Indeks Pembangunan Gender NTT Alami Fluktuatif Tiga Tahun Terakhir

Kupang, Ekorantt.com- Penjabat Gubernur NTT Ayodhia G. L. Kalake mengungkapkan data Badan Pusat Statistik (BPS) terkait Indeks Pembangunan Gender (IPG) Provinsi NTT selama tiga tahun terakhir.

Menurut dia, selama tiga tahun terakhir IPG Provinsi NTT menunjukkan perkembangan yang fluktuatif.

Tahun 2020, kata dia, IPG Provinsi NTT sebesar 92,73 persen. Tahun 2021 sebesar 92,63 persen. Tahun 2022 sebesar 96,47 persen.

Sedangkan pada tingkat kabupaten/kota pada tahun 2022, tertinggi dicapai oleh Kabupaten Manggarai Timur yakni sebesar 98,60 persen.

“Kesenjangan IPG antara kabupaten/kota se-NTT tersebut tentunya membutuhkan intervensi program dan kegiatan yang responsif gender,” kata Ayodhia saat membuka kegiatan Workshop Pendampingan Teknis Evaluasi Penyelenggaraan Pengarusutamaan Gender melalui Anugerah Parahita Ekapraya Provinsi NTT tahun 2023 di Hotel Harper pada Kamis, 5 Oktober 2023.

iklan

Ia menjelaskan, strategi Pengarusutamaan Gender (PUG) merupakan komitmen pemerintah yang tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 9 tahun 2000 tentang PUG.

Menindaklanjuti hal tersebut, lanjut dia, Pemerintah Provinsi NTT telah menerbitkan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2022 tentang PUG dalam pembangunan daerah.

“Saya berharap wali kota dan para bupati juga telah menerbitkan regulasi yang sama di daerahnya masing-masing,” harap Ayodhia.

Dikatakan, komitmen terhadap PUG hendaknya dimulai dari penyiapan sumber daya manusia yang berkualitas untuk melakukan perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, sampai pada tahap evaluasi.

Peningkatan kapasitas sumber daya manusia harus terus dilakukan agar pelaksanaan proses strategi PUG dapat berjalan dengan optimal.

Sebab itu, menurut dia, kegiatan tersebut merupakan momen yang strategis bagi Pemerintah Provinsi NTT, serta kabupaten/kota untuk melakukan evaluasi sejauh mana pencapaian yang telah dilakukan.

Dengan adanya kegiatan ini, Ayodhia berharap dapat melihat secara jernih, baik kendala maupun potensi dalam menjalankan strategi PUG pada setiap program pembangunan.

“Saya berharap agar peserta yang mengikuti kegiatan ini dapat mempersiapkan komponen materi yang digunakan untuk kegiatan ini secara sungguh-sungguh sehingga kegiatan evaluasi ini tidak hanya menjadi kegiatan rutinitas tahunan saja,” harap Ayodhia.

Dikatakan, upaya pembangunan yang sudah dan sedang dijalankan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan tanpa membeda-bedakan latar belakang sosial, budaya, keyakinan maupun gender.

Salah satu tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs) yakni mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan kaum perempuan.

Menurut Ayodhia, indikator yang digunakan untuk mengukur capaian pembangunan berbasis gender adalah Indeks Pembangunan Gender (IPG).

Indikator ini digunakan untuk menggambarkan kesenjangan pencapaian pembangunan manusia antara laki-laki dan perempuan, sehingga dapat mendesain program dan kegiatan untuk menjawab kebutuhan mereka.

TERKINI
BACA JUGA