Gregorius Upi Dheo

Bajawa, Ekorantt.com – Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Ngada Gregorius Upi Dheo dan Yohanes Tay Ruba atau yang lebih dikenal dengan akronim Paket GUD-ATR memberi klarifikasi terkait isu yang berkembang bahwa paketnya maju melalui jalur independen atau perseorangan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Ngada Tahun 2020.

Hal tersebut disampaikan Bakal Calon Bupati Ngada Gregorius Upi Dheo saat dikonfirmasi Ekorantt.com di Sekreteriat Pemenangan GUD-ATR di Kelurahan Tanalodu, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, Senin (7/1/2019).

Didampingi Ketua Tim Pemenangan Relawan GUD-ATR Ambros Nay, Gregorius Upi Dheo mengatakan, saat ini tersebar isu bahwa Paket GUD-ATR maju lewat jalur independen. Menurut dia, pernyataan tersebut muncul dari sesama kandidat yang bakal maju dalam perhelatan Pilkada Ngada 2020 nanti.

“Ada upaya yang dilakukan seolah-olah Paket GUD-ATR bersikap tidak konsisten sehingga pimpinan Parpol yang telah kami dekati dan ikut proses menganggap kami abaikan Parpol,” katanya.

Gregorius menegaskan, pihaknya mengikuti proses pencalonan bakal calon bupati dan wakil bupati melaui jalur partai politik. Menurut dia, pesta demokrasi harus dijalankan dengan gembira tanpa mencederai yang lain. Dia meminta para pendukungnya untu mengembangkan demokrasi dengan santun tanpa mendiskreditkan pihak lain dengan isu yang tidak benar.

“Saya punya tujuan pulang ke Ngada untuk membangun Ngada lebih maju dan sejahtera. Dari awal, komitmen saya seperti itu,” kata Greg, demikian ia biasa disapa.

Greg optimis menjalankan apa yang menjadi kesepakatan antara dirinya dan Parpol. Dia konsisten dengan pilihan untuk menggunakan jalur partai politik.

Terkait isu pengkotak-kotakan masyarakat Ngada menjelang Pilkada, Greg berpendapat, secara geopolitik, Kabupaten Ngada terdiri atas 12 kecamatan dengan karakteristik wilayah yang berbeda-berbeda. Namun, seorang pemimpin wajib melihat Kabupaten Ngada secara utuh tanpa membeda-bedakan satu dengan yang lainnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Tim Pemenangan GUD-ATR Ambrosius Nay.

Menurut Ambrosius, sebagai ketua tim, dirinya tidak pernah mengenal satu lembar fotokopi KTP untuk kepentingan Pilkada Ngada seperti yang diisukan selama ini. Menurutnya, isu itu dimainkan untuk mempengaruhi opini para pimpinan partai politik yang dilamar paket GUD-ATR baik di tingkat provinsi maupun di tingkat pusat bahwa paket ini tidak serius menggunakan jalur partai politik.

“Ini hoax yang dimainkan oleh pihak tertentu untuk melemahkan perjuangan GUD-ATR. Selama ini, pasangan GUD-ATR bersama tim kerja terus melakukan sosialisasi guna meningkatkan elektabilitas pasangan ini dan memang terbukti sudah semakin banyak yang mendukung paket ini,” katanya.

Ambrosius juga menjelaskan, Paket GUD-ATR tidak pernah mengklaim telah memperoleh Surat Keputusan (SK) dari partai politik pendukung. Pihaknya menyerahkan semua proses sesuai dengan mekanisme partai politik.

Namun, menurut Ambrosius, pihaknya yakin bahwa paket mereka diakomodasi oleh partai.

Belmin Radho

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here