Jumat, 29 Mei 2020

Anak Muda Maumere Kampanyekan Aksi Wisata Berdampak

- Advertisement -

Maumere, Ekorantt.com –Eugenia Sartini, Emanuel Samora, Andrian Petrio, dan Yulius Richard. Kempatnya adalah pemuda Maumere. Mereka terpanggil untuk berkreasi dan menyebarluaskan aksi wisata berdampak.

Begini mulanya, sebagai mahasiswi manajemen perhotelan yang sedang magang di salah satu hotel di Maumere, Sarti bertugas mengantarkan tamu hotel ke berbagai destinasi wisata di Kabupaten Sikka. Tentu ingatannya tertuju pada indahnya Pantai Koka, sebuah bentang pantai di Wolowiro, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka.

Sayang sekali sebagai obyek wisata yang digadang-gadang sebagai destinasi andalan di Kabupaten Sikka, kondisi Pantai Koka masih jauh dari harapan.

Menurut pantauan Sarti, banyak sampah plastik kemasan makanan yang dibuang begitu saja, seperti botol air mineral, kemasan biskuit, permen, dan lainnya.  Tidak hanya itu, fasilitas pembuangan sampah juga tidak terlihat di lokasi wisata. Rata-rata sampah ditumpuk di dekat pohon kemudian dibakar.

Melihat pemandangan tak elok ini, Sarti mengajak ketiga temannya untuk bersama memikirkan cara menyelamatkan Koka dari timbunan sampah.

Mereka sepakat untuk mengajak lebih banyak anak muda terlibat dalam aksi wisata berdampak itu. Terkumpul 30 anak muda yang mayoritas mahasiswa di Maumere. Mereka juga secara mandiri mengumpulkan dana dari uang saku mereka untuk membeli alat dan perlengkapan seperti plastik sampah berukuran besar, papan, cat, dan kuas.

Sehabis berwisata, mereka bersama membersihkan sampah di sepanjang Pantai Koka. Alhasil 11 plastik terisi sampah sampah peninggalan wisatawan. Mereka juga membuat himbauan untuk menjaga kebersihan dengan tulisan kreatif.

Sarti sangat menyayangkan kesadaran masyarakat yang sangat minim soal kebersihan lingkungan. Kesadaran yang kecil itu memastikan inisiatif untuk peduli terhadap masalah lingkungan yang sangat dekat dengan kita.

Banyak wisatawan luar daerah datang untuk menikmati indahnya bentang Pantai Selatan Flores ini. Sebagai tujuan wisata, Pantai Koka mesti mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Sarti meminta Pemkab Sikka untuk tidak setengah hati soal Sikka menyelesaikan masalah sampah. Seringkali sumber sampah plastik berasal dari pertemuan dan kegiatan yang dilakukan di lingkungan pemerintah. Tentu ini sangat berbanding terbalik dengan impian besar Sikka bebas sampah.

Seharusnya, tandas Sarti, pemerintah harus menjadi role model. Masyarakat juga perlu sadar bahwa lingkungan yang bersih bukan untuk siapa-siapa, untuk kita sendiri.

Sarti dan teman-teman sadar bahwa kegiatannya ini mungkin tak berarti apa-apa. Tapi ada harapan bahwa memberantas sampah harus menjadi kesadaran bersama.

Aty Kartikawati

TERKINI

Di Tengah Covid-19, Kadis Peridag Flotim Minta Warga Manfaatkan Pasar Oka

Larantuka, Ekorantt.com - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Peridag) Kabupaten Flores Timur, Siprianus Sina Ritan meminta warga Larantuka, terutama warga yang menetap di bagian...

Menengok Kiprah Dosen IKTL Waibalun Kala Pandemi Covid-19

Larantuka, Ekorantt.com - Covid-19 yang tengah mengancam peradaban manusia hingga ke pelosok-pelosok desa menggerakkan civitas akademika IKTL Waibalun untuk terjun ke masyarakat. Mereka memberikan...

Hingga Bulan Mei, Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga

Jakarta, Ekorantt.com - Otoritas Jasa Keuangan memperhatikan dampak pandemi Covid-19 yang relatif mulai memberikan tekanan terhadap sektor jasa keuangan, meskipun dari berbagai indikator dan...

Launching BLT DD, Bupati Djafar: Jangan Pakai untuk ‘Wuru Mana’

Ende, Ekorantt.com – Bupati Ende, H. Djafar H Achmad melaunching pembayaran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) tahun anggaran 2020 di Desa Nanganesa,...

BACA JUGA

AWK Desak Pemerintah Berikan Dana Stimulan untuk Koperasi

Maumere, Ekorantt.com - Senator asal Nusa Tenggara Timur, Angelo Wake Kako (AWK) mendesak pemerintah untuk memperhatikan nasib koperasi kredit di tengah pandemi Covid-19. Dalam suratnya...

Alumni SMAK Setia Bakti Sumbang Masker untuk Pedagang di Kota Ruteng

Ruteng, Ekorantt.com - Alumni SMAK Setia Bakti Ruteng angkatan tahun 2015 membagikan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker kepada para pedagang di Pasar Inpres...

Dana Covid-19 di NTT, Leo Lelo: Rp810 Miliar Lebih Itu Bersumber Dari Mana Saja

Kupang, Ekorantt.com - Pemerintah Provinsi NTT telah merampungkan recofusing, realokasi, dan rasionalisasi anggaran penanganan Covid-19 di wilayah NTT. Dana Rp810 milliar yang bersumber dari...

Hingga Bulan Mei, Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga

Jakarta, Ekorantt.com - Otoritas Jasa Keuangan memperhatikan dampak pandemi Covid-19 yang relatif mulai memberikan tekanan terhadap sektor jasa keuangan, meskipun dari berbagai indikator dan...

“Tidak Ada Lagi Kabupaten yang Berusaha Menutup Perbatasannya”

Ekorantt.com - Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat menegaskan bahwa batasan antar-kabupaten segera dibuka. Para bupati/walikota diminta untuk membongkar kembali portal di perbatasan wilayah masing-masing. Demikian...

Sejarah Kegilaan di Ujung Pena E. P. da Gomez

Oleh: Dr. Jonas K.G.D. Gobang, S.Fil.,M.A.* Michel Foucault menulis naskah disertasinya yang telah diedit menjadi sebuah buku saku berjudul Sejarah Kegilaan (Historie de la folie)....

1.072 KK di Kecamatan Bola Terima BST Tahap Pertama

Maumere, Ekorantt.com - Sebanyak 1.072 warga Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka telah menerima Bantuan Sosial Tunai (BST) tahap pertama dari Kementerian Sosial Kamis (21/5/2020). Penyaluran BST...

Mantan Kades Lela Harus Diproses Hukum

Maumere, Ekorantt.com – Tidak berhenti pada pencopotan, Dosen Fakultas Hukum Universitas Surabaya (Ubaya), Marianus Gaharpung mendesak agar mantan Kepala Desa Lela, Frederich Frans Baba...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here