Gedung Baru KSP Kopdit Pintu Air, Dusun Rotat, Desa Ladogahar, Kecamatan Nita

Surabaya, Ekorantt.com -KSP Kopdit Pintu Air kembali mencatatkan dirinya sebagai salah satu koperasi yang mendapatkan kepercayaan dari anggota.

Kali ini Pintu Air pun menancapkan taji pelayanannya kepada segenap anggota yang berada di Kota Surabaya.

Masuk kota berjuluk kota pahlawan ini pada tahun 2016, ada semacam kecemasan bisa tidak Pintu Air merekatkan spirit ‘kau susah aku bantu, aku susah kau bantu’ kepada orang-orang di kota perdagangan terbesar di Indonesia ini.

Geliat Kota Surabaya memang tak bisa dianggap sepele apalagi untuk hidup dan berkembangnya sebuah koperasi yang lahir nun jauh di sebuah dusun kecil di Kabupaten Sikka bernama Rotat.

Yakobus Jano, Ketua Pengurus Pusat KSP Kopdit Pintu Air kepada Ekora NTT mengemukakan, masuknya Pintu Air ke Surabaya adalah tanda bahwa Pintu Air perlahan namun pasti memenuhi mimpi membentuk tiga zona di Indonesia.

Diantaranya; ada zona NTT dimana Pintu Air lahir dan berkiprah. Ketika berkiprah Pintu Air mengembangkan sayapnya dengan membentuk zona Indonesia Timur secara khusus dengan terbentuknya Cabang Makasar, Bali dan Lombok sebagai bagian dari zona Indonesia Timur.

Dan dengan masuknya Surabaya sebagai cabang ke 50 menunjukkan bahwa Pintu Air hadir untuk membuka sayap pelayanannya kepada siapa saja yang siap hidup berkoperasi untuk masuk dalam zona Indonesia bagian barat.

Peresmian Cabang Surabaya pada 09 November 2019 menjadi bukti bahwa spirit air yang mengalir hendak menghimpun orang-orang kecil yang mungkin terlupakan di kota-kota besar seperti Surabaya.

Masih menurut Jano, ada banyak orang yang bisa saja tidak mampu bersaing karena tuntutan dan geliat persaingan diantara perusahan-perusahaan besar.

KSP Kopdit Pintu Air memilih hadir di Surabaya sebagai tanda bahwa dari recehan seribu-dua ribu rupiah itulah Pintu Air mengumpulkan begitu banyak orang di Kota Surabaya untuk bersama dalam KSP Kopdit Pintu Air.

“Orang-orang di kota itu secara tidak langsung hidup dalam kecenderungan individual, lu-lu, gue-gue, kita hadir sebagai bagian dari Pintu Air untuk menyatakan bahwa dalam kebersamaan kita saling memberi dan menerima. Itu baru namanya koperasi. Kekuatan kita itu memberi dan menerima sambil terus menjalankan spirit hidup berkoperasi secara baik dan benar,” demikian urai Jano mantap.

Sejak masuk ke Surabaya pada tahun 2016, KSP Kopdit Pintu Air menunjukkan tren positif dalam perkembangan jumlah anggota dan juga aset.

Saat ini jumlah anggota Cabang Surabaya mencapai 900-an anggota dengan total aset Rp6 miliar lebih.

Menurut Yakobus Jano dari kriteria ini saja Surabaya sudah layak untuk dikukuhkan menjadi sebuah kantor cabang.

KSP Kopdit Pintu Air hadir juga untuk menghimpun segenap warga NTT diaspora dan para pelaku usaha yang mendukung hidup dan berkembangnya koperasi sebagai gerakan yang tepat bagi hidup berbangsa dan bernegara yang khas dengan roh elan vital bernama gotong royong dan kekeluargaan.

Diresmikannya Cabang Surabaya sebagai Kantor Cabang ke-50 atau disebut cabang emasnya KSP Kopdit Pintu Air serentak menjadi ikthiar untuk mengembangkan sektor riil yang kini lagi digarap berupa pengolahan minyak goreng kelapa Pintar untuk siap dipasarkan kemana saja.

Kedepan Surabaya menjadi sentra untuk beredarnya produk sektor riil KSP Kopdit Pintu Air tidak hanya ke seluruh Indonesia tapi juga untuk keperluan ekspor.

“Ya, doa kita mudah-mudahan seperti itu, tak ada yang mustahil kalau kita serius,” ujar Jano.

Petronela Binsasi, Ketua Komite KSP Kopdit Pintu Air Cabang Surabaya mengemukakan kehadiran KSP Kopdit Pintu Air di Surabaya membawa warna tersendiri bagi anggota.

“Dulu awal-awal itu, ada kecemasan dari anggota karena mereka pikir koperasi itu abal-abal. Bisa jadi karena sebelum Pintu Air masuk ke Surabaya itu ada beberapa koperasi yang statusnya tidak jelas,” ujar Petronela.

Ketika Pintu Air hadir dan memberikan spirit yang berbeda dengan pelayanan berkualitas nomor satu, mereka lalu bilang koperasi yang benar itu seperti ini”.

Dengan diresmikannya Cabang Surabaya, Petronela bertekad agar bersama seluruh kru di Cabang Surabaya untuk terus melebarkan sayap pelayanan yang bermutu. Tidak hanya di Surabaya tetapi di seluruh Provinsi Jawa Timur.

Saat ini saja Pintu Air sudah masuk ke Malang dan Probolinggo.

“Keutamaan kami adalah semua stakeholder mulai dari Pengurus samapi dengan Manajemen memberikan kualitas pelayanan dengan hati. Semua anggota wajib mendapatkan pelayanan yang sama tidak pilih kasih dan asal-asalan,” demikian urai Petronela.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here