Senin, 25 Mei 2020

Ketika Orang Lain Masih Berbisik… (Mengenang EP da Gomez)

- Advertisement -

Oleh: Dion Db Putra

“Dion, coba kau baca dulu yang saya tulis itu kah. Menurut saya perlu segera dimuat karena masalahnya sedang aktual”.

Itu katanya suatu ketika di awal 2000-an ketika masih aktif menulis artikel di Harian Pos Kupang.

Hampir tiap pekan dia kirim artikel untuk rubrik Opini Harian Pos Kupang. Tema tulisannya sangat kaya perspektif, umumnya mengenai masalah sosial politik, pemerintahan, pembangunan. Sesekali menyentil masalah ekonomi.

Kalau Pos Kupang agak lama tak menerbitkan artikelnya, dia pasti bertanya ke jajaran redaksi. Saya termasuk yang kerap menerima telepon darinya.

“Coba Om agak bersabar sedikit. Soalnya yang kirim artikel ke Pos Kupang ini banyak sekali tiap hari. Jadi harus antre,” begitu penjelasan saya.

Beliau biasa menerima dengan senang hati. Yang penting baginya adalah penjelasan, termasuk ketika artikelnya sama sekali tidak diterbitkan. Mungkin karena temanya sudah tidak kontekstual atau kalah cepat dikirim ke redaksi dibandingkan penulis lain.

Ya, dia adalah penulis yang produktif. Masih terus menulis hingga usianya 70-an tahun.

Untuk konsumsi pembaca media massa, artikelnya bertebaran di Harian Pos Kupang dan Harian Flores Pos. Bahkan jauh sebelum itu di Mingguan Dian dan lain-lain.

(Baca juga: DUTA, Surat Kabar Perintis di Kabupaten Sikka)

Hanya belakangan ini pembaca di Nusa Tenggara Timur agak jarang menikmati tulisannya di media masssa umum. Faktor usia kiranya menjadi kendala.

Dia juga produktif menulis buku. Banyak buku karyanya. Buku sejarah, politik, pemerintahan. Juga biografi.

Terakhir bersua dengannya saat peluncuran buku di sebuah hotel di Kota Maumere tahun 2015. Saya menjadi editor buku biografi tersebut.

Sebagaimana biasa, dia banyak memberi catatan kritis terhadap buku tersebut.

Saya senang tak terkira karena meski tubuhnya mulai ringkih, beliau masih berkenan datang ke hotel untuk berdiskusi tentang isi buku.

Dia memang orang hebat. Sejatinya adalah politisi. Tapi politisi yang tidak hanya cakap berkata-kata tetapi piawai merangkai kata dan kalimat.

Tidak banyak orang seperti dia. Kita lebih sering berjumpa politisi yang banyak omong saja.

Dia seorang pembelajar yang tekun. Pendidikan formalnya tidak tinggi-tinggi amat.

Setahu saya dia tamat SMAK Syuradikara Ende, sekolah ternama di kampung halaman saya.

Sebagai politisi dia mulai merintisnya sejak bersama Partai Katolik kemudian Partai Demokrasi Indonesia (PDI) – belakangan jadi PDI Perjuangan.

Seperti tulisannya yang to the point kalau mengeritik atau membedah suatu persoalan, di panggung politik pun sama. Bicaranya lantang, langsung ke inti masalah.

Kalau tidak suka maka akan dia bilang apa adanya. Kalau memuji memang patut dipuji.

Saya selalu ingat kata-katanya demikian. “Ketika orang lain masih berbisik, saya sudah berteriak.”

Memang benar adanya. Kata-kata itu menggambarkan sikapnya dalam berpolitik. Pada masa Orde Baru yang otoritarian.

Ketika banyak orang memilih bungkam saat itu, dia berani bicara tentang hal-hal yang tak berkenan di tengah kehidupan masyarakat. Baik untuk level Kabupaten Sikka, NTT bahkan masalah bangsa Indonesia.

Sore ini, 18 Mei 2020, dapat kabar duka dari Maumere, kota eksotik di pesisir utara Pulau Flores.

Eugenius Paceli Da Gomez, EP da Gomez berpulang.

Selamat jalan Om Epe. Tuhan maharahim mendekapmu dalam damai abadi.

