Teruslah Belajar!

Maumere, Ekorantt.com – Menjadi pelayan atau aktivis koperasi bukan semata-mata untuk mengejar rupiah. Bekerja bukan hanya untuk mendapatkan imbalan berupa gaji.

Bekerja di koperasi adalah sebuah proses belajar. Belajar dan teruslah belajar! Demikian refleksi General Manajer KSP Kopdit Pintu Air, Gabriel Pito Sorowutun saat dirinya dilantik di Aula Sumur Yakob, Kantor Pusat Pintu Air, 13 September 2020.

Memang demikianlah komitmen awal Gabriel datang ke Maumere. Ia datang untuk belajar tentang koperasi di nian tana Sikka.

Tahun 1998. Ia melintas di Kampung Rotat. Melihat plang “Credit Union Pintu Air”.  Berulang kali ia melihatnya dari jalan. Dan rupanya ia tertarik untuk bekerja di kantor kecil di belakang plang itu.

Ia memberanikan diri untuk melamar. Tanpa menenteng secarik surat lamaran. Juga tanpa map lamaran kerja. Apalagi jas necis. Ia menyampaikan keinginannya untuk belajar secara lisan.

iklan

Hal ini, kata Gabriel, jauh berbeda dengan apa yang ia alami sekarang. Ia dilantik secara resmi. Bersumpah di atas kitab suci. Menulis kontrak kerja. Lalu berita acara pelantikannya dibacakan di depan umum.

Tapi Gabriel tetaplah Gabriel. Komitmennya untuk belajar tetap terawat selama 20 tahun lebih bekerja di Pintu Air, walaupun tak harus kembali ke tanah kelahirannya di Lembata sebagaimana rencana awalnya.

“Terima kasih untuk kepercayaannya. Saya tetaplah manusia yang tidak sempurna. Kalau saya sempurna tidak mungkin saya dipilih kembali. Saya dipilih untuk terus belajar,” begitu pernyataannya.

Kepada pejabat struktural Pintu Air yang dilantik lainnya, Gabriel berpesan bahwa menjadi pejabat tak lain adalah kesempatan untuk belajar menjadi sempurna. Belajar untuk giat baik lagi. Belajar untuk lebih bekerja keras lagi.

Selain komitmen untuk belajar, Ketua KSP Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano menambahkan pentingnya kekuatan doa dalam setiap karya dan kerja. Ia mengamini pepatah klasik yakni ora et labora (berdoa dan bekerja).

Baginya, Pintu Air tak sebesar seperti sekarang tanpa campur tangan Tuhan. Apa yang tidak diperhitungkan sebelumnya, kini diperhitungkan dan jadi koperasi kredit terbesar di Indonesia. Tentu karena karya Tuhan.

Ziarah 25 tahun Pintu Air, demikian Jano, adalah ziarah bersama Tuhan.

Disadari juga bahwa Pintu Air selama ini menggunakan sistem “angkat taruh” dalam memberikan jabatan kepada staf. Dan pelantikan resmi merupakan peristiwa yang pertama dalam sejarah Pintu Air.

Yakobus menyadari juga bahwa prestasi yang ditoreh selama ini bukan karena kerja satu atau dua orang, tapi berkat kerja tim (team work).

Kepada yang terlantik, Jano berpesan bahwa Pintu Air adalah ruang atau wadah solidaritas tanpa sekat suku, ras, dan agama, dan sekat ideologis lainnya. Karena itu, hendaknya setiap anggota harus diberikan pelayanan yang sama tanpa pandang bulu.

TERKINI
BACA JUGA