Sikka Jadi Pilot Project Program Kemitraan Closed Loop di Wilayah Indonesia Timur

Maumere, Ekorantt.com – Program kemitraan closed loop Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian resmi masuk Kabupaten Sikka, ditandai dengan penandatanganan MOU dan penanaman perdana cabai dan bawang merah di kebun milik Kelompok Moeda Tani Farm, Maumere, Kamis (02/12/21).

Program ini diinisiasi pada tahun 2020 dan dimulai di Garut, kemudian di Sukabumi Jawa Barat lalu saat ini di Kabupaten Sikka. Sistem ini menggandeng berbagai institusi yang menyediakan Sarana produksi pertanian, penyedia teknologi, penyedia pembiayaan, dan penyedia asuransi.

Ada 17 institusi yang terlibat dalam closed loop Kabupaten Sikka, yakni Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Pertanian, Kementerian Desa PDTT, Kemenkop, Pemerintah Kabupaten Sikka, Perwakilan BI NTT, BPD NTT, Kadin, PT Petrokimia Gresik, PT East West Seed Indonesia, PT Mitra Sejahtera Membangun Bangsa, PT Dharma Guna Wibawa, PT Asuransi Central Asia, Bumdes Bersama Kecamatan Nita, dan Kelompok Moeda Tani Farm.

Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Hortikultura Kemenko Perekonomian, Yuli Sri Wilanti menuturkan, closed loop adalah cara membangun ekosistem pertanian terintegrasi dari hulu ke hilir dan mendorong semua pihak yang terlibat untuk bersinergi dan berkomitmen secara bersama-sama.

Menurut Yuli, inti dari closed loop adalah pengaturan pola tanam, sehingga tidak serentak menanam satu jenis hortikultura yang akan menimbulkan over suplay.

iklan

“Dengan sistem ini juga petani tidak sendiri dan ke depannya program ini akan berbasis digital. kita akan menuju ke sana,” tegas Yuli.

Kelembagaan petani juga menjadi sangat penting dalam program ini, kata Yuli. Karena petani sekarang mesti bermitra dengan banyak pihak dan memiliki badan hukum.

Yuli menyampaikan, pihaknya menargetkan 2 juta petani sampai 2023.

Ia pun mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Sikka atas terselenggaranya closed loop di Sikka. Harapannya sektor pertanian tidak hanya bertahan tetapi menjadi juara di Indonesia.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Kemendes PDTT Samsul Widodo menyampaikan, potensi di NTT sangat luar biasa dalam berbagai segi. Karena itu, ia gencar mempromosikan NTT terkhusus Sikka agar program-program pemerintah dapat masuk ke sini.

Ia tak menampik adanya berbagai rintangan di daerah, termasuk suhu politik lokal yang juga berpengaruh pada berhasil atau tidaknya sebuah program.

Untuk itu, Widodo mengajak agar closed loop segera bergegas sebelum 2023.

“Kalau di Jawa kami bisa sukses itu biasa, tapi kalau kami sukses di sini dengan kondisi politik lokal yang sangat kritis itu luar biasa,” tuturnya.

Kepada rekan media, Widodo berharap agar  membantu mempromosikan program tersebut sehingga Sikka akan menjadi rujukan kabupaten lain ke depannya.

Cucun Suryana

TERKINI
BACA JUGA