Deteksi Ada Ancaman Serius, Kejati NTT Gelar Rapat Koordinasi Bersama Pakem

Kupang, Ekorantt.com – Kejaksaan NTT menggelar rapat koordinasi bersama tim pengawasan aliran kepercayaan dan keagamaan masyarakat (Pakem).

Rapat yang berlangsung di Aula Kejati NTT pada Rabu (10/8/2022) pagi, membahas secara khusus tentang aliran kepercayaan yang menyimpang atau aliran sesat di NTT.

Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, Hutama Wisnu mengatakan, rapat bertujuan untuk mengawasi dan mendeteksi dini aliran-aliran keagamaan yang ada di tengah masyarakat yang terindikasi menimbulkan keresahan karena berkaitan dengan kaidah dan keimanan masyarakat.

“Sepanjang itu tidak menyimpang dari kaidah agama, tentu saja kita akan lakukan pembinaan. Supaya bisa kembali ke masyarakat dan kaidah agamanya,” ujar Hutama Wisnu.

Dia menegaskan, jika aliran tersebut terdapat penyimpangan seperti penodaan agama dan bertentangan dengan kaidah-kaidah keagamaan, maka pihaknya akan melakukan penindakan secara hukum.

iklan

“Semua ini kan dari masyarakat. Ada yang tidak memahami dan mendalami agama, sehingga mereka terbawa ke aliran kepercayaan yang mungkin menyimpang di masyarakat,” ungkapnya.

Sepanjang aliran itu tidak bertentangan dengan agama, maka mereka akan diajak dan dibina untuk kembali kepada agamanya masing-masing.

“Kembali ke aturan kaidah agamanya masing-masing. Bersifat pembinaan aja,” terangnya.

Menyebar di Manggarai Barat

Sementara itu, Kepala Kesbangpol NTT, Ir Jhon Oktabianus, secara terpisah mengatakan, aliran atau kepercayaan sesat yang sedang dipantau pemerintah adalah yang terjadi di Manggarai Barat.

Kadis Kesbangpol NTT/Ekora NTT

Aliran sesat ini, kata Jhon berasal dari negeri Tirai Bambu (China) yang disebarkan oleh pasangan suami isteri.

“Di Manggarai Barat, aliran itu menyebar dari Cina sana. Jadi ada suami isteri, di mana suaminya itu mentuankan isterinya seperti Tuhan Yesus turun kedua kalinya di dunia. Dan berkembang melalui media sosial,” jelasnya.

Pemerintah daerah setempat bersama pihak kepolisian sudah melakukan upaya pendekatan, dengan mendatangi dan mengambil buku-buku mereka, serta menelusuri sejauh mana perkembangan aliran tersebut.

“Sudah ditangani pemerintah, dan sekarang dalam tahap pendekatan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat mereka sudah bisa melepaskan aliran itu untuk kembali ke agamanya masing-masing. Itu target kita,” ungkapnya.

Di lain sisi, Ketua Gerakan Pemuda Anshor NTT, Ajhar Jowe mengatakan, mendukung tim pengawasan aliran kepercayaan dan keagamaan masyarakat (Pakem) mengantisipasi penyebaran aliran sesat di NTT.

Menurut Ajhar, rapat ini sangat bermanfaat. Pasalnya, seluruh pihak dapat menukar informasi serta meng-update perkembangan sejumlah aliran yang ada di NTT.

“Agar penyampaian seluruh lini itu tidak bertataran dengan penafsiran masing-masing orang. Cara pandangnya harus bersatu dulu. Jangan sampai ada penafsiran berbeda yang dapat mempengaruhi asumsi masyarakat,” jelasnya.

GP Anshor NTT, kata Ajhar, terus memberikan dukungan kepada Kejati NTT dan seluruh Kejari di NTT untuk bisa melakukan koordinasi dalam penanganan masalah tersebut.

“Kita harap Kejari itu bisa melakukan koordinasi seperti ini, sehingga informasi aliran dan kepercayaan di masyarakat itu bisa diketahui bersama,” pungkasnya.

Diketahui, Tim Pakem yang menghadiri rapat terdiri dari, Badan Intelijen Negara Daerah Provinsi NTT, Direktur Intelkam Polda NTT, Pasi Intel Korem 161 Wira Sakti, Dinas Kesbangpol NTT, Dinas P dan K NTT, Kepala Kanwil Agama NTT, Kepala FKUB NTT, para Pemuka Agama Kota Kupang, Pimpinan Pers Lokal Kota Kupang, dan para Tokoh Pemuda Kota Kupang.

Patrik Padeng

TERKINI
BACA JUGA