Senin, 25 Mei 2020

Silo Rende, Musisi Muda yang Cinta Budaya

- Advertisement -

Borong, Ekorantt.com – Yustinus Silo Jebarus atau yang beken dikenal dengan nama Silo Rende adalah penyanyi lagu pop daerah Manggarai yang kini jadi idola kalangan muda Manggarai.

Iringan musik slow yang dipadukan dengan syair-syair patah hati atau jatuh cinta dalam bahasa lokal Manggarai menjadi ciri khas lagu-lagu ciptaan pemuda asal Rende, Desa Lembur, Kecamatan Kota Komba, Manggarai Timur ini.

Pada setiap acara pesta seperti pesta nikah, pesta syukuran komuni pertama, pesta sekolah dan lainnya, lagu-lagu ciptaan Silo Rende pasti selalu mengisi ruang dengar tamu undangan.

Setiap lagu ciptaannya bahkan bisa  menghiptonis pemuda atau pemudi yang sementara patah hati atau jatuh cinta. Tak heran, jika nama Silo Rende tidak asing bagi sebagian besar generasi milenial Manggarai, khususnya Manggarai Timur.

Ekora NTT berkesempatan untuk mewawancara pria tampan yang kini mengajar mata pelajaran Seni Musik di SMAN 6 Poco Ranaka tersebut. Alumni Program Studi Musik Unika Kupang ini mengenal musik dari almarhum kakeknya, sejak kecil. Kala itu hampir setiap hari kakeknya selalu memutar lagu-lagu daerah Manggarai.

“Dari sana, rasa musikalitas itu muncul,” kata Silo, 6 April 2020 lalu.

Bakat musik Silo Rende semakin diasa saat ia mengenyam pendidikan SMP dan SMA St Klaus Kuwu. Bermodalkan suara merdunya, di sekolah tersebut Silo sering dipilih mewakili teman-temannya setiap kali ada lomba musik atau nyanyi antar-kelas.

“Apalagi di sekolah, hampir semua peralatan musik ada. Juga ada jam-jam khusus untuk siswa mendalami bakat-bakat yang ada seperti bakat musik,” ungkapya.

Selepas menyelesaikan pendidikan di SMA St Klaus Kuwu, Silo kemudian memantapkan pilihan untuk kuliah jururan musik di Universitas Widya Mandira Kupang. Ia ingin mempertajam bakat yang ia miliki.

“Soal menjadi musisi, sebenarnya karena saya suka sastra, suka merangkai kalimat, awalnya berupa Puisi, lama kelamaan coba lagukan puisi dan enak rasanya,” ujarnya.

Ia mengaku mulai merilis lagu sejak 2011. Waktu itu, ia dan beberapa teman kuliahnya membuat grup musik yang kemudian diberi nama MBC (Bajawa Manggarai Colaboration). MBC memilih aliran Hip-hop.

“Kurang lebih tiga tahun saya buat lagu Rap. Dan semakin ke sini, saya sadar bahwa jiwa saya bukan di Hip hop. Setiap saya buat lagu Hip-hop, bawaanya selalu ke pop,” kisahnya mengenang.

Pada 2013, Silo Rende mulai merekam lagu pop daerah Manggarai pertama. Ia berduet dengan salah satu gadis Manggarai Acis Ahas. “Lagu pop pertama saya lumayan booming waktu itu. Namun, karena fokus tugas akhir, saya vakum bikin lagu,” ceritanya.

Silo Rende kemudian mulai aktif lagi membuat lagu sejak 2015, setelah ia selesai kuliah. “2015, saya buat lagu judul Momang Lonto Tadang,” ucapnya.

Sejak 2016, ia mulai serius menggarap klip video yang kemudian ia upload di kanal youtube Silo Rende.

“Sejak 2016 itu kan mulai tenar Youtube di daerah Manggarai. Saya berpikir, bagaimana kalau saya punya hobi nyanyi ini, saya jadikan sesuatu yang bisa menghasilkan uang. Pas bulan Mei 2016 saya mulai serius buat klip pertama untuk diupload ke Youtube saya,” katanya.

Sejak saat itu, Silo Rende mulai aktif membuat lagu. Dari ratusan karyanya itu, baru separuh yang ia upload ke youtube. Kini kanal youtubenya sudah disuscribe oleh belasan ribu orang dan sudah dinonton ratusan ribu kali.

“Kini, karya seni musik menjadi pekerjaan sampingan bagi saya,” kata guru PNS tersebut.

Silo Rende mengatakan, ia selalu menggunakan bahasa daerah Manggarai dalam setiap lagu karena kecintaannya terhadap budaya Manggarai.

“Bukan hanya bahasa. Tari dan apapun tentang budaya Manggarai, saya mau perkenalkan itu semua kepada siapa saja. Bagi saya, musik itu bahasa  universal,” urainya.

Ia mengisahkan, setiap bait lagu yang ia cipta terinspirasi dari kisah hidupnya. Dan ia merasa bahwa apa yang ia alami juga dialami oleh orang kebanyakan. Tentang apa saja.

