Minggu, 5 Juli 2020

Lelucon Demo Tolak Tambang di Reo: Kok Tiba-tiba Ada Polisi Air

- Advertisement -

Ruteng, Ekorantt.com – Ratusan massa pemuda dan mahasiswa berunjuk rasa di Jembatan Gongger, Reo, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), 24 Juni 2020 lalu.

Mereka tergabung dari mahasiswa Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ruteng, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Manggarai, dan Aliansi Gerakan Pemuda Reo Tolak Tambang.

Demo ini berkahir ricuh, setelah sebelumnya massa aksi dihalangi oleh anggota Polres Manggarai Timur, Polres Manggarai, dan Polisi Air.

Keberadaan Polisi Air dengan pakaian lengkap dan sangat aktif dalam menghadang massa aksi menimbulkan tanda tanya dan bahkan dianggap sebagai lelucon.

Ketua Lembaga Kajian Pengembangan SDM PP PMKRI, Servas Jemorang menyayangkan keterlibatan Polisi Air dalam pengamanan unjuk rasa tersebut.

Servas menganggap, Kapolres Manggarai sudah dengan sengaja melibatkan mereka.

“Aneh. Kok tiba-tiba ada Polisi Air, dengan seragam lengkap berwarna biru begitu aktif melakukan penghadangan terhadap massa aksi. Ini kan menyalahi Tupoksi mereka sebagai polisi yang bertugas di wilayah perairan. Berarti ada kesengajaan mengabaikan Tupoksi yang dilakukan oleh Kapolres Manggarai,” ujar Servas. .

Mantan Ketua PMKRI Ruteng ini meminta Kapolda NTT untuk mencopot Kapolres Manggarai karena dinilai sengaja menugaskan Polisi Air .

“Yah, Kapolresnya harus dicopot. Sudah sengaja menyalahi Tupoksi itu. Dimana-mana saya kira, polisi air tak pernah terlibat dalam urusan di wilayah daratan. Apalagi pengamanan aksi yang sudah jelas bukan tugas mereka,” jelas Servas.

Sementara itu, Pengurus Pusat PMKRI melalui Felix Martuah Purba menyayangkan tindakan represif yang dilakukan aparat keamanan.

“Apa yang dilakukan oleh aparat keamanan adalah tindakan represif yang tidak diperbolehkan secara konstitusi,” kata Felix melalui rilis yang diterima Ekora NTT Kamis (25/6/2020).

Pengurus Pusat PMKRI, kata Felix, mendesak agar Kapolda NTT untuk segera mencopot Kapolres Manggarai dan Manggarai Timur.

“Kedua Kapolres ini telah membiarkan anggotanya untuk mengangkangi hak dan kebebasan berpendapat dari masyarakat,” ujar Felix.

Felix mengingatkan, apabila Kapolda NTT lambat mengambil tindakan, Tim Advokasi dan HAM PP PMKRI akan membawa persoalan ini ke Mabes Polri dan meminta Mabes Polri untuk mengevaluasi kinerja Kapolda NTT.

Adeputra Moses

TERKINI

‘Detusoko Rest Area’ Siap Jadi Tempat ‘Display’ Produk Wisata Desa

Ende, Ekorantt.com – Taman Nasional (TN) Kelimutu mendukung potensi agrowisata Detusoko sebagai salah satu desa penyangga Kelimutu. Kali ini, dukungan itu ditunjukkan lewat pembangunan...

Hidupkan Geliat Ekonomi, Desa-Desa Wisata Diminta Kembali Dibuka

Jakarta, Ekorantt.com – Demi menghidupkan kembali geliat ekonomi di desa, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar meminta desa-desa...

Miliki Laboratorium TCM, RSUD Tc Hillers Maumere Prioritaskan ODP dan PDP

Maumere, Ekorantt.com - Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo didampingi Wakil Bupati, Romanus Woga meresmikan laboratorium Tes Cepat Molekuler (TCM) di Rumah Sakit Umum Daerah...

Sebut Flores Bukan Wilayah Karts yang Dilindungi, Bupati Agas: Entah itu benar atau tidak, saya bukan ahli geologi

Borong, Ekorantt.com - Dalam dialog dengan mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi menolak pabrik semen dan tambang batu gamping di Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba...

BACA JUGA

Johnny Plate Minta Masyarakat Manfaatkan Internet Desa untuk Kegiatan Produktif

Larantuka, Ekorantt.com - Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Republik Indonesia, Johnny G. Plate meminta masyarakat desa agar memanfaatkan akses internet untuk kegiatan produktif. Hal...

Pintu Air Laksanakan RAT Online

Maumere, Ekorantt.com - KSP Kopdit Pintu Air melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2019 pada 26-27 Juni 2020. Penyelenggaraan RAT tahun ini berbeda...

Hari Bhayangkara Ke-74 di Sikka, Dari Baksos Hingga Penerbitan SIM Gratis

Maumere, Ekorantt.com - Menyambut Hari Bhayangkara ke-74 pada 1 Juli 2020, Polres Sikka telah menggelar serangkaian kegiatan Bakti Sosial (Baksos), diantaranya; donor darah, ziarah...

Tertimbun Longsor Tebing, Seorang Penambang Pasir di Manggarai Tewas

Ruteng, Ekorantt com – Longsor tebing di Penggalian Pasir Cunca Durang, Kelurahan Golo Dukal, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai membawa petaka. Pasalnya, Alexander R....

Pelayanan Sakramen dan Ibadat di Keuskupan Maumere Kembali Dibuka

Maumere, Ekorantt.com – Pelayanan Sakramen dan ibadat di Keuskupan Maumere kembali dibuka menyambut new normal. Uskup Keuskupan Maumere, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu mengatakan, pelayanan...

SWI Temukan 105 ‘Fintech Peer To Peer Lending’ Tanpa Izin

Kupang, Ekorantt.com - Satgas Waspada Investasi (SWI) berhasil menemukan 105 fintech peer to peer lending ilegal yang menawarkan pinjaman ke masyarakat melalui aplikasi dan...

Sebut Flores Bukan Wilayah Karts yang Dilindungi, Bupati Agas: Entah itu benar atau tidak, saya bukan ahli geologi

Borong, Ekorantt.com - Dalam dialog dengan mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi menolak pabrik semen dan tambang batu gamping di Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba...

Aset Kopdit Hiro Heling Mendekati 30 Miliar Rupiah

Maumere, Ekorantt.com – Aset KSP Kopdit Hiro Heling mendekati 30 miliar rupiah. Sekarang ini, asetnya mencapai Rp28.874.189.874. Tersebar di sejumlah Kabupaten di NTT, jumlah...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here