Epangawang (terima kasih)untuk jasamu bagi bangsa, gereja, dan tanah air tercinta.

Turut berduka buat saudaraku Edward Lodovikus da Gomez, Jannes Eudes Wawa dan seluruh keluarga besar Da Gomez di Sikka, Maumere dan di mana pun berada.

*Wartawan Senior, tinggal di Bali

TERKINI

Tindakan Penutupan Jalan di Hikong Melawan Hukum

Maumere, Ekorantt.com - Dosen Fakultas Hukum Universitas Surabaya, Marianus Gaharpung mengatakan, tindakan sepihak penutupan jalan umum yang dilakukan oleh Kepala Desa Hikong merupakan tindakan...

Heboh Aksi Penutupan Jalan Negara Berujung Maut, Ini Penjelasan Kades Hikong

Maumere, Ekorantt.com – Aksi penutupan jalan negara Maumere-Larantuka, tepatnya di Desa Hikong, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka bikin heboh. Ekora NTT berkesempatan mewawancarai Kepala Desa (Kades)...

Hidup Berpindah-pindah, Lukas Lodan Sekeluarga Menumpang Gubuk Reyot di Urunpigang

Maumere, Ekorantt.com - Nahas memang nasib yang dialami oleh Lukas Lodan dan Marta Pewa. Pasangan suami istri dengan empat anak ini harus tinggal berpindah-pindah...

Akses Pasar Terbatas, Desa Detusoko Barat Kembangkan Inovasi ‘Dapur Kita’

Ende, Ekorantt.com - Ferdinandus Nando Watu, penggagas konsep ekowisata di Kabupaten Ende yang kini menjabat sebagai kepala desa Detusoko Barat, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende...

BACA JUGA

Tindakan Penutupan Jalan di Hikong Melawan Hukum

Maumere, Ekorantt.com - Dosen Fakultas Hukum Universitas Surabaya, Marianus Gaharpung mengatakan, tindakan sepihak penutupan jalan umum yang dilakukan oleh Kepala Desa Hikong merupakan tindakan...

Keluarga PDP yang Meninggal di Manggarai: Jasad Kami Hidup Tapi Jiwa Kami Sudah Mati

Ruteng, Ekorantt.com - Keluarga Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang telah meninggal dunia kini menyurati Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Manggarai. Diketahui, sang pasien merupakan...

Ada Nama Orang Meninggal dalam Data Penerima BST, Kades Bama: Inikan Kacau

Larantuka, Ekorantt.com - Kepala Desa Bama, Kecamatan Demon Pagong, Kabupaten Flores Timur, Petrus Ike Goran mengaku kecewa lantaran data penerima Bantuan Sosial Tunai (BST)...

Terkendala Data Kependudukan, 4.564 KK di Ende Belum Terima BST

Ende, Ekorantt.com – Terkendala data kependudukan, sebanyak 4.564 Kepala Keluarga (KK) penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kabupaten Ende belum menerima dana bantuan hingga...

Tambah 2 Kasus Positif Covid-19, 3 Kecamatan di Ende Masuk Zona Merah

Ende, Ekorantt.com - Dua kasus baru Covid-19 di Kabupaten Ende dari klaster Magetan menambah jumlah kasus positif di Kabupaten Ende menjadi 6 kasus. Berdasarkan rilis...

Julie Laiskodat Bagi Sembako di Flotim, Katarina: Terima Kasih

Larantuka, Ekorantt.com - Sebagai bentuk kepedulian di tengah Covid-19, anggota Anggota DPR RI dari Partai NasDem, Julie Sutrisno Laiskodat memberikan sumbangan paket Sembako kepada...

Pemerintah Siap Bantu Mahasiswa Perantauan Asal Flotim

Larantuka, Ekorantt.com - Pemerintah Kabupaten Flores Timur (Flotim) telah menyiapkan anggaran untuk membantu mahasiswa perantauan asal Flores Timur di tengah wabah Covid-19. Bupati Flores Timur,...

Ketika Orang Lain Masih Berbisik… (Mengenang EP da Gomez)

Oleh: Dion Db Putra “Dion, coba kau baca dulu yang saya tulis itu kah. Menurut saya perlu segera dimuat karena masalahnya sedang aktual”. Itu katanya suatu...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here