kegiatan itu disebut festival rakyat karena merupakan buah ide masyarakat yang didukung oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada.

“Pada dasarnya, kami ingin mengangkat semua potensi pariwisata dan budaya yang ada di Riung. Apalagi Riung sudah dikenal dengan keindahan 17 Pulau Riung dan permainan rakyat. Kita berharap, melalui kegiatan ini, bisa memperkenalkan Riung di mata dunia,” ujarnya.

Menurut Methodius, sumber daya manusia dalam mengelola semua potensi pariwisata dapat dilakukan melalui pelatihan, sosialisasi, dan penciptaan ruang pengembangan daya kreativitas masyarakat pemilik objek wisata.

Salah satu ruang itu adalah dengan menyelenggarakan even atau festival.

“Keterlibatan masyarakat sangat penting sehingga dapat mengetahui seberapa besar minatnya dalam mengangkat potensi pariwisata yang dimilikinya serta ada sebuah program berkelanjutan. Aspek promosi menjadi poin penting. Untuk itu, perlu ada sinergisitas semua elemen,” ujarnya.

Methodus menjelaskan, masyarakat Riung memiliki budaya yang sangat heterogen.

Keberagaman budaya itu merupakan akibat asimilasi budaya yang sangat lama.

Masyarakat pendatang di Riung berasal dari Bugis, Selayar, dan Pulau Buton.

Mereka membawa budayanya sendiri antara lain seni tari angin mamiri, olahraga bela diri pencak silat, serta agama Islam.

Mereka hidup berdampingan sejak lama dan rata-rata menempati daerah pesisir.

Kelompok masyarakat yang lain juga melestarikan budaya asli Riung seperti adat istiadat dan kesenian daerah di Riung.

Methodius menjelaskan, kegiatan tersebut akan melibatkan komunitas budaya dari desa-desa di Kecamatan Riung, sekolah-sekolah mulai dari tingkat SD, SLTP, dan SLTA se-Kota Riung dan sekitarnya, para pelaku pariwisata, dan ASN se-Kecamatan Riung.

Selain itu, menurutnya, Festival Riung juga akan menampilkan kain tenun Riung.

Komunitas Tenun Ruki, Komunitas Tenun Latung, Komunitas Tenun Lengkosambi, dan komunitas tenun lainnya yang belum teridentifikasi akan tampil dalam festival ini.

“Kain Tenun Riung memiliki corak tenun yang sangat berwarna serta mudah untuk diingat. Di Kecamatan Riung sendiri terdapat beberapa area tenun ikat antara lain Komunitas Tenun Sambinasi,” ungkapnya.

Kegiatan lain yang akan digelar adalah fashion show.

Semua kelompok atau organisasi orang muda di Riung akan dilibatkan. 

Menurut Methodius, pada kesempatan tersebut, akan disediakan juga kuliner tradisional Riung.

Kaum wanita di Riung, melalui koordinator setiap komunitas, dilibatkan untuk mempromosikan makanan Riung serta menyiapkan referensi berupa resep-resep makanan Riung.

Pada puncak acara, akan digelar Mbeling, yakni sebuah atraksi seni budaya pada malam hari menjelang larik pada tanggal 30 Oktober 2019. Belmin Radho

TERKINI

Menengok Kiprah Dosen IKTL Waibalun Kala Pandemi Covid-19

Larantuka, Ekorantt.com - Covid-19 yang tengah mengancam peradaban manusia hingga ke pelosok-pelosok desa menggerakkan civitas akademika IKTL Waibalun untuk terjun ke masyarakat. Mereka memberikan...

Hingga Bulan Mei, Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga

Jakarta, Ekorantt.com - Otoritas Jasa Keuangan memperhatikan dampak pandemi Covid-19 yang relatif mulai memberikan tekanan terhadap sektor jasa keuangan, meskipun dari berbagai indikator dan...

Launching BLT DD, Bupati Djafar: Jangan Pakai untuk ‘Wuru Mana’

Ende, Ekorantt.com – Bupati Ende, H. Djafar H Achmad melaunching pembayaran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) tahun anggaran 2020 di Desa Nanganesa,...

Sekolah Virtual, ‘New Normal’, dan Dilema Daerah Tertinggal

Oleh: Louis Jawa* “Saya lebih memilih berhadapan dengan virus ini walaupun nyawa taruhannya, daripada berdiam diri dan bersembunyi dan kemudian masyarakat mati karena kelaparan. NTT...

BACA JUGA

‘New Normal’ Berlaku 15 Juni 2020, Gubernur NTT Minta Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Kupang, Ekorantt.com – Tata kelola pemerintahan dan pembangunan di seluruh NTT akan dibuka pada 15 Juni 2020. Hal ini menandai ‘new normal’ alias kehidupan...

Kisah Haru Haji Mubrin dan Dua Cucunya, Rayakan Idul Fitri di Stadion Marilonga Ende

Ende, Ekorantt.com – Perayaan Idul Fitri tahun ini di luar dugaan Haji Mubrin, warga asal Bima, NTB. Ia merayakan Idul Fitri 1441 Hijriah bersama...

Launching BLT DD, Bupati Djafar: Jangan Pakai untuk ‘Wuru Mana’

Ende, Ekorantt.com – Bupati Ende, H. Djafar H Achmad melaunching pembayaran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) tahun anggaran 2020 di Desa Nanganesa,...

Carlos Sara Petu: Semangat dan Motivasi Bapak Mengalir ke Saya

Ende, Ekorantt.com – Ir. Marsel Petu meninggal dunia pada 26 Mei 2019 lalu dalam usia 55 tahun. Setahun setelah kepergian bupati kedelapan Ende ini,...

Tekan Angka Stunting, Desa Langkas Produksi Susu Kedelai

Ruteng, Ekorantt.com – Dalam rangka menekan angka stunting,  Pemerintah Desa Langkas, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) bekerja sama dengan Yayasan Ayo...

Reaktif Rapid Test, Tiga Dokter RSD Aeramo Jalani Karantina Mandiri

Mbay, Ekorantt.com - Tiga dokter yang bertugas di Rumah Sakit Daerah (RSD) Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo dinyatakan reaktif berdasarkan hasil rapid test. Direktur Rumah...

Sejarah Kegilaan di Ujung Pena E. P. da Gomez

Oleh: Dr. Jonas K.G.D. Gobang, S.Fil.,M.A.* Michel Foucault menulis naskah disertasinya yang telah diedit menjadi sebuah buku saku berjudul Sejarah Kegilaan (Historie de la folie)....

Satgas Covid-19 Kawal Jalan Tikus di Perbatasan Flotim-Sikka

Larantuka, Ekorantt.com – Pemerintah Kabupaten Flores Timur melalui Satgas Covid-19 tingkat Kecamatan Wulanggitang mengawal ketat jalan tikus di perbatasan Flores Timur dan Kabupaten Sikka. Camat...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here