Sandang Status KCP, Pintu Air Kampung Sawah Punya Aset Rp5 Miliar

Jakarta, Ekorantt.com – Kopdit Pintu Air Kampung Sawah memiliki aset mencapai Rp5 miliar semenjak menyandang status kantor cabang pembantu (KCP).

Meski baru berumur setahun koperasi ini sudah mengembangkan misi kemanusian melalui pemberdayaan anggota koperasi. Per Agustus 2023 jumlah aset yang dihimpun dari 965 anggota telah mencapai 5 miliar lebih.

Angka itu melukiskan sebuah pencapaian untuk kategori kantor cabang pembantu (KCP) bila disandingkan dengan besarnya pinjaman beredar kepada anggota sebesar Rp3,1 miliar.

Manager Kopdit Pintu Air KCP Kampung Sawah, Vincent Funan, menyampaikan hal ini kepada Ekora NTT dari Jakarta melalui aplikasi WhatsApp, Sabtu,16 September 2023.

Kondisi aset itu disampaikan saat bimbingan teknis (Bimtek) yang diberikan oleh tim dari kantor pusat kepada pengurus dan staf manajemen serta pengurus kelompok dan titik kumpul yang berlangsung di gedung lantai 2 aula KCP Kopdit Pintu Air Kampung Sawah.

iklan

Tim pusat yang terdiri dari Wakil Ketua 1, Yufensius Nurak, Kepala Divisi Usaha, Kristian Woda, Manajer area luar NTT, Yonsiska Elni. Mereka datang di kota metropolitan guna memberikan penguatan bagi pengurus komite dan staf manajemen serta pengurus kelompok dan titik kumpul di KCP Kampung Sawah.

Vincent berkata, kegiatan bimtek tersebut sangat bermanfaat karena dapat membantu para pengelolah di tingkat lapangan. Hal itu dimaksud supaya lebih memaksimalkan diri dalam bekerja bukan saja untuk kepentingan lembaga tetapi juga untuk meperkuat kapasitas diri dalam menjalankan peran pendampingan terhadap anggota.

“Saya sampaikan terima kasih kepada tim dari kantor pusat yang telah datang jauh-jauh dari Maumere guna memberikan penguatan bagi kami. Saya yakin akan ada perubahan ke arah positif ke depan karena masing-masing jenjang telah paham tugasnya masing-masing dengan penghargaan yang  akan diterimanya,” ujar Vincent.

Dijelaskan dengan adanya bimtek ini, secara struktur manajemen akan bekerja lebih terarah pada hal fokus yang menjadi tujuan untuk dicapai.

Sementara bagi pengurus di tataran kelompok dan titik kumpul, mereka akan memahami tugas pokok dan fungsinya di lembaga Kopdit Pintu Air. Terutama dalam rangka menjalankan tiga strategi kerja guna memperkuat anggota, karena dari anggota yang kuat akan terwujud lembaga Pintu Air yang kuat pula.

Tiga agenda penting yang harus diketahui pengurus kelompok, titik kumpul, unit para pengurus, dan manajemen pada tingkat KCP yakni berkaitan dengan upaya merekrut anggota baru. Kerja sama semua pihak untuk merekrut anggota baru mutlak diperlukan.

Selanjutnya, menghidupkan kembali anggota yang diketahui tidak aktif lagi (pasif). Terus melakukan pendekatan kembali kepada anggota yang tidak aktif, supaya kembali aktif. Baik aktif dalam melaksanakan kewajiban dalam menyimpa maupun aktif untuk meminjaman bagi anggota yang masuk dalam kategori potensial.

Agenda ketiga adalah terus berusaha untuk memupuk sisa hasil usaha (SHU).

“Ketiga agenda kerja itu sangat penting untuk dilaksanakan secara bersama-sama agar cita-cita bersama kita Pintu Air dapat terus bertahan tumbuh menjadi koperasi yang kuat dan anggotanya pun semakin kuat,” ujar Vincent.

TERKINI
BACA JUGA