Kamis, 13 Agustus 2020

Rektor UNIKA Izinkan Mahasiswa Terduga Kasus Pembuangan Bayi Selesaikan Skripsi

Ruteng, Ekorantt.com – Peristiwa pembuangan bayi yang dilakukan oleh terduga pelaku berinisial SA telah menggegerkan warga kota Ruteng, Kamis (24/10/2019).

SA adalah mahasiswa yang berasal dari Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur. Ia telah berhasil diamankan oleh pihak Kepolisian Resor Manggarai pada hari Jumat, (25/10/2019).

SA juga diidentifikasi sebagai mahasiswa semester akhir Program Studi Pendidikan Matematika di UNIKA St. Paulus Ruteng.

Rektor UNIKA St. Paulus Ruteng, Romo Yohanes Servatius Lon membenarkan bahwa SA adalah salah satu mahasiswa di universitas tersebut. Lebih jauh kepada media, Romo Lon menyampaikan keprihatinan dan rasa menyesal yang mendalam dari dirinya dan pihak kampus, terkait perbuatan yang dilakukan oleh SA.

Lembaga UNIKA St. Paulus Ruteng akan memberi pendampingan kepada SA yang sedang mengalami tekanan psikologis. Menurut Romo Lon, SA melakukan hal tersebut (pembuangan bayi) bukan dengan intensi hendak membunuh bayi, tetapi karena terdesak oleh berbagai tekanan. 

“Mungkin langkah itu terpaksa ia lakukan karena berbagai situasi yang membuat dia malu, dan laki-lakinya tidak bertanggungjawab atau merasa takut  dengan aturan di kampus,” ungkapnya saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Sabtu (26/10/2019).

Ia pun menegaskan, proses hukum bisa tetap berjalan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Namun, kampus tetap akan berupaya memungkinkan SA menyelesaikan kewajiban akademiknya di kampus, terutama menyangkut penyelesaian skripsi.

“Kampus akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Kalau bisa, dirinya selesaikan dulu kuliah dan mengikuti ujian skripsi,” jelas Romo Lon. “Ijazah dari yang bersangkutan nanti tetap akan dipegang oleh pihak lembaga. Sampai dia selesaikan semua dulu urusan hukum, baru dia bisa mengambilnya,” lanjut imam katolik itu.

Romo Lon juga menyampaikan, hubungan seks di luar nikah adalah sebuah pelanggaran moral. 

Menurutnya, kasus-kasus moral seperti itu juga disebabkan oleh minimnya pengawasan dan pendidikan moral-seksual, serta pendampingan dari kampus.

Ia juga berharap agar setiap kos memberikan aturan-aturan yang tegas kepada para penghuninya. Selain itu, ia juga ingin agar tiap-tiap orang tua dan rumah tangga untuk meningkatkan kontrol sosial terkait kehidupan dan pergaulan para remaja di lingkungan terdekatnya.

Ia pun menegaskan, setiap mahasiswa yang membuat pelanggaran moral akan dikenakan sanksi etik dari kampus, sesuai dengan prosedur yang berlaku.

“Jika ayah dari bayi tersebut adalah mahasiswa UNIKA St. Paulus, maka ia akan dicutikan. Karena pihak perempuan juga merupakan korban darinya,” tutup Romo Lon.

Adeputra Moses

TERKINI

Staf Khusus Kemendesa: PKTD di Ende Libatkan Pekerja di Desa

Ende, Ekorantt.com – Staf khusus Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Ahmad Imam meminta agar kegiatan Padat Karya Tunai Desa (PKTD) desa-desa di...

Bikin Miris, Sejumlah Kambing di Ende ‘Berwisata Ria’ ke Taman Permenungan Bung Karno

Ende, Ekorantt.com – Sebuah pemandangan yang bikin miris terjadi di Taman Permenungan Bung Karno pada Rabu (12/8/2020). Nampak empat ekor kambing berkeliaran bebas di...

Demi ‘Anandao’ yang Cerdas dan Berkarakter (Refleksi Hari Jadi SMPK Frateran Ndao ke-72)

Oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk, M. Pd* “Ibu adalah sekolah. Ibu adalah lembaga pendidikan pertama. Ibulah yang membekali anak sikap, watak, kepribadian, akhlak, iman,...

Seorang Anggota DPRD di Ngada Diduga Terkonfimasi Positif Covid-19

Bajawa, Ekorantt.com - Seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ngada bernisial PN diduga terkonfirmasi positif Covid-19. Anggota dewan tersebut terkonfirmasi positif Covid-19...

BACA JUGA

NTT Butuh Pergub Tentang Penanggulangan Covid-19

Kupang, Ekorantt.com - Anggota DPRD Provinsi NTT, Emanuel Kolfidus berharap Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota untuk segera menginisiasi pembentukan peraturan gubernur atau peraturan bupati...

Diberhentikan Tanpa Kejelasan, 26 Karyawan Barata Kupang Mengadu ke DPRD NTT

Kupang, Ekorantt.com - Sebanyak 26 karyawan PT Barata Guna Indo Ganesa Cabang Kupang mendatangi kantor DPRD NTT pada Rabu (12/8/2020) sore. Mereka ingin mengadu...

Satgas Covid-19 Lacak Kontak Erat Dua Pasien Covid-19 di Manggarai

Ruteng, Ekorantt.com - Tim Gugus Tugas Covid-19 sedang melacak (tracing) riwayat kontak erat dua pelaku perjalanan yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Manggarai. “Melacak riwayat...

Mobil ‘Pick Up’ di Ende Boleh Angkut Penumpang, Ini Syaratnya

Ende, Ekorantt.com - Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan mengelompokkan mobil bak terbuka atau pick up sebagai mobil barang. Namun tak jarang...

Pemprov NTT Akan Lakukan Kajian untuk Mengaktifkan KBM di Sekolah

Kupang, Ekorantt.com – Pasca-pemberlakuan masa adaptasi kebiasaan baru pada 15 Juli 2020 di Provinsi NTT, aktivitas kegiatan belajar mengajar di lembaga pendidikan sekolah menengah...

Pendidikan Karakter dan Kesadaran Hukum Jadi Materi Pembelajaran di SMPN 1 Maumere

Maumere, Ekorantt.com - Lembaga Pendidikan SMPN 1 Maumere memasukkan pendidikan karakter, pola hidup bersih dan sehat, dan kesadaran hokum sebagai materi pembelajaran sekolah. Demikian...

Kerupuk Ikan Tuna dari Maumere, Camilan Renyah di Meja Makan Anda

Maumere, Ekorantt.com - Kriuknya kerupuk telah memberikan nuansa berbeda di meja makan kebanyakan masyarakat. Tidak hanya sebagai camilan, kerupuk sudah lumrah dijadikan pelengkap lauk...

Terapkan Pembelajaran Daring, SMAK Regina Pacis Bajawa Bantu Biaya Pulsa untuk Siswa

Bajawa, Ekorantt.com - Sekolah Menengah Atas Katolik (SMAK) Regina Pacis Bajawa, Kabupaten Ngada, memberi bantuan biaya pembelian pulsa bagi siswa-siswi, selama penerapan sistem pembelajaran...
- Advertisement -

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here