ilustrasi (Foto victorynews)

Maumere, Ekorantt.com – Rekapitulasi Data Koperasi Berdasarkan Provinsi Per 31 Desember 2018, sebagaimana yang dilansir depkop.go.id, menunjukkan jumlah koperasi aktif di NTT sebanyak 2.364 unit. Menukil data yang sama, ada 497.625 anggota koperasi di NTT.

Hal ini menunjukkan, jumlah koperasi di NTT meningkat dari tahun sebelumnya yang berjumlah 2.241 unit. Selama setahun muncul 123 koperasi baru.

Secara keseluruhan, ada 126.343 unit koperasi yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia dengan total anggota sebanyak 20.049.995 orang per 31 Desember 2018. Volume usaha atau jumlah pinjaman yang disalurkan koperasi mencapai angka Rp2.279.912.217.157.

Dari sisi modal, koperasi di NTT memiliki modal sendiri sebesar Rp1.730.945.549.726, sedangkan modal luar sebesar Rp772.351.859.476

Adapun Sisa Hasil Usaha (SHU) koperasi di NTT per 31 Desember 2018 sebesar Rp61,665,663,466.

Kepala Dinas Koperasi Transmigrasi dan Nakertrans NTT, Sisilia Sona beberapa waktu lalu kepada Ekora NTT mengatakan, koperasi di NTT didominasi oleh koperasi yang bergerak di usaha simpan pinjam. 80 persen dari total koperasi di Nusa Tenggara Timur adalah koperasi simpan pinjam.

Menurutnya, koperasi simpan pinjam tersebar di seluruh wilayah di NTT, dari koperasi berskala kecil hingga koperasi berskala besar, dari koperasi berlevel lokal hingga koperasi berlevel nasional.

Sementara itu, koperasi-koperasi yang bergerak di sektor riil, lanjut Sisilia, masih minim. Oleh karena itu, pemerintah sedang mendorong koperasi di NTT untuk mulai merambah sektor riil.

Padahal sektor riil di NTT sangat menjanjikan dan diharapkan, dengan hadirnya koperasi yang bergerak di sektor riil, potensi-potensi yang ada bisa dikembangkan untuk kesejahteraan masyarakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here