Kamis, 9 Juli 2020

Guru Maria Deti, Ada Cinta di Madrasah Aliyah Muhammadiyah Nangahure

- Advertisement -

Maumere, Ekorantt.com – Maria Deti, 33 tahun, satu-satunya guru beragama Katolik yang mengajar di Madrasah Aliyah Muhammadiyah Nangahure, Kelurahan Wuring, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka. Sejak November 2010, Ibu Deti, begitu ia disapa, mengabdikan diri di sekolah yang 100 persen peserta didiknya beragama Islam.

Guru Bahasa Indonesia ini memberi warna tersendiri di tengah anak-anak yang menimba ilmu di Madrasah. Ibu dua anak ini juga memberikan pemahaman secara langsung tentang arti perbedaan kepada anak Madrasah sedini mungkin.

Ditemui Ekora NTT di Madrasah Nangahure saat merayakan Hari Guru Nasional Senin 25 November 2019, Ibu Deti didampingi ibu Nur Laily mengungkapkan, jatuh cintanya kepada sekolah Madrasah berawal dari kegiatan PPL saat masa kuliah dulu.

“Ketika saya PPL di Madrasah ada sesuatu yang sungguh menarik yang saya tidak dapatkan di tempat lain. Saya jujur mengatakan di lembaga pendidikan MTs dan MA ini ada cinta,” ujar jebolan FKIP Universitas Muhammadiyah Kupang tahun 2010 ini.

Baik para peserta didik dan guru tidak melihatnya dari sisi perbedaan agama. Mereka menerimanya sepenuh hati. Ini yang membuat Ibu Deti memilih lembaga pendidikan Islam ini sebagai ladang kerjanya hingga sekarang.

Keinginan kuat untuk mengabdi di lembaga ini terjawab ketika selesai kuliah, ia ditawari kepala sekolah untuk mengajar Bahasa Indonesia di Madrasah Aliyah Muhammadiyah Nangahure.

“Saya terima dengan hati berbunga-bunga,” kenangnya.

Pada saat PPL anak-anak sudah tertarik dengan cara mengajarnya. “Saya tidak pernah canggung untuk beradaptasi dengan kultur dan budaya sekolah,” ujarnya.

Bukti keakraban dan kedekatan dengan peserta didik, kata Deti, secara sederhana dibuktikan melalui hidup saling kunjung. Baik Ibu Deti maupun peserta didik berusaha mengenal satu sama lain dalam komunikasi yang akrab.

“Mereka selalu mengunjungi keluarga saya di Urun Pigang. Hajatan apa saja mereka selalu undang dan saya hadir. Demikian hajatan dari guru dan peserta didik juga saya tidak pernah absen,” katanya.

Guru Matematika Madrasah  Aliyah Muhammadiyah Nangahure, Nur Laily mengatakan, Ibu Deti adalah sosok guru yang luar biasa, mampu bergaul dalam perbedaan. Nuansa persaudaraan menjadi hal yang ia rasakan selama menjadi sahabat Ibu Deti.

“Alhamdulilah kami berkumpul, bergaul dan saling menyayangi. Jatuh bangun selalu bersama-sama,” ujarnya.

“Hal luar biasa yang dimiliki adalah pelatih tarian Hegong. Peserta didik banyak yang menari Hegong bahkan ikut lomba karena sekolah ini memiliki pelatih andal yakni Bu Deti,” tutup Ibu Nur yang juga pelatih Drumband di sekolah yang berada di bibir pantai utara Flores ini.

Yuven Fernandez

TERKINI

Pemkab Ende Diminta Segera Salurkan Bantuan untuk Mahasiswa di Luar Daerah

Ende, Ekorantt.com - Pemerintah Kabupaten Ende diminta segera menyalurkan bantuan dana untuk mahasiswa asal Kabupaten Ende di luar daerah yang hingga kini belum dicairkan. Permintaan...

Setwan DPRD NTT Sumbang Satu Ton Beras untuk Panti Asuhan di Kota Kupang

Kupang, Ekorantt.com - Sekretariat (Setwan) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyalurkan satu ton beras untuk empat Panti Asuhan di...

Ketua PKS Ende: Kami Ingin Wakil Bupati Berasal dari Figur Internal DPRD

Ende, Ekorantt.com - Tujuh partai pengusung paket Marsel-Djafar dalam Pilkada Ende 2018 lalu- Golkar, NasDem, PDIP, Demokrat, PKB, PKPI, dan PKS- sedang membangun komunikasi...

Ingin Jadi Kades di Kabupaten Kupang, Mantan Kadis PMD Ende Ajukan Pensiun Dini

Ende, Ekorantt.com – Mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Johanis Nislaka (54) yang sekarang menjabat Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Ende berencana maju dalam...

BACA JUGA

Pemkab Ende Diminta Segera Salurkan Bantuan untuk Mahasiswa di Luar Daerah

Ende, Ekorantt.com - Pemerintah Kabupaten Ende diminta segera menyalurkan bantuan dana untuk mahasiswa asal Kabupaten Ende di luar daerah yang hingga kini belum dicairkan. Permintaan...

Cerita Sukses Niko Beoang: Siapa Bilang Beternak Babi Itu Mahal?

Larantuka, Ekorantt.com - Bekerja sebagai pegawai kantor dan duduk manis di ruangan kerja memang menjadi rebutan bagi kebanyakan orang. Namun tidak bagi Frans Nikolaus...

Demo Mahasiswa Tolak Tambang di Matim, Begini Tanggapan Bupati Agas

Ruteng, Ekorantt.com - Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ruteng dan GMNI Cabang Manggarai menggelar aksi demonstrasi di Kantor Bupati Manggarai Timur, Kamis...

Maria P. Yulianti, Rimbawati yang “Betah Berlama-lama di Hutan”

Maumere, Ekorantt.com - Maria Paulina Yulianti, akrab disapa Ully. Sejak tahun 2009 lalu menjadi staf di Bidang Rehabilitasi Hutan dan Lahan Unit Pelaksana Teknis...

Ketua PKS Ende: Kami Ingin Wakil Bupati Berasal dari Figur Internal DPRD

Ende, Ekorantt.com - Tujuh partai pengusung paket Marsel-Djafar dalam Pilkada Ende 2018 lalu- Golkar, NasDem, PDIP, Demokrat, PKB, PKPI, dan PKS- sedang membangun komunikasi...

Beradaptasi di Tengah Pandemi, 17.571 Bumdes Lakukan Registrasi Ulang

Jakarta, Ekorantt.com – Kemampuan beradaptasi masyarakat desa di tengah pandemi Covid-19 menjadi hal yang diperhatikan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah. Dalam Webinar yang digelar...

Kemenkop UKM Terus Gulirkan Relaksasi Pembiayaan bagi Koperasi di Tengah Pandemi

Jakarta, Ekorantt.com - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menjelaskan, sebanyak 40 koperasi yang merupakan mitra Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM sudah 100...

Ingin Jadi Kades di Kabupaten Kupang, Mantan Kadis PMD Ende Ajukan Pensiun Dini

Ende, Ekorantt.com – Mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Johanis Nislaka (54) yang sekarang menjabat Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Ende berencana maju dalam...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here