Miris! Aksi Wisatawan Ledakkan Petasan di Pulau Kalong

Labuan Bajo, Ekorantt.com – Sebuah video yang ramai beredar di WhatsApp menunjukkan sebuah aksi wisatawan yang meledakkan petasan di Pulau Kalong yang menjadi bagian dari Kawasan Taman Nasional Komodo pada Kamis (30/3/2022) sore.

Dalam video yang beredar luas dan menjadi viral itu, tampak para wisatawan yang berada tak jauh dari lokasi berteriak dan marah serentak menegur pihak wisatawan dan nakhoda kapal.

Kepala BTNK Lukita Awang mengungkapkan, setelah mendengar informasi tersebut, pihaknya langsung bergegas menuju lokasi. Namun tiba di lokasi, kapal yang membawa wisatawan tersebut sudah tidak ada.

Sementara itu, Lee Risar, salah seorang wisatawan yang berada tidak jauh dari lokasi mengatakan kepada Ekora NTT Jumat (1/4/2022), rombongannya berada dalam kapal yang jaraknya sekitar 100 meter dari lokasi Pulau Kalong.

“Jarak kami dengan bunyi ledakan petasan itu sekitar 100 meter. Lalu, itu terjadi di luar dugaan kami, tiba-tiba mereka menyalakan kembang api. Semuanya pada syok karena dari beberapa penumpang kapal yang ada di sekitar berteriak stop, tidak lama mereka kasih bunyi lagi, sehingga pada kesempatan kedua beredar video yang viral itu,” terangnya.

iklan

Lee menjelaskan, pada saat video kedua, para wisatawan tersebut masih saja meledakkan petasan, jadi semua yang berada di lokasi marah.

“Sebagai parmuwisata, ada yang muat di group HPI bagi teman-teman yang guide, sedangkan ada juga yang langsung ke media sosial seperti WhatsApp begitu,” jelas Lee yang adalah seorang youtuber ini.

Lebih lanjut, kata Lee, rombongannya mendapat informasi bahwa kapal dan seluruh anggota yang meledakkan petasan itu dipanggil pulang dan pihaknya tidak tahu lagi informasi selanjutnya.

“Yang jelas, sebagai wisatawan saya marah dan kecewa karena berimbas kepada hal lainnya. Entah itu disengaja atau tidak, bakalan berimbas kepada pemilik kapal, lalu guide-nya, kaptennya. Mungkin mereka sedang mencari hidup, tapi hanya karena keteledoran penumpang, akhirnya berimbas untuk semua,” urai Lee lebih lanjut.

Sementara itu, Ivan Suryan (30), seorang warga Labuan Bajo yang berdomisili di Kaper mengatakan, sebagai warga Labuan Bajo, ia cukup marah dan kecewa karena aksi para wisatawan sudah menyebabkan keresahan publik.

“Intinya, saya marah dan kecewa karena tindakan mereka itu sudah keterlaluan. Tindakan mereka bisa bikin kalong pindah dari tempatnya sekarang karena merasa terusik. Harusnya Pemda lebih ketat lagi terhadap para wisatawan yang mau naik kapal pesiar,” kata Ivan.

Ivan menambahkan, setidaknya semua wisatwan dan kru kapal diperiksa lebih awal sebelum berlayar menuju tempat tujuan wisata.

“Hal ini penting supaya jangan terulang lagi kejadian ini. Jangan sampai obyek wisata rusak hanya karena ulah sekelompok wisatawan yang egois dan arogan,” tambahnya.

Untuk diketahui, hingga berita ini diturunkan, Ekora NTT sedang mengkonfirmasi pihak-pihak terkait untuk mencari data lengkap terkait pihak wisatawan dan kru kapal yang meledakkan kembang api di Pulau Kalong.

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
TERKINI
BACA JUGA