Apalagi tentang kisah cinta kawula muda. Tidak heran kalau setiap lagu yang diciptakan mudah diterima pencinta musik, khususnya anak muda di Manggarai Timur.

Sebagai guru PNS, ia tentu punya banyak kesibukan. Namun ia tetap menyisihkan waktu luangnya untuk menghasilkan karya seni untuk dinikmati banyak orang.

Ia berpesan kepada generasi muda untuk kreatif. Dunia ke depan, kata dia, butuh manusia kreatif.

“Hal yang paling harus disadari adalah mengenal siapa kita, apa kita untuk banyak orang, Tuhan sudah berikan kita talenta, tinggal bagaimana kita mengembangkan talenta,” kayanya.

“Saya mau generasi muda mencontoi teman Ronsi, pembuat konten Bocah Korslet yang viral. Yang terpenting mulai saja dulu,” pesannya.

Kepada pemerintah, ia berharap agar ada perhatian untuk para musisi. “Bagaimanapun mereka (musisi) juga pekerja, dan yang mereka hasilkan juga berguna untuk siapapun,” pungkasnya.

Rosis Adir

TERKINI

Tindakan Penutupan Jalan di Hikong Melawan Hukum

Maumere, Ekorantt.com - Dosen Fakultas Hukum Universitas Surabaya, Marianus Gaharpung mengatakan, tindakan sepihak penutupan jalan umum yang dilakukan oleh Kepala Desa Hikong merupakan tindakan...

Heboh Aksi Penutupan Jalan Negara Berujung Maut, Ini Penjelasan Kades Hikong

Maumere, Ekorantt.com – Aksi penutupan jalan negara Maumere-Larantuka, tepatnya di Desa Hikong, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka bikin heboh. Ekora NTT berkesempatan mewawancarai Kepala Desa (Kades)...

Hidup Berpindah-pindah, Lukas Lodan Sekeluarga Menumpang Gubuk Reyot di Urunpigang

Maumere, Ekorantt.com - Nahas memang nasib yang dialami oleh Lukas Lodan dan Marta Pewa. Pasangan suami istri dengan empat anak ini harus tinggal berpindah-pindah...

Akses Pasar Terbatas, Desa Detusoko Barat Kembangkan Inovasi ‘Dapur Kita’

Ende, Ekorantt.com - Ferdinandus Nando Watu, penggagas konsep ekowisata di Kabupaten Ende yang kini menjabat sebagai kepala desa Detusoko Barat, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende...

BACA JUGA

Banjir Rendam Pemukiman Hingga Sawah Petani di Aesesa-Nagekeo

Mbay, Ekorantt.com – Akibat curah hujan yang cukup tinggi beberapa waktu belakangan, luapan air merendam sejumlah titik di Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Tidak hanya...

Julie Laiskodat Bagi Sembako di Flotim, Katarina: Terima Kasih

Larantuka, Ekorantt.com - Sebagai bentuk kepedulian di tengah Covid-19, anggota Anggota DPR RI dari Partai NasDem, Julie Sutrisno Laiskodat memberikan sumbangan paket Sembako kepada...

Desa Aewora-Ende Terapkan Karantina Terpusat bagi Warga yang Datang dari Zona Merah

Ende, Ekorantt.com - Pemerintah Desa Aewora, Kecamatan Maurole Kabupaten Ende menerapkan karantina terpusat bagi pelaku perjalanan yang datang dari wilayah zona merah penyebaran Covid-19. Penerapan...

1.072 KK di Kecamatan Bola Terima BST Tahap Pertama

Maumere, Ekorantt.com - Sebanyak 1.072 warga Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka telah menerima Bantuan Sosial Tunai (BST) tahap pertama dari Kementerian Sosial Kamis (21/5/2020). Penyaluran BST...

Pasien Covid-19 di Manggarai Jalani Perawatan di Wisma Atlet Stadion Golo Dukal

Ruteng, Ekorantt.com – Warga yang positif Covid-19 di Kabupaten Manggarai menjalani perawatan medis di Wisma Atlet Stadion Golo Dukal, Kelurahan Bangka Leda, Kecamatan Langke...

Kisah Haru Haji Mubrin dan Dua Cucunya, Rayakan Idul Fitri di Stadion Marilonga Ende

Ende, Ekorantt.com – Perayaan Idul Fitri tahun ini di luar dugaan Haji Mubrin, warga asal Bima, NTB. Ia merayakan Idul Fitri 1441 Hijriah bersama...

Ini 5 Kanal Youtube Terpopuler Asal NTT

Maumere, Ekorantt.com -  Saat ini, youtube menjadi salah satu aplikasi favorit para pengguna gadget. Survey ‘We Are Social’  tahun 2019 lalu menunjukkan bahwa terdapat...

E.P. Da Gomez: Politisi, Pemikir dan Pejuang Demokrasi (Sebuah Obituari)

Oleh: Andreas Hugo Pareira* Sekitar setahun yang lalu diawal bulan Mei 2019, setelah selesai Pileg-Pilpres, sebelum kembali ke Jakarta, saya sempat berkunjung ke rumah E.P....
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here